Minggu, 28 Jun 2026 00:57 WIB

Sindikat Penipuan Online Internasional di Surabaya Terbongkar, Mayoritas WNA Cina

Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfie Sulistiawan (pegang mic) (foto:dok ist)
Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfie Sulistiawan (pegang mic) (foto:dok ist)

selalu.id - Satreskrim Polrestabes Surabaya membongkar markas scamming atau penipuan online internasional di sejumlah lokasi dengan mengamankan 44 tersangka. 

Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfie Sulistiawan menjelaskan bahwa puluhan tersangka yang diamankan terdiri dari berbagai warga negara asing dan Indonesia.

Baca Juga: Ini Dia Tampang Pelaku Pembacokan Pelajar SMA hingga Tewas saat HUT Persebaya

Rinciannya yakni 30 warga negara Cina, 7 warga negara Taiwan, 4 warga negara Jepang, serta 3 warga negara Indonesia yang diduga terlibat dalam jaringan penipuan internasional tersebut.

“Mereka bermarkas di Jalan Dharmahusada Permai VII Blok N, Jalan Embong Kenongo, Jalan Darmo Permai I, serta Jalan Yosodipuro, Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah,” kata Luthfie saat memberikan keterangan pers, Jumat (8/5/2026).

Menurutnya, ada dua tersangka utama dalam perkara ini Shion dan Akai. Keduanya diduga memiliki peran penting dalam operasional jaringan scamming internasional tersebut.

Polisi juga mengungkap adanya dua korban warga negara Jepang bernama Yuria Kikuchi dan Shikaura Midori yang diduga menjadi korban perdagangan orang berkedok tawaran pekerjaan.

Modus yang digunakan para tersangka yakni menawarkan perjalanan dan pekerjaan gratis melalui aplikasi e-signal menggunakan akun bernama kurokawa.

Yuria Kikuchi dijanjikan pekerjaan sebagai ladies company atau LC di Vietnam, sedangkan Shikaura Midori ditawari pekerjaan sebagai admin dengan fasilitas tiket pulang-pergi.

Namun, setelah menerima tawaran tersebut, kedua korban justru dibawa ke Surabaya dan dijadikan operator admin scamming oleh jaringan tersebut.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Penipuan Online Lintas Negara, Pakai Modus Cinta dan Hadiah

“Korban juga dijamin dibelikan tiket pulang-pergi. Namun kenyataannya, korban dibawa menuju Surabaya guna dijadikan admin operator scamming,” lanjutnya.

Dari hasil penyelidikan, polisi menduga kedua korban dijual oleh pemilik akun e-signal kepada tersangka Shion dan Akai dengan nilai mencapai 25 ribu dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp425 juta.

Selain itu, para korban juga diduga mengalami penyekapan karena paspor dan alat komunikasi mereka disita sehingga tidak dapat menghubungi keluarga.

“Jika tidak mau bekerja atau merengek minta pulang, akan dikirim ke tempat lain yang lebih buruk, termasuk ancaman akan menjual organ tubuh mereka,” ungkap Luthfie.

Baca Juga: Polisi Usut Proyek Maut di Margorejo Surabaya, Siapa jadi Tersangka?

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut menyita berbagai barang bukti berupa ratusan telepon genggam, komputer, laptop, handy talkie, printer, kamus Bahasa Mandarin, seragam polisi Tokyo, kendaraan, serta uang tunai berbagai mata uang.

Uang tunai yang diamankan terdiri dari mata uang Rupiah, Ringgit Malaysia, hingga Yuan yang diduga berkaitan dengan aktivitas jaringan penipuan online internasional tersebut.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 450 KUHP, Pasal 451 KUHP, Pasal 455 KUHP, Pasal 492 KUHP, serta Pasal 28 ayat 1 juncto Pasal 45 A ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Mereka juga dijerat dengan dugaan tindak pidana penculikan, penyekapan, perdagangan orang, dan penipuan berbasis elektronik yang saat ini masih terus dikembangkan oleh penyidik Polrestabes Surabaya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Akibat Nunggak Pajak, 230 Aset Senilai Rp646,1 miliar Disita DJP

"Meski demikian, penyitaan bukan akhir dari proses," ujar Kanwil DJP Jawa Timur II, Johny Victor.

Dirjen Pajak Sita 230 Aset Penunggak hingga Rp24,9 Miliar di Jatim

Penyitaan aset ini menjadi langkah lanjutan apabila ruang penyelesaian secara kooperatif tidak dimanfaatkan.

Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026 Babak Penyisihan Grup Minggu Besok

Tim-tim unggulan seperti Argentina, Inggris, dan Portugal dijadwalkan turun bertanding pada laga penentuan fase grup ini.

Mengintip Odyssey Hall di Legacy Ballroom Surabaya, Venue Pernikahan Tradisional Modern yang Elegan

Lantai ini juga menyediakan area pre-function yang ideal untuk menggelar berbagai ritual adat, memberikan ruang yang lebih intim bagi calon pengantin.

Kesaksian Tetangga dan Sosok Pria di Balik Tewasnya Janda Jombang di Surabaya

Sepengetahuan Rani dan warga lainnya, selama ini SN diketahui memiliki hubungan asmara dengan seorang laki-laki berinisial Y yang disebut asal Menganti, Gresik.

Kirab Budaya Mojo Bangkit, 1.080 Peserta Bangkitkan Peradaban Majapahit

Kirab menghadirkan kisah perjalanan Majapahit, mulai dari masa Dyah Wijaya, Tribuana Tunggadewi, hingga puncak peradaban di era Prabu Hayam Wuruk.