Kamis, 03 Sep 2026 12:01 WIB

Sambut Hari Raya Idul Adha, TP PKK Pasuruan Gelar Pengajian hingga Baksos

  • Penulis : Ariyanto
  • | Selasa, 26 Mei 2026 19:00 WIB
Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo bersama pengurus. (Dok. Pemkab Pasuruan).
Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo bersama pengurus. (Dok. Pemkab Pasuruan).

selalu.id - Nuansa kebersamaan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H terasa di Balai Desa Branang, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan.

Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan menggelar pengajian rutin yang dirangkai dengan bakti sosial bagi lansia dan anak yatim.

Baca Juga: Momen Kejari Nganjuk Bagikan 250 Paket Daging Kurban untuk Warga

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo bersama sejumlah pengurus.

Selain mengikuti pengajian bersama warga, rombongan juga menyerahkan bantuan sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Pengajian berlangsung khidmat dengan diikuti jamaah dari sekitar Kecamatan Lekok. Momentum itu tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana memperkuat nilai sosial dan keagamaan di tengah masyarakat menjelang Idul Adha.

Dalam sambutannya, Merita Rusdi mengingatkan pentingnya menghadirkan ketulusan dan rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, makna Idul Adha tidak sebatas ibadah kurban, melainkan juga tentang keikhlasan berbagi kepada sesama.

"Bukan tentang seberapa banyak yang kita miliki, tetapi tentang seberapa tulus kita berbagi dan seberapa ikhlas kita menjalani kehidupan," ungkapnya, Senin (25/5/2026).

Baca Juga: PKB Jatim Salurkan Ribuan Hewan Kurban hingga Tingkat Desa

"Sebagai perempuan, sebagai ibu, sering kali kita menjadi tempat pulang bagi keluarga. Maka mari kita hadirkan rumah yang penuh ketenangan, ucapan yang menenangkan hati, dan sikap yang membawa keberkahan bagi anak-anak dan keluarga kita," tambah Merita.

Ia juga mengajak para peserta pengajian untuk memperkuat kesabaran dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.

Pengajian rutin dinilai menjadi media memperdalam spiritualitas sekaligus menjaga keharmonisan keluarga.

Baca Juga: Adela Kanasya Adies Bagikan Puluhan Hewan Kurban di Surabaya dan Sidoarjo

"Karena sejatinya, hidup yang indah bukan hidup yang tanpa ujian, tetapi hidup yang tetap penuh syukur di tengah segala keadaan," jelas Merita.

Sementara itu, tausiah disampaikan Gus Fahmi Nuril Hikam dengan tema pentingnya menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi sesama. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup doa bersama yang dipimpin Ning Fais.

Agenda pengajian rutin dan bakti sosial tersebut menjadi bagian dari program TP PKK Kabupaten Pasuruan dalam mempererat hubungan dengan masyarakat di berbagai wilayah sekaligus menanamkan nilai kepedulian sosial dan keagamaan.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.