Senin, 19 Okt 2026 00:59 WIB

24 Jam Lebih Kebakaran di Pabrik Ban Bekas Mojokerto Belum Padam, Ini Penyebabnya

Pemadam kebakaran saat berjibaku padamkan api. (Foto: Supri/selalu.id).
Pemadam kebakaran saat berjibaku padamkan api. (Foto: Supri/selalu.id).

selalu.id - Petugas pemadam kebakaran masih berjibaku memadamkan api di pabrik pengolahan ban bekas di Kelurahan Gununggedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto yang terbakar sejak Rabu (27/5/2026) kemarin.

Petugas pemadam mengalami kesulitan suplai air yang akan digunakan untuk menyemprot api. Selain suplai air, tumpukan ban bekas yang terbuat dari karet juga menyulitkan petugas.

Baca Juga: Green Action, Pemuda Kota Mojokerto Tanam Pohon di Taman Bahari Mojopahit

Pantauan di lokasi, sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran berada di tempat kebakaran beserta 10 petugas pemadam.

Bantuan suplai air terpaksa dilakukan oleh tim pemadam dan pihak pabrik dengan mendatangkan tangki air dari daerah Pacet untuk membantu proses pemadaman.

Seorang petugas damkar, Suyitno, mengatakan hingga 24 jam kejadian proses pemadaman masih dilakukan oleh pemadam kebakaran.

"Ini sampai 24 jam, kalau keadaan seperti ini masih 50 persen untuk pemadaman. Ini sementara kesulitan untuk airnya," kata Suyitno, Kamis (28/5/2026).

Baca Juga: Rekomendasi 5 Wisata Air Terjun di Mojokerto yang Cocok Buat Healing dan Bikin Betah

Ia menambahkan, jika suplai air lancar api diprediksi akan padam nanti malam. Namun, jika suplai air tersendat, api bahkan bisa dipadamkan besok.

"Mungkin ini kalau ada suplai air ya bisa sampai tengah malam atau besok juga mungkin bisa selesai. Jadi suplai air yang kita minta di perusahaan-perusahaan sebelah. Tandon-tandonnya juga habis. Tandon-tandon dari damkar pun juga habis," jelasnya.

Menurut Suyitno, metode yang dilakukan untuk memadamkan api dengan cara mengurai ban bekas yang terbakar lalu disemprot dengan air.

Baca Juga: Kisah Tragis Pasangan Muda di Mojokerto jadi Spesialis Maling Motor

"Setelah padam, kita tinggal ambil air, ini kembali lagi menyala. Jadi ureng sampai kita semprot. Kalau yang sudah padam, kita sisikan, biar enggak terbakar lagi. Ini yang belum kita sentuh, bagian dalam setengah gudang," katanya.

"Jadi dari timur separuh ke barat. Ini yang belum kita jangkau. Kemungkinan kalau suplai airnya lancar, ini mungkin nanti malam sudah selesai. Tapi kalau suplai airnya nggak lancar, ya bisa besok kemungkinan belum selesai," tambah Suyitno.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Hasil MU vs Leeds 1-1, Suporter The Red Devils Desak Carrick Out

Kondisi ini kian memojokkan posisi Michael Carrick di kursi kepelatihan. Suporter mulai kehilangan kesabaran dan meminta dia out atau dipecat.

Pendakian Horor Gunung Anjasmoro, Terjebak di Hutan Keramat dan Desa Terkutuk

Warga setempat meyakini barang siapa yang memasuki Desa Mahkota Prabu dan belum keluar sampai pagi menjelang, besar kemungkinan akan tinggal selamanya di sana.

Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

DPRD pun mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar memberi kemudahan akses serta kepastian izin pemanfaatan fasum untuk kegiatan kebudayaan warga.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.

PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

Armuji menantang seluruh kader PDIP di Dapilb5 Surabaya untuk menyapu bersih kemenangan di wilayah sasaran konsolidasi partai pada Pemilu 2029.