Dukung Perekonomian, 46 Hotel di Surabaya Sepakat Gunakan Produk UMKM
- Penulis : Ade Resty
- | Sabtu, 19 Mar 2022 15:54 WIB
selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya melakukan penandatanganan nota kesepakatan bersama (NKB), tentang penggunaan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan pemberdayaan masyarakat bersama 46 hotel Kota Surabaya, di Balai Kota, Jumat (18/3/2022) kemarin.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengucapkan terimakasih terhadap seluruh hotel yang mendukung perekenomian warga Kota Surabaya.
Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang
Eri mengatakan, dengan kalaborasi 46 hotel inii, dirinya optimis kedepannya segala permasalahan sosial di Surabaya bisa diselesaikan.
"Kekuatan Pemkot dengan semua stakeholder dan khususnya hotel di Surabaya, saya yakin, kemiskinan, pengangguran dan permasalahan di Kota Surabaya pasti bisa kita selesaikan dan kita lewati," kata Eri.
Selain itu, Eri menilai bahwa hotel-hotel atau mal yang ada di Kota Surabaya yang bisa mengangkat perekonomian warga sekitar.
Kata dia, hal ini pun terbukti melalui penandatanganan NKB yang dilakukan 46 hotel dalam upaya menggerakan perekonomian warga Surabaya.
Tak hanya itu, Eri meminta, nantinya agar setiap investasi yang hadir di Surabaya secara otomatis juga harus bisa mengangkat perekonomian warga sekitar.
"Karena itu kalau ada investasi masuk, jangan pernah ganggu investasi di Surabaya. Tapi ketika investasi itu ada, maka secara otomatis saya sampaikan harus bisa menarik warga sekitarnya," terangnya.
Salah satu bentuk dari kerja sama Pemkot dan Hotel di Kota Surabaya, adalah dengan menghadirkan produk-produk UMKM Surabaya ke setiap hotel. Akan tetapi, jika produk UMKM yang dibina pemkot itu harganya lebih tinggi dan kualitasnya di bawah, maka Eri pun meminta kepada pihak hotel agar menolak. Sebab, kata dia, pemerintah juga tidak bisa semena-mena dalam menjalankan kewenangannya.
"Tetapi bagaimana kita (pemkot), membantu meningkatkan kemampuan dari UMKM kita, sehingga produknya bisa diambil oleh hotel-hotel sesuai standarnya," ujar dia.
Pemkot juga memastikan tak hanya sekadar memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pelaku UMKM, tapi juga menjembatani mereka agar masuk menjadi bagian dari investasi yang ada di Surabaya. Dalam prosesnya, pemkot juga melakukan kurasi terhadap setiap produk UMKM yang akan dihadirkan di hotel Surabaya.
"Tadi disepakati bahwa seperti sandal hotel, makanan kecil, kebutuhan seperti sabun, tusuk gigi itu semuanya bisa dipenuhi Pemkot Surabaya. Kemudian ada sayur-sayuran, setelah itu tenaga kerjanya minimal 50 persen harus orang Surabaya dan ini semua harus disepakati," papar Eri.
Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (DKKORP) Surabaya Wiwiek Widayati menjelaskan, bahwa NKB ini bertujuan untuk mengoptimalisasi penggunaan produk UMKM dan pemberdayaan masyarakat.
Wiwiek menyampaikan, hal itu merupakan salah satu bentuk tanggung jawab antara pemkot bersama stakeholder dalam meningkatkan pembangunan perekonomian Kota Surabaya.
"Optimalisasi itu melalui penyelenggaraan kegiatan keterlibatan pelaku UMKM dalam menyediakan produk-produk di perhotelan," kata Wiwiek.
Adapun sinergi kerja sama ini, kata Wiwiek, bentuknya berupa penyediaan barang-barang kebutuhan hotel dari para pelaku UMKM Surabaya.
Antara lain, seragam batik untuk para karyawan serta penyediaan sandal hotel untuk tamu. Selain itu, ada makanan, minuman serta amenities atau perlengkapan penunjang kamar hotel yang bisa digunakan.
"Di sisi lain (hotel) juga memprioritaskan untuk mengupayakan penyerapan tenaga kerja yang ber-KTP Surabaya kurang lebih sedikitnya 50 persen menjadi karyawan-karyawati di hotel," jelas dia.
Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa
Menurut Wiwiek, 46 hotel yang menandatangani NKB itu masih sebagian kecil dari jumlah total sekitar 240 hotel yang ada di Surabaya. Namun, secara bertahap, dia memastikan bahwa pemkot akan bersinergi dengan seluruh hotel yang ada di Kota Surabaya.
"Untuk hotel lain akan kami proses secara bertahap," pungkasnya.
Adapun ke 46 hotel yang menandatangani NKB tersebut, yakni Hotel Oakwood Hotel And Residence, Hotel Double Tree, Hotel Tunjungan, Hotel Mercure Grand Mirama, Hotel Country Heritage Resort, Hotel Bisanta Bidakara, Hotel Elmi, Hotel Gunawangsa Manyar, Hotel Vasa, Hotel Java Paragon,
Kemudian, Hotel Aria Centra Surabaya, Hotel Grand Inna Tunjungan, Hotel Santika Premiere Gubeng, Hotel Arcadia, Hotel Verwood Surabaya, Hotel Crown Prince, Hotel Harris Gubeng, Hotel Ciputra World, Hotel Varna, Hotel Bekizaar dan Hotel G Suites.
Selain itu, ada Hotel Garden Palace, Hotel Midtown Residence, Hotel Grand Dafam, Hotel Sahid Surabaya, Hotel Midtown, Aston Inn, Hotel Ibis Surabaya City Center, Hotel Yello, Ibis Budget Diponegoro, Hotel Pop Gubeng, Hotel Narita, Hotel Pesonna.
Lalu, Pop Stasiun Kota, Hotel Pop Diponegoro, Hotel Istana Permata Ngagel, Istana Permata Dinoyo, Hotel Cleo Business Jemursari, Hotel Max One, Hotel Gunawangsa Merr, Hotel 88 Embong Malang, Hotel V3 (Vini, Vidi, Vici), Hotel Oval, Hotel Grand Surabaya, Deka dan Gold Vitel. (Ade/SL1)
Editor : RedaksiURL : https://selalu.id/news-1371-dukung-perekonomian-46-hotel-di-surabaya-sepakat-gunakan-produk-umkm
