Kamis, 03 Sep 2026 12:46 WIB

Bupati Fawait Tegaskan Stok Elpiji 3 Kg di Jember Aman dan Terkendali

Bupati Jember Muhammad Fawait bersama Pertamina dan jajaran. (Dok. Diskominfo Jember).
Bupati Jember Muhammad Fawait bersama Pertamina dan jajaran. (Dok. Diskominfo Jember).

selalu.id - Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang diiringi kenaikan harga di sejumlah wilayah Kabupaten Jember mendapat perhatian serius.

Bupati Jember, Muhammad Fawait memastikan bahwa stok elpiji bersubsidi masih dalam kondisi aman dan terkendali.

Baca Juga: Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Untuk merespons keresahan masyarakat, Pemkab Jember bersama Pertamina Patra Niaga langsung melakukan langkah cepat untuk menjaga distribusi dan stabilitas harga di lapangan.

Fawait menegaskan bahwa persoalan utama bukan hanya kelangkaan, tetapi juga praktik penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET).

Ia menyebut masih ditemukan pangkalan yang menjual elpiji 3 kg melebihi batas harga yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp18.000.

"Pelanggaran tersebut tidak bisa ditoleransi. Pemerintah daerah mendorong tindakan tegas hingga penutupan pangkalan bagi pelaku usaha yang terbukti menjual di atas HET," tegasnya, Rabu (15/4/2026).

Baca Juga: Pemkab Jember Fokuskan APBD 2026 untuk Kesehatan hingga Pendidikan 

Fawait pun mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pengawasan distribusi elpiji dengan melaporkan pangkalan yang melanggar melalui berbagai kanal pengaduan, termasuk program Wadul Gus’e.

Selain itu, pemerintah pusat turut berkomitmen menjaga ketahanan energi nasional, termasuk memastikan ketersediaan elpiji di tengah dinamika global.

"Pemerintah Kabupaten Jember memastikan akan turun langsung ke lapangan bersama Pertamina untuk melakukan pengecekan apabila menerima laporan dari masyarakat. Hal ini dilakukan guna memastikan harga elpiji di tingkat pangkalan tetap sesuai ketentuan," jelas Fawait.

Baca Juga: Cerita Manis Riezda Indo Dairy, Berdayakan Warga Lokal Lewat Peternakan Sapi Perah

Sementara itu, perwakilan Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi menegaskan tidak akan ragu memberikan sanksi tegas kepada oknum-oknum nakal.

Ia menyebut bahwa menjual elpiji di atas HET merupakan pelanggaran berat yang dapat berujung pada pemutusan hubungan usaha hingga penutupan pangkalan.

"Dengan langkah ini, kami berharap distribusi elpiji 3 kg di Jember kembali normal serta masyarakat dapat memperoleh energi bersubsidi dengan harga yang wajar dan sesuai ketentuan," jelasnya. (ADV).

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.

Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono Resmi Sandang Pangkat Irjen Pol

Salah satu keberhasilan paling menonjol saat memimpin Dinas Intelkam Polda Jatim adalah penanganan konflik antar perguruan pencak silat.