Minggu, 16 Agu 2026 02:21 WIB

Sindikat Penipuan Online Internasional di Surabaya Terbongkar, Mayoritas WNA Cina

Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfie Sulistiawan (pegang mic) (foto:dok ist)
Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfie Sulistiawan (pegang mic) (foto:dok ist)

selalu.id - Satreskrim Polrestabes Surabaya membongkar markas scamming atau penipuan online internasional di sejumlah lokasi dengan mengamankan 44 tersangka. 

Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfie Sulistiawan menjelaskan bahwa puluhan tersangka yang diamankan terdiri dari berbagai warga negara asing dan Indonesia.

Baca Juga: Jejak "Koki" Tembakau Sintetis dan Langkah Polisi Membongkar Jaringan Narkoba di Sidoarjo

Rinciannya yakni 30 warga negara Cina, 7 warga negara Taiwan, 4 warga negara Jepang, serta 3 warga negara Indonesia yang diduga terlibat dalam jaringan penipuan internasional tersebut.

“Mereka bermarkas di Jalan Dharmahusada Permai VII Blok N, Jalan Embong Kenongo, Jalan Darmo Permai I, serta Jalan Yosodipuro, Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah,” kata Luthfie saat memberikan keterangan pers, Jumat (8/5/2026).

Menurutnya, ada dua tersangka utama dalam perkara ini Shion dan Akai. Keduanya diduga memiliki peran penting dalam operasional jaringan scamming internasional tersebut.

Polisi juga mengungkap adanya dua korban warga negara Jepang bernama Yuria Kikuchi dan Shikaura Midori yang diduga menjadi korban perdagangan orang berkedok tawaran pekerjaan.

Modus yang digunakan para tersangka yakni menawarkan perjalanan dan pekerjaan gratis melalui aplikasi e-signal menggunakan akun bernama kurokawa.

Yuria Kikuchi dijanjikan pekerjaan sebagai ladies company atau LC di Vietnam, sedangkan Shikaura Midori ditawari pekerjaan sebagai admin dengan fasilitas tiket pulang-pergi.

Namun, setelah menerima tawaran tersebut, kedua korban justru dibawa ke Surabaya dan dijadikan operator admin scamming oleh jaringan tersebut.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Arisan Online Fiktif Rp71 Miliar, Tipu 140 Korban dari Aceh hingga Papua

“Korban juga dijamin dibelikan tiket pulang-pergi. Namun kenyataannya, korban dibawa menuju Surabaya guna dijadikan admin operator scamming,” lanjutnya.

Dari hasil penyelidikan, polisi menduga kedua korban dijual oleh pemilik akun e-signal kepada tersangka Shion dan Akai dengan nilai mencapai 25 ribu dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp425 juta.

Selain itu, para korban juga diduga mengalami penyekapan karena paspor dan alat komunikasi mereka disita sehingga tidak dapat menghubungi keluarga.

“Jika tidak mau bekerja atau merengek minta pulang, akan dikirim ke tempat lain yang lebih buruk, termasuk ancaman akan menjual organ tubuh mereka,” ungkap Luthfie.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Inspektorat Usut Tuntas Penipuan Loker Pemkot oleh Oknum Dishub dan Satpol PP

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut menyita berbagai barang bukti berupa ratusan telepon genggam, komputer, laptop, handy talkie, printer, kamus Bahasa Mandarin, seragam polisi Tokyo, kendaraan, serta uang tunai berbagai mata uang.

Uang tunai yang diamankan terdiri dari mata uang Rupiah, Ringgit Malaysia, hingga Yuan yang diduga berkaitan dengan aktivitas jaringan penipuan online internasional tersebut.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 450 KUHP, Pasal 451 KUHP, Pasal 455 KUHP, Pasal 492 KUHP, serta Pasal 28 ayat 1 juncto Pasal 45 A ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Mereka juga dijerat dengan dugaan tindak pidana penculikan, penyekapan, perdagangan orang, dan penipuan berbasis elektronik yang saat ini masih terus dikembangkan oleh penyidik Polrestabes Surabaya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Selain di Margorejo Surabaya, Pos Polisi Cito juga Dilempar Molotov

Pantauan di Pos Polisi Cito, saat ini sejumlah petugas tengah berjaga. Di dalam ruang tengah pos polisi itu, terlihat terpasang police line atau garis polisi.

Pelaku Pelemparan Molotov di Pos Polisi Margorejo Surabaya Itu Kendarai Motor

Saat ini, polisi tengah melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap pelakunya. Pelaku diketahui mengendarai motor dan kabur ke arah Utara.

Pos Polisi Margorejo Surabaya Dilempar Molotov, Begini Kesaksian Warga

Molotov yang dilempar oleh seorang pengendara motor misterius, itu disebut mengeluarkan suara ledakan meski tidak keras.

Pos Polisi Margorejo Surabaya Dilempar Molotov oleh Pemotor Misterius

Saat ini, polisi masih di lokasi kejadian untuk melakukan serangkaian penyelidikan, termasuk memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap insiden tersebut.

KUA-PPAS Sidoarjo 2026 Digedok, Belanja Daerah Turun Rp102,78 Miliar

Banggar DPRD Sidoarko meminta Pemkab memastikan dokumen perencanaan nasional, provinsi, dan kabupaten tetap selaras.

Pengurus ESI Gresik 2025-2028 Dilantik, Persiapan Porprov Jatim jadi Fokus

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta ESI Gresik memperbanyak event kompetisi untuk menjaring sekaligus membina bibit atlet esports.