Jabatan di Biro BUMD dan BLUD, Ketua DPRD Jatim: Jangan Jadi Jatah Tim Sukses
- Penulis : Dony Maulana
- | Kamis, 29 Okt 2026 11:32 WIB
selalu.id — Ketua DPRD Jawa Timur, Musyafak Rouf, meminta pengisian jabatan di Biro Pengelolaan BUMD dan BLUD yang baru dibentuk benar-benar mengutamakan kapasitas dan profesionalisme, bukan pertimbangan kedekatan politik.
"Jabatan strategis ini harus diisi orang-orang yang memiliki kemampuan, profesional, dan mampu membawa kemajuan, bukan sekadar karena 'ini tim sukses saya'. Mohon kedepankan orang yang benar-benar kompeten," tegas Musyafak di Surabaya, Rabu (28/10/2026).
Baca Juga: Ketua DPRD Jatim: Pembangunan Harus Merata, Berkelanjutan, dan Diawasi Ketat
Musyafak menegaskan penambahan personel merupakan kewenangan Gubernur, namun berharap kewenangan tersebut digunakan untuk memilih pejabat yang berkualitas, sehingga biro baru ini tidak justru menjadi beban organisasi, melainkan mampu mendorong peningkatan kinerja pengelolaan BUMD dan BLUD.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, menjelaskan bahwa proses pengisian jabatan saat ini sedang memasuki tahap asesmen. Rencana awal yang ingin merekrut tenaga profesional dari luar lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) ternyata terkendala ketentuan dari Kementerian Dalam Negeri serta Kementerian PAN-RB.
Baca Juga: RAPBD Jatim 2027 Defisit Rp1,02 Triliun, DPRD Ingatkan Pemprov Tak Bebani Masyarakat Lewat Pajak
"Harapan kami sebenarnya dipimpin profesional dari luar. Namun aturannya belum memungkinkan, sehingga prosesnya diarahkan melalui seleksi dan asesmen ASN internal," ungkap Adhy.
Meski perekrutan dari luar belum memungkinkan, Musyafak meyakini tetap ada ASN berkompeten yang bisa diseleksi berdasarkan kemampuannya. Pemprov Jatim menargetkan proses penunjukan pejabat definitif dapat segera diselesaikan dan pelantikan segera dilakukan.
Baca Juga: Dinilai Tak Berpihak pada Rakyat, Ketua DPRD Jatim Diminta Mundur dari Jabatannya
Pembentukan biro ini bertujuan meningkatkan tata kelola BUMD dan BLUD agar kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah Jawa Timur semakin optimal.
Editor : Achmad Supriyadi