Banjir Rob Ancam Pesisir Pantura, Gubernur Khofifah dan KKP Bakal Bangun Tanggul Laut Raksasa
- Penulis : Tim Selalu
- | Minggu, 26 Apr 2026 22:07 WIB
selalu.id - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyebut pesisir pantai utara memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap penurunan muka tanah dan berpotensi mengalami banjir rob dimasa mendatang.
Zona itu dianggap krusial karena eskalasi penurunan tanah yang semakin cepat dari 20 tahun menjadi 15 tahun, sehingga pihaknya akan mendukung percepatan pembangunan tanggul laut raksasa (Giant Sea Wall) Jatim.
Baca Juga: Sederet Komitmen Pemprov Jatim dalam Dukung Perkembangan Industri Konstruksi
"Diperlukan intervensi infrastruktur berskala besar yang terintegrasi dengan kebijakan lingkungan dan sosial," Ujar Khofifah saat menerima Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Didit Herdiawan Asraf di Gedung Negara Grahadi, Jumat 24 April 2026.
Khofifah menyampaikan fokus pembangunan GSW di Jawa Timur berada pada tiga kawasan strategis Pantura Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Gresik.
Ketiga wilayah ini merupakan zona kritis pesisir utara Jawa Timur yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap penurunan muka tanah, banjir rob, serta tekanan aktivitas ekonomi dan industri pesisir.
Secara kelembagaan, Gubernur Jawa Timur bersama Bupati Tuban, Lamongan, dan Gresik menjadi bagian dari Dewan Pengelola Pantura Jawa, sebagaimana diatur dalam Perpres No. 77 Tahun 2025 Pasal 6.
Posisi ini memberikan peran strategis bagi Jawa Timur karena memberikan ruang intervensi langsung daerah dalam pengambilan keputusan nasional khususnya sinkronisasi pusat–daerah dalam implementasi PSN.
Baca Juga: Demi Dongkrak Daya Beli, Pemprov Jatim Salurkan Bantuan Sosial Rp32,16 Miliar di Ngawi
"Jawa Timur sebagai aktor kunci dalam pengelolaan Pantura Jawa," jelasnya.
Pembangunan GSW di Pantura Jawa Timur memiliki urgensi tinggi karena menghadapi tekanan multidimensi. Diantaranya tekanan lingkungan terjadinya penurunan muka tanah mencapai 1–2 cm tiap tahun, diperparah oleh kenaikan muka air laut dan gelombang pasang ekstrem.
Mulai dari risiko bencana pesisir seperti banjir rob yang semakin intens, ancaman abrasi, serta potensi krisis air bersih di wilayah pesisir.
Baca Juga: Puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Khofifah Ajak Tanam Pohon dan Kelola Sampah
"Termasuk kerentanan sosial meningkatnya jumlah penduduk terdampak banjir rob dan degradasi kualitas hidup masyarakat pesisir," katanya.
Sementara itu, Wakil Menteri KKP Didit Herdiawan Asraf menyebutkan bahwa Giant Sea Wall (GWS) akan dibangun sekitar 4 sampai 6 km dari bibir pantai. Ia menyebut saat ini tengah dilakukan penelitian dan assessment untuk dapat melaksanakan proyek tersebut.
"Seperti apa nanti dibangun ditengah laut sekitar 4-6 km dari bibir pantai dan rencananya akan kita laksanakan setelah selesai semua," ungkapnya.
Editor : Redaksi