Selasa, 11 Agu 2026 18:47 WIB

Pilkades 2026, DPRD Sidoarjo Soroti Status Cakades dari Perangkat Desa dan Tunjangan Purnatugas BPD

  • Penulis : Ariyanto
  • | Kamis, 07 Mei 2026 18:51 WIB
Komisi A DPRD Kabupaten Sidoarjo mengambil langkah tegas untuk mengantisipasi kegaduhan regulasi Pilkades 2026 dengan hearing. (Foto: Ariyanto/selalu.id).
Komisi A DPRD Kabupaten Sidoarjo mengambil langkah tegas untuk mengantisipasi kegaduhan regulasi Pilkades 2026 dengan hearing. (Foto: Ariyanto/selalu.id).

selalu.id - Menjelang pelaksanaan Pilkades Serentak 2026 di Kabupaten Sidoarjo mulai memunculkan sejumlah persoalan krusial.

Mulai dari polemik status perangkat desa yang maju sebagai calon kepala desa (Cakades), hingga tuntutan tunjangan purnatugas bagi anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), menjadi sorotan dalam hearing yang digelar bersama DPRD Sidoarjo.

Baca Juga: Bobroknya Pengelolaan Rusunawa Pucang Sidoarjo di Balik Pendapatan Miliaran

Dalam forum tersebut, anggota DPRD Sidoarjo, Reza menegaskan pentingnya menjaga netralitas dan mencegah konflik kepentingan selama tahapan Pilkades berlangsung.

Ia menilai, perangkat desa yang telah resmi ditetapkan sebagai Cakades semestinya mengambil langkah mundur dari jabatannya.

​"Kami tegaskan, demi menghindari conflict of interest atau konflik kepentingan selama proses pesta demokrasi desa, perangkat desa yang sudah ditetapkan sebagai Cakades sebaiknya mengundurkan diri. Ini sesuai dengan spirit yang dibawa PP Nomor 16 Tahun 2026," tegasnya, Kamis (7/5/2026).

Menurut Reza, meski regulasi teknis di tingkat daerah masih menunggu penyesuaian, semangat kepatuhan terhadap aturan yang lebih tinggi tetap harus dikedepankan.

Ia menyebut, keberadaan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2026 sudah cukup memberi arah terhadap proses demokrasi desa yang sehat dan berintegritas.

Di sisi lain, pembahasan hearing juga mengerucut pada tuntutan kesejahteraan anggota BPD.

Ketua Forum Komunikasi BPD Sidoarjo, Sigit Setiawan, meminta pemerintah daerah tidak hanya memperhatikan tunjangan purna tugas kepala desa, tetapi juga memikirkan hak serupa bagi anggota BPD sebagaimana tertuang dalam aturan terbaru.

"Selama ini yang ada adalah tunjang purna tugas Kades sebesar Rp50 juta. Dengan turunnya PP baru ini, kami minta apa yang menjadi hak anggota BPD, seperti tunjangan pensiun benar-benar menjadi perhatian pemerintah daerah," ungkapnya.

Aspirasi tersebut mendapat respons dari Reza. Ia menilai, sepanjang memiliki dasar hukum yang kuat, pemerintah daerah wajib memberi perhatian terhadap hak-hak anggota BPD.

Baca Juga: Tak Hanya Lindungi Pesisir, Pemkab Sidoarjo Sulap Kawasan Mangrove jadi Penggerak Ekonomi Warga

​"Kalau memang hak purnatugas itu sudah diatur secara eksplisit dalam PP Nomor 16 Tahun 2026, maka pihak eksekutif Pemerintah Kabupaten Sidoarjo wajib memberikan perhatian serius," jelasnya.

Tak hanya soal regulasi dan kesejahteraan, hearing itu juga menyinggung maraknya baliho Cakades yang memuat foto sejumlah anggota DPRD Sidoarjo.

Fenomena tersebut sempat memunculkan pertanyaan dari peserta hearing terkait dugaan dukungan politik terselubung.

Menanggapi hal itu, Reza mengaku telah melakukan pengecekan internal kepada sejumlah anggota dewan.

Menurutnya, mayoritas legislator tidak mengetahui foto maupun namanya dicantumkan dalam alat peraga para bakal calon kepala desa.

Baca Juga: Cita-cita Aisatus Zahira, Salah Satu Pelajar Sidoarjo untuk Jamnas Pramuka 2026

Meski demikian, Reza memilih menitikberatkan perhatian pada pengawasan jalannya Pilkades agar tetap berjalan aman dan sesuai aturan.

​"Pilkades yang lancar, jujur, adil dan aman hanya bisa terwujud kalau semua pihak taat peraturan. Taat peraturan adalah indikator kedewasaan masyarakat dalam berdemokrasi. Sesuai tupoksi, kami akan melakukan pengawasan ketat di setiap tahapan selama proses Pilkades Serentak Tahun 2026 ini," paparnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat. K

Kepala Dinas PMD Sidoarjo, Probo Agus Sunarno, menyebut pihaknya tengah melakukan konsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait implementasi aturan baru tersebut.

​"Kami masih menunggu petunjuk teknis berupa Permendagri sebagai tindak lanjut PP baru itu. Begitu ada lampu hijau, Perbup Sidoarjo akan segera disesuaikan. Termasuk soal mekanisme pengunduran diri perangkat desa dan tunjangan purna tugas BPD," katanya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Catatan Khusus Ahmad Dhani Tentang Tiga Dekade Kota Surabaya

Ahmad Dhani mengingatkan pembangunan kota tidak boleh hanya mengejar kemajuan fisik tanpa memperhatikan seni, musik, dan kebudayaan.

DPRD-Pemkab Pasuruan Sepakati KUA-PPAS 2027, APBD Segera Masuk Tahap Penyusunan

Kesepakatan ini sekaligus menjadi salah satu tahapan penting dalam menentukan arah penggunaan anggaran daerah.

Sederet Komitmen Pemkab Jember Dukung Pengembangan Generasi Muda Lewat Gerakan Pramuka

Pemkab memastikan seluruh Kontingen Cabang Jember yang akan mengikuti Jamnas XII Tahun 2026 di Cibubur, Jakarta, mendapat dukungan pembiayaan penuh.

Wakil Ketua DPRD Jatim Digugat soal Dugaan Ijazah Palsu, Kuasa Hukum: Sarat Muatan Politik!

Arifin menjelaskan, gugatan yang diajukan sebagai gugatan warga negara (citizen lawsuit) tidak memenuhi syarat esensinya. 

Wakil Ketua DPRD Jatim dan Anggota DPRD Bojonegoro Absen di Sidang Perdana Kasus Dugaan Ijazah Palsu

Dalam perkara dugaan ijazah palsu tersebut secara tidak langsung menyeret nama kakak (Sukur Priyanto) dan adik (Sri Wahyuni) di 'meja hijau' sebagai tergugat.

Harga Emas Antam Hari Ini: Naik Tipis Bosku, Ini Rincian Lengkapnya

Pergerakan harga emas Antam Logam Mulia umumnya dipengaruhi oleh harga emas global serta nilai tukar rupiah.