Minggu, 16 Agu 2026 03:42 WIB

Banjir Rob Ancam Pesisir Pantura, Gubernur Khofifah dan KKP Bakal Bangun Tanggul Laut Raksasa

  • Penulis : Tim Selalu
  • | Minggu, 26 Apr 2026 22:07 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat berincang dengan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Didit Herdiawan Asraf. 
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat berincang dengan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Didit Herdiawan Asraf. 

selalu.id - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyebut pesisir pantai utara memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap penurunan muka tanah dan berpotensi mengalami banjir rob dimasa mendatang.

Zona itu dianggap krusial karena eskalasi penurunan tanah yang semakin cepat dari 20 tahun menjadi 15 tahun, sehingga pihaknya akan mendukung percepatan pembangunan tanggul laut raksasa (Giant Sea Wall) Jatim.

Baca Juga: Menko AHY Resmikan 166 Rumah Revitalisasi Kampung Nelayan di Campurejo Gresik

"Diperlukan intervensi infrastruktur berskala besar yang terintegrasi dengan kebijakan lingkungan dan sosial," Ujar Khofifah saat menerima Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Didit Herdiawan Asraf di Gedung Negara Grahadi, Jumat 24 April 2026.

Khofifah menyampaikan fokus pembangunan GSW di Jawa Timur berada pada tiga kawasan strategis Pantura Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Gresik. 

Ketiga wilayah ini merupakan zona kritis pesisir utara Jawa Timur yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap penurunan muka tanah, banjir rob, serta tekanan aktivitas ekonomi dan industri pesisir.

Secara kelembagaan, Gubernur Jawa Timur bersama Bupati Tuban, Lamongan, dan Gresik menjadi bagian dari Dewan Pengelola Pantura Jawa, sebagaimana diatur dalam Perpres No. 77 Tahun 2025 Pasal 6. 

Posisi ini memberikan peran strategis bagi Jawa Timur karena memberikan ruang intervensi langsung daerah dalam pengambilan keputusan nasional khususnya sinkronisasi pusat–daerah dalam implementasi PSN.

Baca Juga: Momen Haru Warga Mojokerto Sambut Bantuan Air Bersih dari Pemerintah

"Jawa Timur sebagai aktor kunci dalam pengelolaan Pantura Jawa," jelasnya.

Pembangunan GSW di Pantura Jawa Timur memiliki urgensi tinggi karena menghadapi tekanan multidimensi. Diantaranya tekanan lingkungan terjadinya penurunan muka tanah mencapai 1–2 cm tiap tahun, diperparah oleh kenaikan muka air laut dan gelombang pasang ekstrem. 

Mulai dari risiko bencana pesisir seperti banjir rob yang semakin intens, ancaman abrasi, serta potensi krisis air bersih di wilayah pesisir.

Baca Juga: ALLPACK Surabaya 2026: Cara Krista Exhibitions Perkuat Hilirisasi dan Daya Saing IKM

"Termasuk kerentanan sosial meningkatnya jumlah penduduk terdampak banjir rob dan degradasi kualitas hidup masyarakat pesisir," katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri KKP Didit Herdiawan Asraf menyebutkan bahwa Giant Sea Wall (GWS) akan dibangun sekitar 4 sampai 6 km dari bibir pantai. Ia menyebut saat ini tengah dilakukan penelitian dan assessment untuk dapat melaksanakan proyek tersebut.

"Seperti apa nanti dibangun ditengah laut sekitar 4-6 km dari bibir pantai dan rencananya akan kita laksanakan setelah selesai semua," ungkapnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Selain di Margorejo Surabaya, Pos Polisi Cito juga Dilempar Molotov

Pantauan di Pos Polisi Cito, saat ini sejumlah petugas tengah berjaga. Di dalam ruang tengah pos polisi itu, terlihat terpasang police line atau garis polisi.

Pelaku Pelemparan Molotov di Pos Polisi Margorejo Surabaya Itu Kendarai Motor

Saat ini, polisi tengah melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap pelakunya. Pelaku diketahui mengendarai motor dan kabur ke arah Utara.

Pos Polisi Margorejo Surabaya Dilempar Molotov, Begini Kesaksian Warga

Molotov yang dilempar oleh seorang pengendara motor misterius, itu disebut mengeluarkan suara ledakan meski tidak keras.

Pos Polisi Margorejo Surabaya Dilempar Molotov oleh Pemotor Misterius

Saat ini, polisi masih di lokasi kejadian untuk melakukan serangkaian penyelidikan, termasuk memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap insiden tersebut.

KUA-PPAS Sidoarjo 2026 Digedok, Belanja Daerah Turun Rp102,78 Miliar

Banggar DPRD Sidoarko meminta Pemkab memastikan dokumen perencanaan nasional, provinsi, dan kabupaten tetap selaras.

Pengurus ESI Gresik 2025-2028 Dilantik, Persiapan Porprov Jatim jadi Fokus

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta ESI Gresik memperbanyak event kompetisi untuk menjaring sekaligus membina bibit atlet esports.