Kamis, 03 Sep 2026 13:34 WIB

Sambut Hari Kartini, Ning Gyta Dorong Peran Keluarga Cegah Pernikahan Dini di Jember

Ketua PKK Kabupaten Jember, Ning Gyta saat Talk Show di Pendopo Wahyawibawagraha Jember. (Foto: Nurul/selalu.id).
Ketua PKK Kabupaten Jember, Ning Gyta saat Talk Show di Pendopo Wahyawibawagraha Jember. (Foto: Nurul/selalu.id).

selalu.id - Peringatan Hari Kartini tahun ini dimaknai dengan langkah konkret melalui kegiatan “Sekolah Berdaya untuk Mencegah Pernikahan Dini” yang berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha, Rabu (15/4/2026).

Acara tersebut dihadiri Ketua PKK Kabupaten Jember Ning Gyta, jajaran camat, organisasi perangkat daerah (OPD), serta para kader PKK.

Baca Juga: Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Hadir pula sebagai narasumber Najelaa Shihab yang memberikan penguatan terkait pola pengasuhan dalam keluarga.

Dalam sambutannya, Ning Gyta mengungkapkan bahwa Kabupaten Jember memiliki potensi besar, baik dari sisi wilayah maupun sumber daya manusia.

Jember tercatat sebagai daerah dengan luas wilayah dan jumlah penduduk terbesar ketiga di Provinsi Jawa Timur.

“Letak geografis Jember sangat strategis. Di selatan kita memiliki garis pantai yang panjang, sementara di utara terdapat kawasan Pegunungan Argopuro yang menjadi potensi alam luar biasa,” katanya.

Ning Gyta menambahkan bahwa sektor pendidikan di Jember berkembang pesat, dengan sekitar 31 perguruan tinggi serta jumlah pondok pesantren terbanyak di Jawa Timur.

Namun demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi, mulai dari angka kematian ibu dan anak, rendahnya literasi, hingga indeks pembangunan manusia yang perlu ditingkatkan.

Dengan berbagai persoalan tersebut, maka tidak lepas dari kondisi keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat.

Baca Juga: Pemkab Jember Fokuskan APBD 2026 untuk Kesehatan hingga Pendidikan 

“Semua masalah itu bermula dari keluarga. Maka, solusi utamanya juga harus dimulai dari keluarga,” jelas Ning Gyta.

Melalui program Sekolah Berdaya, para peserta diberikan pemahaman bahwa pola asuh bukan hanya soal kasih sayang, tetapi juga tentang bagaimana memberikan cinta dengan cara yang tepat.

Edukasi ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan keluarga dalam mencegah pernikahan usia dini.

Ning Gyta menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember sendiri telah menggulirkan berbagai program pendukung, di antaranya bantuan sosial untuk menekan angka kemiskinan, layanan kesehatan melalui program UHC, serta beasiswa pendidikan untuk mendorong generasi muda melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

Sementara, Najelaa Shihab menekankan pentingnya membangun hubungan emosional yang sehat antara orang tua dan anak.

Baca Juga: Cerita Manis Riezda Indo Dairy, Berdayakan Warga Lokal Lewat Peternakan Sapi Perah

Ia menyebut, pemenuhan kebutuhan kasih sayang di rumah menjadi faktor penting dalam mencegah anak mencari perhatian di luar, yang berpotensi berujung pada pernikahan dini.

“Peran orang tua, terutama ayah, sangat penting dalam membangun rasa aman bagi anak, khususnya anak perempuan,” jelasnya.

Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan keluarga dinilai menjadi kunci dalam menciptakan generasi yang lebih berkualitas.

Dengan mengusung semangat Hari Kartini, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi titik awal penguatan peran keluarga dalam membangun masa depan anak-anak Jember yang lebih baik dan bebas dari pernikahan dini. (ADV).

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.

Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono Resmi Sandang Pangkat Irjen Pol

Salah satu keberhasilan paling menonjol saat memimpin Dinas Intelkam Polda Jatim adalah penanganan konflik antar perguruan pencak silat.