Senin, 20 Jul 2026 10:25 WIB

Sambut Hari Kartini, Ning Gyta Dorong Peran Keluarga Cegah Pernikahan Dini di Jember

Ketua PKK Kabupaten Jember, Ning Gyta saat Talk Show di Pendopo Wahyawibawagraha Jember. (Foto: Nurul/selalu.id).
Ketua PKK Kabupaten Jember, Ning Gyta saat Talk Show di Pendopo Wahyawibawagraha Jember. (Foto: Nurul/selalu.id).

selalu.id - Peringatan Hari Kartini tahun ini dimaknai dengan langkah konkret melalui kegiatan “Sekolah Berdaya untuk Mencegah Pernikahan Dini” yang berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha, Rabu (15/4/2026).

Acara tersebut dihadiri Ketua PKK Kabupaten Jember Ning Gyta, jajaran camat, organisasi perangkat daerah (OPD), serta para kader PKK.

Baca Juga: Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Hadir pula sebagai narasumber Najelaa Shihab yang memberikan penguatan terkait pola pengasuhan dalam keluarga.

Dalam sambutannya, Ning Gyta mengungkapkan bahwa Kabupaten Jember memiliki potensi besar, baik dari sisi wilayah maupun sumber daya manusia.

Jember tercatat sebagai daerah dengan luas wilayah dan jumlah penduduk terbesar ketiga di Provinsi Jawa Timur.

“Letak geografis Jember sangat strategis. Di selatan kita memiliki garis pantai yang panjang, sementara di utara terdapat kawasan Pegunungan Argopuro yang menjadi potensi alam luar biasa,” katanya.

Ning Gyta menambahkan bahwa sektor pendidikan di Jember berkembang pesat, dengan sekitar 31 perguruan tinggi serta jumlah pondok pesantren terbanyak di Jawa Timur.

Namun demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi, mulai dari angka kematian ibu dan anak, rendahnya literasi, hingga indeks pembangunan manusia yang perlu ditingkatkan.

Dengan berbagai persoalan tersebut, maka tidak lepas dari kondisi keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat.

Baca Juga: Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

“Semua masalah itu bermula dari keluarga. Maka, solusi utamanya juga harus dimulai dari keluarga,” jelas Ning Gyta.

Melalui program Sekolah Berdaya, para peserta diberikan pemahaman bahwa pola asuh bukan hanya soal kasih sayang, tetapi juga tentang bagaimana memberikan cinta dengan cara yang tepat.

Edukasi ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan keluarga dalam mencegah pernikahan usia dini.

Ning Gyta menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember sendiri telah menggulirkan berbagai program pendukung, di antaranya bantuan sosial untuk menekan angka kemiskinan, layanan kesehatan melalui program UHC, serta beasiswa pendidikan untuk mendorong generasi muda melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

Sementara, Najelaa Shihab menekankan pentingnya membangun hubungan emosional yang sehat antara orang tua dan anak.

Baca Juga: Dari Beasiswa Rp59 Miliar hingga Sekolah Rakyat, Langkah Pemkab Jember Dongkrak Kualitas Pendidikan

Ia menyebut, pemenuhan kebutuhan kasih sayang di rumah menjadi faktor penting dalam mencegah anak mencari perhatian di luar, yang berpotensi berujung pada pernikahan dini.

“Peran orang tua, terutama ayah, sangat penting dalam membangun rasa aman bagi anak, khususnya anak perempuan,” jelasnya.

Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan keluarga dinilai menjadi kunci dalam menciptakan generasi yang lebih berkualitas.

Dengan mengusung semangat Hari Kartini, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi titik awal penguatan peran keluarga dalam membangun masa depan anak-anak Jember yang lebih baik dan bebas dari pernikahan dini. (ADV).

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.

Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sembilan paket sabu dengan berat total 96,884 gram serta 10 butir ekstasi seberat 4,274 gram.

Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan iuran makam tidak boleh dijadikan syarat dalam pengurusan adminduk.