Senin, 12 Okt 2026 20:48 WIB

Macet di Jalan Prof Moestopo Surabaya Imbas Proyek Drainase Diperkirakan hingga September 2026

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 01 Jul 2026 18:29 WIB
Proyek drainase di Jalan Prof. DR. Moestopo Surabaya yang bikin macet. (Dok. Diskominfo Surabaya).
Proyek drainase di Jalan Prof. DR. Moestopo Surabaya yang bikin macet. (Dok. Diskominfo Surabaya).

selalu.id - Kemacetan di Jalan Prof. Dr. Moestopo Surabaya diperkirakan masih akan terjadi hingga awal September 2026, seiring berlangsungnya proyek pembangunan saluran drainase penghubung menuju Rumah Pompa Dharmahusada.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengakui proyek tersebut menyebabkan penyempitan badan jalan dan berdampak pada arus lalu lintas. Karena itu, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.

Baca Juga: Dinkes Sidoarjo Usut Kematian Bayi 28 Hari yang Diduga Diberi Telur Mentah

Kepala Bidang Drainase DSDABM Surabaya, Adi Gunita mengatakan pekerjaan pembangunan boxculvert dimulai sejak 25 Juni 2026 sebagai bagian dari proyek konektivitas saluran drainase untuk mengatasi genangan di kawasan Karang Menjangan.

“Mohon maaf sebelumnya memang ada sedikit gangguan terhadap pengguna jalan, terutama di daerah Jalan Prof. Dr. Moestopo,” ujarnya, Rabu (1/7/2026).

Menurut Adi, proyek sebenarnya ditargetkan selesai dalam waktu sekitar empat bulan. Namun, pengerjaan di ruas Jalan Prof. Dr. Moestopo menjadi prioritas agar dampak kemacetan tidak berlangsung terlalu lama.

“Memang proyeknya selama empat bulan, tapi posisi jalan arterinya di Moestopo kita percepat,” jelasnya.

Adi mengungkapkan percepatan pekerjaan sempat terkendala adanya utilitas milik PDAM yang melintang di lokasi galian. Bahkan, saat proses berlangsung sempat terjadi kebocoran pipa sehingga membutuhkan penanganan tambahan.

Penggalian dilakukan mulai dari depan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Kampus A hingga simpang Jalan Karang Menjangan. 

Baca Juga: Komplotan Curanmor asal Bangkalan Berhasil Diringkus, Satu Ditembak

Setelah proyek rampung, saluran baru akan mengalirkan air dari kawasan Karang Menjangan menuju Rumah Pompa Dharmahusada sebelum dipompa ke Kali Jeblokan.

Menurut Adi, sistem tersebut diharapkan mampumempercepat penanganan genangan yang selama ini kerap terjadi di kawasan Karang Menjangan saat hujan deras.

"Jadi memang fungsinya ini untuk saluran konektivitas. Nanti yang dari Jalan Karang Menjangan, yang sekiranya kemarin ada permasalahan genangan itu nanti kita pompa, kita sedot di rumah pompa Dharmahusada untuk dibuang ke Kali Jeblokan," tegasnya.

Untuk mengurangi dampak kemacetan, pekerjaan konstruksi dilakukan pada malam hari, mulai pukul 21.00 hingga 05.00 WIB, sesuai arahan kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub). 

Baca Juga: Diduga Dicekoki Telur Mentah, Bayi di Surabaya Meninggal Dunia

Sementara pada siang hari dilakukan rekayasa lalu lintas melalui penyesuaian durasi lampu lalu lintas dan penempatan petugas di sejumlah titik.

“Kalau memang ada sedikit bottleneck atau penyempitan jalan, kami mohon maaf kepada para pengguna jalan,” tutur Adi.

Pihaknya memastikan proyek tetap dikerjakan setiap hari, termasuk saat akhir pekan maupun hari libur nasional, agar penyelesaian tidak molor dari target yang telah ditetapkan.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Dugaan Video Call Mesra dengan Pria Tersebar, Ruben Onsu Lapor ke Polda Metro Jaya

Saat ini, laporan tersebut telah diterima Polda Metro Jaya dan tengah dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

PSI Surabaya Sebut Bakal Banyak Kader Partai Lain Bergabung Jelang Pemilu 2029

Di tengah dinamika perpindahan kader tersebut, Yuga menyatakan optimistis menghadapi agenda politik atau Pemilu pada 2029.

Puluhan Warga Ajung Jember jadi Korban Arisan-Investasi Bodong, Kerugian Capai Rp1 Miliar

Saat ini, korban tengah mengumpulkan seluruh bukti transfer dan catatan transaksi untuk proses verifikasi faktual sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.

Gabung PSI Surabaya, Eks Kader PDIP Wajib Ikuti Patron Politik Jokowi

Yuga mengatakan PSI menjadikan Presiden ke-7 RI Joko Widodo sebagai patron perjuangan partai, untuk membesarkan partai serta berjuang bagi masyarakat.

Polda Jatim Usut Kasus Dugaan Penipuan Arisan Meow Rp3,5 Miliar

Hingga kini, setidaknya sudah ada delapan orang saksi yang dimintai keterangan, dan polisi berencana memanggil saksi-saksi tambahan dalam waktu dekat.

Jalan Sehat Bersama, Cara TPK Merauke Perkuat Kesejahteraan dan Keselamatan Pegawai

Langkah ini dinilai esensial membangun keseimbangan yang ideal antara tuntutan profesionalisme kerja dan pemenuhan kebutuhan untuk tetap sehat serta bugar.