Senin, 19 Okt 2026 20:41 WIB

Kebakaran di Gedung PPJT RSUD dr Soetomo Surabaya, Sistem Hidran Disorot

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 15 Mei 2026 14:07 WIB
Gedung PPJT di RSUD dr Soetomo Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).
Gedung PPJT di RSUD dr Soetomo Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Insiden kebakaran di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) menjadi bahan evaluasi besar bagi RSUD dr Soetomo Surabaya.

Manajemen rumah sakit kini menyoroti sistem hidran dan kesiapsiagaan penanganan kebakaran setelah muncul masukan dari petugas pemadam terkait tekanan air hidran di lokasi kejadian.

Baca Juga: Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Wakil Direktur Pelayanan Medik sekaligus Incident Commander RSUD dr Soetomo, Prof. Dr. Ahmad Suryawan mengatakan, rumah sakit sebenarnya telah memiliki standar penanganan kebakaran melalui sistem Code Red yang rutin disimulasikan.

“Code Red itu adalah beberapa kejadian yang menyangkut api dan itu harus tersimulasikan secara reguler dalam skala kecil, moderat, dan besar,” jelasnya, Jumat (15/5/2026).

Prof Wawan mengatakan bahwa RSUD dr Soetomo memiliki Hospital Disaster Program (HDP) sebagai sistem penanganan bencana internal rumah sakit.

Simulasi kebakaran dan evakuasi disebut rutin dilakukan dan tercatat di masing-masing unit melalui logbook khusus.

“Simulasi itu sudah kita lakukan secara reguler. Di setiap wilayah harus ada logbook-nya dan harus tercatat,” katanya.

Baca Juga: Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Meski demikian, pihak rumah sakit mengakui masih perlu melakukan evaluasi terhadap sistem hidran, terutama terkait tekanan air saat proses pemadaman kebakaran berlangsung.

“Kalau tekanannya yang dilakukan oleh Damkar kurang, ini yang akan menjadi evaluasi bagi kami ke depan,” tegas Prof Wawan.

Ia menambahakan, sistem hidran di RSUD dr Soetomo sebenarnya tersedia di area indoor maupun outdoor dan tetap berfungsi saat kejadian berlangsung.

Namun, rumah sakit akan mengecek kembali apakah tekanan air sudah memenuhi kebutuhan petugas pemadam kebakaran.

Baca Juga: Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

“Kami akan ngecek di area-area lain apakah sesuai dengan yang diinginkan oleh pihak Damkar,” tandas dia.

Evaluasi tersebut dilakukan pascainsiden kebakaran di ruang farmasi lantai 5 Gedung PPJT yang menyebabkan puluhan pasien harus dievakuasi.

Kebakaran juga mengakibatkan satu pasien meninggal dunia dan sejumlah petugas mengalami sesak napas akibat paparan asap.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satreskrim Polres Probolinggo, dan ditegaskan stok BBM aman.

SIER Unjuk Gigi di SPARK 2026 Malaysia, Buka Peluang Investasi Global ke Jawa Timur

Momen ini, SIER memboyong dua kawasan industri unggulannya, yakni kawasan SIER di Surabaya dan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) di Kabupaten Pasuruan.

Cerita Warga Jember Rasakan Manfaat Mobil Cinta, Pulang Berobat Tak Lagi Pikir Biaya

Zaini mengaku bersyukur karena keluarganya tidak harus memikirkan biaya transportasi, mulai dari proses mendapatkan pelayanan kesehatan hingga kembali ke rumah.

Kapolresta Sidoarjo Berganti, Ini Pesan Khusus Bupati Subandi

Kombes Pol Christian Tobing, mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh pihak selama dua tahun sepuluh bulan masa jabatannya saat jadi Kapolresta Sidoarjo.