Kamis, 16 Jul 2026 01:21 WIB

24 Jam Lebih Kebakaran di Pabrik Ban Bekas Mojokerto Belum Padam, Ini Penyebabnya

Pemadam kebakaran saat berjibaku padamkan api. (Foto: Supri/selalu.id).
Pemadam kebakaran saat berjibaku padamkan api. (Foto: Supri/selalu.id).

selalu.id - Petugas pemadam kebakaran masih berjibaku memadamkan api di pabrik pengolahan ban bekas di Kelurahan Gununggedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto yang terbakar sejak Rabu (27/5/2026) kemarin.

Petugas pemadam mengalami kesulitan suplai air yang akan digunakan untuk menyemprot api. Selain suplai air, tumpukan ban bekas yang terbuat dari karet juga menyulitkan petugas.

Baca Juga: Hutan di Gunung Biru Mojokerto Terbakar, BPBD hingga Polisi Diterjunkan

Pantauan di lokasi, sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran berada di tempat kebakaran beserta 10 petugas pemadam.

Bantuan suplai air terpaksa dilakukan oleh tim pemadam dan pihak pabrik dengan mendatangkan tangki air dari daerah Pacet untuk membantu proses pemadaman.

Seorang petugas damkar, Suyitno, mengatakan hingga 24 jam kejadian proses pemadaman masih dilakukan oleh pemadam kebakaran.

"Ini sampai 24 jam, kalau keadaan seperti ini masih 50 persen untuk pemadaman. Ini sementara kesulitan untuk airnya," kata Suyitno, Kamis (28/5/2026).

Baca Juga: Pemkab Mojokerto Gandeng Puluhan Driver Ojol Cegah Rokok Ilegal dan Dapat Pembekalan Cukai

Ia menambahkan, jika suplai air lancar api diprediksi akan padam nanti malam. Namun, jika suplai air tersendat, api bahkan bisa dipadamkan besok.

"Mungkin ini kalau ada suplai air ya bisa sampai tengah malam atau besok juga mungkin bisa selesai. Jadi suplai air yang kita minta di perusahaan-perusahaan sebelah. Tandon-tandonnya juga habis. Tandon-tandon dari damkar pun juga habis," jelasnya.

Menurut Suyitno, metode yang dilakukan untuk memadamkan api dengan cara mengurai ban bekas yang terbakar lalu disemprot dengan air.

Baca Juga: Viral di Mojokerto, Ibu Ajak Dua Anak dan Adiknya Curi Tas Hingga Buku di Toko

"Setelah padam, kita tinggal ambil air, ini kembali lagi menyala. Jadi ureng sampai kita semprot. Kalau yang sudah padam, kita sisikan, biar enggak terbakar lagi. Ini yang belum kita sentuh, bagian dalam setengah gudang," katanya.

"Jadi dari timur separuh ke barat. Ini yang belum kita jangkau. Kemungkinan kalau suplai airnya lancar, ini mungkin nanti malam sudah selesai. Tapi kalau suplai airnya nggak lancar, ya bisa besok kemungkinan belum selesai," tambah Suyitno.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Inggris vs Argentina, Harry Kane Dkk Diprediksi Melaju Mulus ke Final

Laga sengit ini berlangsung di Stadion Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, Kamis (16/7/2026) pukul 02.00 WIB. Dalam laga ini, The Three Lions diunggulkan menang.

Sengketa Tata Ruang Graha Famili: Putusan KI Jatim Bongkar Akses Orang Dalam, Sorotan Mengarah ke The Nook Cafe

Dalam pertimbangan hukumnya, Majelis KI Jatim menilai bahwa argumen Pemkot Surabaya tidak dapat dibenarkan.

DPRD Surabaya Desak Pemkot Copot Direksi BUMD yang Terus Merugi

Budi Leksono atau Buleks dalam hal ini juga menyinggung kinerja Rumah Potong Hewan (RPH) yang selama ini menjadi sorotan. 

Dukung Industri Ramah Lingkungan, PGN Semarang Suplai Gas Bumi ke Pabrik Produsen Sepeda

Pencapaian ini adalah bukti nyata komitmen PGN dalam memperluas pemanfaatan gas bumi yang andal, efisien, dan ramah lingkungan untuk sektor industri di Jateng.

Pelindo Terminal Petikemas Raih Dua Penghargaan dalam Ajang Green and Smart Port 2026

Widyaswendra mengatakan penghargaan ini jadi bagian dari proses berkelanjutan perusahaan dalam membangun terminal peti kemas yang ramah lingkungan dan aman.

Shelter Mangkrak Milik KAI di Sidoarjo Diduga jadi Tempat Asusila, Begini Jawaban Warga hingga Polisi

Namun hingga kini, berbagai dugaan tersebut belum didukung bukti yang dapat dipastikan kebenarannya maupun keterangan resmi dari pihak berwenang.