Senin, 19 Okt 2026 10:50 WIB

Bupati Fawait Tegaskan Stok Elpiji 3 Kg di Jember Aman dan Terkendali

Bupati Jember Muhammad Fawait bersama Pertamina dan jajaran. (Dok. Diskominfo Jember).
Bupati Jember Muhammad Fawait bersama Pertamina dan jajaran. (Dok. Diskominfo Jember).

selalu.id - Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang diiringi kenaikan harga di sejumlah wilayah Kabupaten Jember mendapat perhatian serius.

Bupati Jember, Muhammad Fawait memastikan bahwa stok elpiji bersubsidi masih dalam kondisi aman dan terkendali.

Baca Juga: Tinjau Pustu Klatakan, Gus Fawait Targetkan Puskesmas Jember Berstandar ISO 2000

Untuk merespons keresahan masyarakat, Pemkab Jember bersama Pertamina Patra Niaga langsung melakukan langkah cepat untuk menjaga distribusi dan stabilitas harga di lapangan.

Fawait menegaskan bahwa persoalan utama bukan hanya kelangkaan, tetapi juga praktik penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET).

Ia menyebut masih ditemukan pangkalan yang menjual elpiji 3 kg melebihi batas harga yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp18.000.

"Pelanggaran tersebut tidak bisa ditoleransi. Pemerintah daerah mendorong tindakan tegas hingga penutupan pangkalan bagi pelaku usaha yang terbukti menjual di atas HET," tegasnya, Rabu (15/4/2026).

Baca Juga: Gus Fawait Kenalkan Cerutu Jember Tembus Pasar Internasional di Podcast Total Politik

Fawait pun mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pengawasan distribusi elpiji dengan melaporkan pangkalan yang melanggar melalui berbagai kanal pengaduan, termasuk program Wadul Gus’e.

Selain itu, pemerintah pusat turut berkomitmen menjaga ketahanan energi nasional, termasuk memastikan ketersediaan elpiji di tengah dinamika global.

"Pemerintah Kabupaten Jember memastikan akan turun langsung ke lapangan bersama Pertamina untuk melakukan pengecekan apabila menerima laporan dari masyarakat. Hal ini dilakukan guna memastikan harga elpiji di tingkat pangkalan tetap sesuai ketentuan," jelas Fawait.

Baca Juga: Bupati Jember Tekankan Dana Desa Harus Turunkan Kemiskinan

Sementara itu, perwakilan Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi menegaskan tidak akan ragu memberikan sanksi tegas kepada oknum-oknum nakal.

Ia menyebut bahwa menjual elpiji di atas HET merupakan pelanggaran berat yang dapat berujung pada pemutusan hubungan usaha hingga penutupan pangkalan.

"Dengan langkah ini, kami berharap distribusi elpiji 3 kg di Jember kembali normal serta masyarakat dapat memperoleh energi bersubsidi dengan harga yang wajar dan sesuai ketentuan," jelasnya. (ADV).

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Top 5 Berita: KDKMP hingga Target PDI Perjuangan

Berita yang banyak dicari sangat bervariatif.

Hasil MU vs Leeds 1-1, Suporter The Red Devils Desak Carrick Out

Kondisi ini kian memojokkan posisi Michael Carrick di kursi kepelatihan. Suporter mulai kehilangan kesabaran dan meminta dia out atau dipecat.

Pendakian Horor Gunung Anjasmoro, Terjebak di Hutan Keramat dan Desa Terkutuk

Warga setempat meyakini barang siapa yang memasuki Desa Mahkota Prabu dan belum keluar sampai pagi menjelang, besar kemungkinan akan tinggal selamanya di sana.

Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

DPRD pun mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar memberi kemudahan akses serta kepastian izin pemanfaatan fasum untuk kegiatan kebudayaan warga.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.