Rabu, 01 Jul 2026 19:37 WIB

Macet di Jalan Prof Moestopo Surabaya Imbas Proyek Drainase Diperkirakan hingga September 2026

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 01 Jul 2026 18:29 WIB
Proyek drainase di Jalan Prof. DR. Moestopo Surabaya yang bikin macet. (Dok. Diskominfo Surabaya).
Proyek drainase di Jalan Prof. DR. Moestopo Surabaya yang bikin macet. (Dok. Diskominfo Surabaya).

selalu.id - Kemacetan di Jalan Prof. Dr. Moestopo Surabaya diperkirakan masih akan terjadi hingga awal September 2026, seiring berlangsungnya proyek pembangunan saluran drainase penghubung menuju Rumah Pompa Dharmahusada.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengakui proyek tersebut menyebabkan penyempitan badan jalan dan berdampak pada arus lalu lintas. Karena itu, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.

Baca Juga: Wali Kota Eri Minta Hukuman Berat pada Ayah di Surabaya yang Hamili Anaknya

Kepala Bidang Drainase DSDABM Surabaya, Adi Gunita mengatakan pekerjaan pembangunan boxculvert dimulai sejak 25 Juni 2026 sebagai bagian dari proyek konektivitas saluran drainase untuk mengatasi genangan di kawasan Karang Menjangan.

“Mohon maaf sebelumnya memang ada sedikit gangguan terhadap pengguna jalan, terutama di daerah Jalan Prof. Dr. Moestopo,” ujarnya, Rabu (1/7/2026).

Menurut Adi, proyek sebenarnya ditargetkan selesai dalam waktu sekitar empat bulan. Namun, pengerjaan di ruas Jalan Prof. Dr. Moestopo menjadi prioritas agar dampak kemacetan tidak berlangsung terlalu lama.

“Memang proyeknya selama empat bulan, tapi posisi jalan arterinya di Moestopo kita percepat,” jelasnya.

Adi mengungkapkan percepatan pekerjaan sempat terkendala adanya utilitas milik PDAM yang melintang di lokasi galian. Bahkan, saat proses berlangsung sempat terjadi kebocoran pipa sehingga membutuhkan penanganan tambahan.

Penggalian dilakukan mulai dari depan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Kampus A hingga simpang Jalan Karang Menjangan. 

Baca Juga: 7 Fakta Pembunuhan Janda Jombang di Surabaya, Nomor 4 dan 5 Bikin Penasaran

Setelah proyek rampung, saluran baru akan mengalirkan air dari kawasan Karang Menjangan menuju Rumah Pompa Dharmahusada sebelum dipompa ke Kali Jeblokan.

Menurut Adi, sistem tersebut diharapkan mampumempercepat penanganan genangan yang selama ini kerap terjadi di kawasan Karang Menjangan saat hujan deras.

"Jadi memang fungsinya ini untuk saluran konektivitas. Nanti yang dari Jalan Karang Menjangan, yang sekiranya kemarin ada permasalahan genangan itu nanti kita pompa, kita sedot di rumah pompa Dharmahusada untuk dibuang ke Kali Jeblokan," tegasnya.

Untuk mengurangi dampak kemacetan, pekerjaan konstruksi dilakukan pada malam hari, mulai pukul 21.00 hingga 05.00 WIB, sesuai arahan kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub). 

Baca Juga: Polisi Periksa 6 Saksi dalam Kasus Pembunuhan Janda Jombang di Surabaya

Sementara pada siang hari dilakukan rekayasa lalu lintas melalui penyesuaian durasi lampu lalu lintas dan penempatan petugas di sejumlah titik.

“Kalau memang ada sedikit bottleneck atau penyempitan jalan, kami mohon maaf kepada para pengguna jalan,” tutur Adi.

Pihaknya memastikan proyek tetap dikerjakan setiap hari, termasuk saat akhir pekan maupun hari libur nasional, agar penyelesaian tidak molor dari target yang telah ditetapkan.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

HUT Bhayangkara ke-80, Polda Jatim Teguhkan Komitmen Polri untuk Masyarakat

Peringatan ini menjadi momen refleksi perjalanan pengabdian juga peneguhan tekad seluruh personel untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pada masyarakat.

Gadis Buruh Pabrik asal Sidoarjo Tewas Terlindas Truk Kontainer di Mojokerto

Kasus kecelakaan tersebut kini masih dalam penanganan polisi. Petugas juga telah mengamankan kendaraan yang terlibat. Sementara korban dibawa ke rumah sakit.

Melihat Keterampilan Kelompok Usaha Jahit Surabaya Sulap Seragam Bekas PDS jadi Dompet

Kelompok jahit yang berdiri sejak tahun 2023 ini beranggotakan 14 orang, di mana delapan di antaranya merupakan ibu-ibu warga sekitar yang terlibat langsung.

Korupsi BBM Pertamina Rp486 Miliar Libatkan PT AKT Dibongkar Polri

Penyidik saat ini tengah memeriksa para saksi dan tersangka, melakukan penelusuran aset, melengkapi berkas perkara, serta berkoordinasi dengan JPU.

Harga Emas Antam Hari Ini: Tidak Ada Perubahan, Bikin Mama Cemberut

Rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) harga emas Antam berada di level Rp3.168.000 per gram yang tercatat pada 29 Januari 2026.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Ada yang Bikin Bahagia, Dari Percintaan hingga Pekerjaan

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan. Kali ini, ada kebahagiaan datang.