Kamis, 03 Sep 2026 11:17 WIB

Korban Dugaan Keracunan MBG di Surabaya Bertambah, Wali Kota Eri Bingung

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 13 Mei 2026 12:37 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).

selalu.id - Kasus dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya, bertambah.

Hingga Selasa (12/5/2026) kemarin, total lima siswa harus menjalani perawatan di rumah sakit, sementara penyebab pasti kejadian masih menunggu hasil laboratorium yang diperkirakan keluar dalam lima hingga tujuh hari ke depan.

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyatakan, Pemkot Surabaya telah melakukan pengecekan dan memanggil pihak sekolah terkait insiden tersebut.

Ia mengatakan makanan yang dibagikan sebelumnya telah diperiksa dari sisi bau dan rasa, namun gangguan kesehatan baru muncul sekitar dua jam setelah dikonsumsi siswa.

“Tidak ada yang menjurus ke basi atau lainnya. Tapi setelah dua jam, terjadi kejadian ini. Ini yang buat bingung," kata Eri, Rabu (13/5/2026).

Meski demikian, hingga kini Pemkot belum dapat memastikan sumber masalah karena hasil uji laboratorium sampel makanan belum keluar.

“Masih dilabkan, hasilnya seperti apa masih kita tunggu,” ujarnya.

Baca Juga: Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, dr Billy Daniel Messakh mengatakan jumlah siswa yang dirawat bertambah dari tiga menjadi lima orang.

“Sebelumnya tiga pada Selasa sore. Pagi tadi nambah dua siswa. Jadi total ada lima anak yang dirawat,” sebutnya.

Kelima siswa tersebut kini menjalani observasi dan perawatan di RS Ibu dan Anak (RSIA) IBI Surabaya.

Baca Juga: Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Dinkes juga telah melakukan skrining kesehatan terhadap siswa lain melalui tim puskesmas.

Namun, kepastian penyebab insiden belum bisa diketahui dalam waktu cepat. Sampel makanan kini diuji di laboratorium Kementerian Kesehatan di Karang Menjangan, dengan hasil diperkirakan baru keluar dalam sepekan.

Peristiwa ini menambah sorotan terhadap pengawasan kualitas makanan dalam program MBG yang menyasar pelajar sekolah.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono Resmi Sandang Pangkat Irjen Pol

Salah satu keberhasilan paling menonjol saat memimpin Dinas Intelkam Polda Jatim adalah penanganan konflik antar perguruan pencak silat. 

Langkah Sigap PDS Bantu Warga Terdampak Gempa Flores di Tiga Wilayah NTT

Sekretaris Perusahaan PDS, Bayu Widyafrasta menegaskan bahwa aksi cepat ini merupakan komitmen dan kepedulian nyata perusahaan terhadap warga terdampak bencana.

Daftar Pemenang Mini Drama Competition EXPO Madrasah Jawa Timur 2026

Bahtiar mengatakan penguasaan bahasa asing bukan sekadar alat komunikasi, melainkan sarana penting untuk membangun hubungan hingga memahami dinamika global.