Sabtu, 06 Jun 2026 21:56 WIB

Puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Khofifah Ajak Tanam Pohon dan Kelola Sampah

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. (dok: Diskominfo Jatim)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. (dok: Diskominfo Jatim)

selalu.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 sebagai momentum memperkuat budaya menjaga lingkungan melalui gerakan menanam pohon dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Ajakan tersebut disampaikan saat memimpin aksi bersih lingkungan dan penanaman pohon bersama Forkopimda Jawa Timur, komunitas lingkungan, pelajar, mahasiswa, serta masyarakat umum di kawasan Jalan MERR depan Kampus UIN Sunan Ampel (UINSA) II, Gunung Anyar, Surabaya, Sabtu (6/6/2026).

Baca Juga: Pemprov Jatim Sabet Penghargaan Terbaik Ketegori Penurunan Pengangguran

Kegiatan yang diikuti sekitar 1.125 peserta itu dilaksanakan serentak di berbagai daerah di Indonesia dan terhubung secara daring dengan kegiatan nasional yang dipimpin Menteri Lingkungan Hidup RI, Jumhur Hidayat.

Aksi diawali dengan pembersihan Sungai Gunung Anyar dari sampah plastik, gulma, dan eceng gondok. Dari kegiatan sepanjang satu kilometer tersebut, terkumpul sebanyak 10.205 kilogram sampah dan tanaman liar yang menghambat aliran sungai.

Sebagai simbol komitmen menjaga kelestarian lingkungan, Khofifah bersama Forkopimda Jawa Timur kemudian melakukan penanaman pohon pule setinggi enam meter untuk meningkatkan ruang hijau di kawasan perkotaan.

“Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 harus menjadi penguat perubahan perilaku menuju Jawa Timur yang semakin hijau, bersih, sehat, tangguh, dan berkelanjutan,” kata Khofifah.

Menurutnya, upaya menjaga lingkungan harus dilakukan secara menyeluruh melalui empat pendekatan sekaligus, yakni promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Langkah promotif diwujudkan melalui gerakan penanaman pohon secara masif, sedangkan langkah preventif dilakukan dengan membiasakan pemilahan sampah sejak tingkat rumah tangga.

Sementara itu, pendekatan kuratif dilakukan melalui aksi nyata membersihkan lingkungan secara bersama-sama. Adapun langkah rehabilitatif diwujudkan dengan penanaman kembali di kawasan yang mengalami kerusakan atau membutuhkan pemulihan ekosistem.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

“Jadi langkah promotif, preventif, kuratif hingga rehabilitatif harus terus digaungkan dan diupayakan bersama. Ketika ada area yang siap ditanam kembali, maka langkah rehabilitatif harus segera dilakukan,” tegasnya.

Khofifah juga menyoroti keberhasilan Jawa Timur dalam memperkuat program lingkungan hidup, termasuk pengembangan kawasan mangrove. Berdasarkan data yang dimiliki Pemprov Jatim, sekitar 51 persen luasan hutan mangrove di Pulau Jawa berada di Jawa Timur.

“Festival Mangrove sudah kami laksanakan selama tiga tahun terakhir. Ini bagian dari langkah promotif dan preventif yang terus kami lakukan bersama masyarakat, akademisi, komunitas lingkungan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya,” ujarnya.

Di sisi lain, Pemprov Jawa Timur terus mendorong percepatan pengelolaan sampah melalui pengembangan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Khofifah berharap berbagai komitmen yang telah disepakati bersama Kementerian Lingkungan Hidup dapat segera ditindaklanjuti agar pembangunan fasilitas pengolahan sampah berjalan lebih cepat.

Baca Juga: Gubernur Jatim Khofifah Sidak Pengambilan PIN SPMB di SMA Surabaya, Ini yang Ditemukan

Tak hanya itu, Khofifah juga mengapresiasi sekolah-sekolah di Jawa Timur yang berhasil membangun budaya lingkungan melalui Program SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan). Area yang sebelumnya menjadi tempat pembuangan sampah kini bertransformasi menjadi kebun sayur, buah, perikanan, hingga peternakan sederhana yang menjadi sarana pembelajaran bagi para siswa.

“Dengan kolaborasi, gotong royong, dan kesadaran bersama, kita optimistis dapat mewujudkan Indonesia yang aman, sehat, bersih, dan indah serta Jawa Timur yang semakin hijau dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Lingkungan Hidup RI Jumhur Hidayat memberikan apresiasi atas berbagai inovasi Jawa Timur dalam pengelolaan sampah dan pengembangan mangrove yang dilakukan secara terintegrasi.

“Saya merasa tertantang untuk datang ke Jawa Timur melihat pengelolaan sampah di Jatim. Semoga pengelolaan sampah dan lingkungan di Jatim bisa menjadi contoh bagi provinsi lain di Indonesia,” ujar Jumhur.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Lewat Pro Gus'e Update, Bupati Fawait Beber Rp312 Miliar Dukungan Pertanian untuk Jember

"Kami ingin masyarakat mengetahui apa yang sedang dan telah dikerjakan pemerintah," ujar Bupati Jember Muhammad Fawait.

Kakak Thomas Ungkap Kronologi Pengeroyokan yang Diduga Dipicu Perselisihan Sandal Crocs

Menurut Hana, persoalan muncul karena pelaku menganggap sandal pengganti yang diberikan korban tidak setara dengan sandal yang hilang.

Sebulan Buron, Tersangka Penembakan di Tretes Akhirnya Dibekuk Polres Pasuruan

Peristiwa bermula saat korban, mendatangi tersangka untuk meminta uang ganti rugi sebesar Rp500 ribu, karena pelayanan yang menecewakan tamu korban.

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jatim Gelar Bromo KOM XII

Sejak pertama kali digelar pada 2014, Mapolda Jatim tercatat sudah 10 kali menjadi titik start event yang selalu diikuti ribuan cyclist.

Krisis Kepala Sekolah di Sidoarjo Mulai Terurai, Namun Puluhan SD Masih Dipimpin Plt

Masih terdapat 61 SD negeri yang untuk sementara dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt) sambil menunggu proses rekrutmen berikutnya.

Info Kepulangan Haji Terkini: 8 Wafat, 3 Masih Dirawat di Arab Saudi

Masih terdapat tiga jamaah yang belum bisa dikembalikan ke Tanah Air karena kondisi kesehatan yang memerlukan perawatan lanjutan di rumah sakit Arab Saudi.