24 Jam Lebih Kebakaran di Pabrik Ban Bekas Mojokerto Belum Padam, Ini Penyebabnya
- Penulis : Achmad Supriyadi
- | Kamis, 28 Mei 2026 20:36 WIB
selalu.id - Petugas pemadam kebakaran masih berjibaku memadamkan api di pabrik pengolahan ban bekas di Kelurahan Gununggedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto yang terbakar sejak Rabu (27/5/2026) kemarin.
Petugas pemadam mengalami kesulitan suplai air yang akan digunakan untuk menyemprot api. Selain suplai air, tumpukan ban bekas yang terbuat dari karet juga menyulitkan petugas.
Baca Juga: Hutan di Gunung Biru Mojokerto Terbakar, BPBD hingga Polisi Diterjunkan
Pantauan di lokasi, sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran berada di tempat kebakaran beserta 10 petugas pemadam.
Bantuan suplai air terpaksa dilakukan oleh tim pemadam dan pihak pabrik dengan mendatangkan tangki air dari daerah Pacet untuk membantu proses pemadaman.
Seorang petugas damkar, Suyitno, mengatakan hingga 24 jam kejadian proses pemadaman masih dilakukan oleh pemadam kebakaran.
"Ini sampai 24 jam, kalau keadaan seperti ini masih 50 persen untuk pemadaman. Ini sementara kesulitan untuk airnya," kata Suyitno, Kamis (28/5/2026).
Baca Juga: Pemkab Mojokerto Gandeng Puluhan Driver Ojol Cegah Rokok Ilegal dan Dapat Pembekalan Cukai
Ia menambahkan, jika suplai air lancar api diprediksi akan padam nanti malam. Namun, jika suplai air tersendat, api bahkan bisa dipadamkan besok.
"Mungkin ini kalau ada suplai air ya bisa sampai tengah malam atau besok juga mungkin bisa selesai. Jadi suplai air yang kita minta di perusahaan-perusahaan sebelah. Tandon-tandonnya juga habis. Tandon-tandon dari damkar pun juga habis," jelasnya.
Menurut Suyitno, metode yang dilakukan untuk memadamkan api dengan cara mengurai ban bekas yang terbakar lalu disemprot dengan air.
Baca Juga: Viral di Mojokerto, Ibu Ajak Dua Anak dan Adiknya Curi Tas Hingga Buku di Toko
"Setelah padam, kita tinggal ambil air, ini kembali lagi menyala. Jadi ureng sampai kita semprot. Kalau yang sudah padam, kita sisikan, biar enggak terbakar lagi. Ini yang belum kita sentuh, bagian dalam setengah gudang," katanya.
"Jadi dari timur separuh ke barat. Ini yang belum kita jangkau. Kemungkinan kalau suplai airnya lancar, ini mungkin nanti malam sudah selesai. Tapi kalau suplai airnya nggak lancar, ya bisa besok kemungkinan belum selesai," tambah Suyitno.
Editor : Zein Muhammad