Senin, 20 Jul 2026 09:37 WIB

Gebrakan Pemkab Jember dalam Tekan Kemiskinan, Gandeng PTPN hingga Perhutani

Pemkab Jember gandeng PTPN hingga Perhutani dalam tekan Kemiskinan. (Dok. Diskominfo Jember).
Pemkab Jember gandeng PTPN hingga Perhutani dalam tekan Kemiskinan. (Dok. Diskominfo Jember).

selalu.id - Upaya percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Jember terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.

Hal ini ditegaskan oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait dalam sebuah forum strategis yang digelar di Gedung Soedjarwo, Universitas Jember, Senin (13/4/2026).

Baca Juga: Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah pemangku kepentingan turut hadir, di antaranya Koordinator Manajer Kebun Wilayah Jember PTPN 1 Regional 5, Benny Hendricrianto, Kepala Perum Perhutani Jawa Timur, Wawan Tri Wibowo, Kepala Kantor Pertanahan/BPN Jember, Ghilman Afifuddin, Anggota DPRD Kabupaten Jember, Ardi Pujo Prabowo, serta Guru Besar FEB Universitas Jember, Ahmad Zainuri.

Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan terkait pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, PTPN, dan Perhutani dalam memanfaatkan potensi lahan yang ada.

Ia menyebut bahwa terdapat sekitar 36 hingga 38 ribu hektare lahan hutan sosial yang berpotensi dikelola oleh masyarakat miskin ekstrem berbasis Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Baca Juga: Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

Selain itu, sekitar 90 ribu kepala keluarga di Jember masih berada dalam kategori desil 1 atau kelompok kemiskinan paling rendah.

"Oleh karena itu, pemanfaatan lahan tidur milik PTPN menjadi salah satu strategi yang didorong untuk membuka lapangan kerja baru dan menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah sekitar hutan dan perkebunan," jelas Fawait.

Meski angka kemiskinan di Jember tercatat mengalami penurunan yang cukup cepat dibandingkan daerah lain di Jawa Timur, pemerintah daerah menegaskan bahwa penanganan kemiskinan ekstrem tetap menjadi prioritas utama.

Baca Juga: Dari Beasiswa Rp59 Miliar hingga Sekolah Rakyat, Langkah Pemkab Jember Dongkrak Kualitas Pendidikan

Pemkab Jember juga berkomitmen memperkuat untuk koordinasi dengan Kementerian Kehutanan serta Perhutani agar program intervensi yang dijalankan dapat lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

"Kolaborasi strategis ini diharapkan mampu menjadi solusi konkret dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Jember," kata Fawait. (ADV).

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.

Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sembilan paket sabu dengan berat total 96,884 gram serta 10 butir ekstasi seberat 4,274 gram.

Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan iuran makam tidak boleh dijadikan syarat dalam pengurusan adminduk.