Senin, 20 Jul 2026 09:37 WIB

Bupati Fawait Tegaskan Stok Elpiji 3 Kg di Jember Aman dan Terkendali

Bupati Jember Muhammad Fawait bersama Pertamina dan jajaran. (Dok. Diskominfo Jember).
Bupati Jember Muhammad Fawait bersama Pertamina dan jajaran. (Dok. Diskominfo Jember).

selalu.id - Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang diiringi kenaikan harga di sejumlah wilayah Kabupaten Jember mendapat perhatian serius.

Bupati Jember, Muhammad Fawait memastikan bahwa stok elpiji bersubsidi masih dalam kondisi aman dan terkendali.

Baca Juga: Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Untuk merespons keresahan masyarakat, Pemkab Jember bersama Pertamina Patra Niaga langsung melakukan langkah cepat untuk menjaga distribusi dan stabilitas harga di lapangan.

Fawait menegaskan bahwa persoalan utama bukan hanya kelangkaan, tetapi juga praktik penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET).

Ia menyebut masih ditemukan pangkalan yang menjual elpiji 3 kg melebihi batas harga yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp18.000.

"Pelanggaran tersebut tidak bisa ditoleransi. Pemerintah daerah mendorong tindakan tegas hingga penutupan pangkalan bagi pelaku usaha yang terbukti menjual di atas HET," tegasnya, Rabu (15/4/2026).

Baca Juga: Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

Fawait pun mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pengawasan distribusi elpiji dengan melaporkan pangkalan yang melanggar melalui berbagai kanal pengaduan, termasuk program Wadul Gus’e.

Selain itu, pemerintah pusat turut berkomitmen menjaga ketahanan energi nasional, termasuk memastikan ketersediaan elpiji di tengah dinamika global.

"Pemerintah Kabupaten Jember memastikan akan turun langsung ke lapangan bersama Pertamina untuk melakukan pengecekan apabila menerima laporan dari masyarakat. Hal ini dilakukan guna memastikan harga elpiji di tingkat pangkalan tetap sesuai ketentuan," jelas Fawait.

Baca Juga: Dari Beasiswa Rp59 Miliar hingga Sekolah Rakyat, Langkah Pemkab Jember Dongkrak Kualitas Pendidikan

Sementara itu, perwakilan Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi menegaskan tidak akan ragu memberikan sanksi tegas kepada oknum-oknum nakal.

Ia menyebut bahwa menjual elpiji di atas HET merupakan pelanggaran berat yang dapat berujung pada pemutusan hubungan usaha hingga penutupan pangkalan.

"Dengan langkah ini, kami berharap distribusi elpiji 3 kg di Jember kembali normal serta masyarakat dapat memperoleh energi bersubsidi dengan harga yang wajar dan sesuai ketentuan," jelasnya. (ADV).

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.

Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sembilan paket sabu dengan berat total 96,884 gram serta 10 butir ekstasi seberat 4,274 gram.

Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan iuran makam tidak boleh dijadikan syarat dalam pengurusan adminduk.