Minggu, 01 Nov 2026 16:56 WIB

DPRD Minta Jalur Zonasi di Surabaya Lebih Realistis, Harus Prioritaskan Keluarga Miskin

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 25 Mei 2026 11:06 WIB
Ilustrasi SPMB. (Dok. Diskominfo Surabaya).
Ilustrasi SPMB. (Dok. Diskominfo Surabaya).

selalu.id - Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Ais Shafiyah Asfar atau yang akrab disapa Ning Ais, mendorong evaluasi persentase jalur zonasi dalam pelaksanaan SPMB 2026 agar lebih realistis dan berpihak kepada keluarga kurang mampu (gakin).

Menurut Ning Ais, kuota jalur zonasi di Surabaya sebaiknya tidak terlalu besar karena kondisi tiap wilayah berbeda dan jumlah SMP Negeri masih terbatas.

Baca Juga: Aturan Ganjil-Genap di Surabaya Masuk Raperda Transportasi, DPRD Wanti-wanti Hal Ini

Ia menilai prioritas akses pendidikan justru perlu diperkuat bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

“Menurut saya kuota zonasi bisa dikurangi dan lebih diperbesar untuk masyarakat gakin. Karena yang paling penting itu memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap punya akses pendidikan yang layak dan tidak tertinggal,” kata Ning Ais, Senin (25/5/2026).

Ia menambahkan bahwa polemik SPMB yang terus berulang setiap tahun menjadi tanda bahwa sistem zonasi masih membutuhkan penyesuaian.

Apalagi, kondisi Kota Surabaya yang semakin padat dinilai membuat pemerataan sekolah negeri tidak mudah dilakukan.

Keterbatasan jumlah SMP Negeri serta minimnya lahan untuk pembangunan sekolah baru menjadi tantangan utama dalam penerapan zonasi secara penuh.

Baca Juga: Anggaran Dishub Surabaya Naik 2,37 Persen, DPRD Minta Layanan Transportasi Publik Digenjot

“Surabaya ini kondisinya memang sudah padat, sementara jumlah SMP Negeri juga masih terbatas. Karena itu menurut saya persentase zonasi jangan dibuat terlalu besar dan harus menyesuaikan kondisi tiap wilayah supaya lebih realistis,” jelas Ning Ais.

Politikus perempuan ini menegaskan semangat pemerataan pendidikan tetap harus dijaga. Namun, kebijakan penerimaan murid baru juga perlu mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat agar tidak hanya bertumpu pada aspek administratif.

Ning Ais mengingatkan agar anak-anak dari keluarga prasejahtera tidak kalah bersaing akibat sistem yang dinilai terlalu kaku.

“Jangan sampai anak-anak yang memang butuh bantuan justru kalah karena sistem yang terlalu administratif. Pendidikan itu hak semua anak, terutama yang memang secara ekonomi membutuhkan perhatian lebih,” tegasnya.

Baca Juga: Ketika Proyek Penanganan Banjir di Surabaya Hampir Rampung, Tapi Anggaran Belum Cair

Selain mendorong evaluasi jalur zonasi, Ning Ais juga meminta Pemerintah Kota Surabaya memperkuat kualitas sekolah swasta.

Langkah itu dinilai penting agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan sekolah dengan mutu pendidikan yang merata.

Ia berharap pelaksanaan SPMB Surabaya ke depan bisa berjalan lebih adil, transparan, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Siasat Licik Penjual Miras Ilegal di Surabaya Hindari Razia Satpol PP

Dalam penelusuran tersebut, tim Satpol PP Surabaya menemukan pola penjualan order-and-take demi mengelabui razia.

Anggaran Logistik Bencana Tembus Rp41 M: DPRD Jatim Tuntut Pangan Bergizi, Jangan Cuma Kenyang

DPRD Jatim mengakui mie instan praktis dan mudah didistribusikan, namun tidak ideal jika menjadi tumpuan utama asupan pangan di masa pengungsian. 

Hasil Pegadaian Championship, De Red FC Bungkam Deltras Sidoarjo 2-0

Bagi Deltras, kekalahan ini makin memperpanjang catatan kelam tanpa kemenangan menjadi empat pertandingan berturut-turut.

Jika Surat Penyetaraan Tidak Sah, Masih Lengkapkah Syarat Pencalonan Gibran?

Pada titik ini perlu dibuat batas yang tegas. Tidak sahnya Surat Keterangan tersebut tidak otomatis berarti Gibran berhenti sebagai Wakil Presiden.

Harga Emas Antam Hari Ini: Jual dan Beli Turun Bunda, Ini Rinciannya 

Pergerakan harga emas Antam Logam Mulia umumnya dipengaruhi oleh harga emas global serta nilai tukar rupiah.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Waspada Orang Kedua, Tapi Keberuntungan dan Uang Masih Oke

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.