Dosen Unair Paparkan Kenaikan Harga Minyak Terpengaruh Konflik Rusia-Ukraina
- Penulis : Ade Resty
- | Minggu, 13 Mar 2022 12:22 WIB
selalu.id - Konflik Rusia-Ukraina bedampak pada melambungnya harga minyak dunia. Diketahui Rusia adalah salah tau pemasok minyak terbesar.
Pakar Universitas Airlangga (UNAIR) yang juga Dosen Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, I Gede Wahyu Wicaksana, menyebut kenaikan harga minyak di Rusia sebagai efek psikologis perang.
Baca Juga: Calon Mahasiswa Wajib Tahu! UNAIR Buka Banyak UKM dan Beasiswa Berlapis
"Invasi yang mereka lakukan terhadap Ukraina, membuat masyarakat dunia memberi sanksi," kata dia, Sabtu (12/3/2022).
Wahyu mengatakan bahwa moyaritas negara konsumen menyita sementara produk minyak Rusia. Hal itu menyebabkan harga minyak melambung naik. Tak hanya itu berbagai persoalan ekonomi timbul bagi masyarakat sipil Rusia.
"Kalau dari sisi militer memang Rusia telah menyiapkan segalanya. Namun, sanksi ekonomi dari sejumlah negara dan perusahaan multinasional benar-benar berdampak bagi mereka," ujarnya.
Menurutnya, apabila menakar kekuatan Rusia dalam persoalan itu, publik dapat mengamatinya dalam beberapa minggu ke depan. Meskipun tidak banyak, Rusia tetap memiliki beberapa negara pendukung.
"Kita akan lihat, seberapa kuat dukungan itu berfungsi untuk mempertahankan perekonomian Rusia pasca mendapat sanksi berbagai pihak," ucapnya.
Lebih lanjut Wahyu menyampaikan, dampaknya ekonomi sejumlah negara Goyah akibat kenaikan harga minyak di Rusia.
Baca Juga: Pudding Toy Toy Karya Mahasiswa Unair Tawarkan Alternatif Makanan Manis Rendah Gula
Padahal, minyak termasuk dalam kebutuhan vital berbagai sektor. Jika banyak sektor yang terganggu, Wahyu menyebut secara otomatis perekonomian juga akan goyah.
"Karena minyak berpengaruh bagi penggunaan moda transportasi, industri kimia, farmasi, dan lain sebagainya. Perannya sangat penting bagi banyak aspek kehidupan," ujarnya.
Guna mengatasi dampak kenaikan harga minyak yang semakin buruk, Wahyu, menyebut perlu adanya peran dari Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC).
Organisasi negara-negara pengekspor minyak bumi tersebut harus mengambil sikap terkait kenaikan harga minyak itu.
Baca Juga: Workshop Unair-BPDP Dorong UMKM Jawa Timur Olah Sawit Jadi Produk Kreatif
"Bergantung pada mereka (OPEC), apakah akan menaikkan harga minyak atau justru menaikkan jumlah produksinya," katanya.
Selain itu, OPEC berperan penting terhadap negara-negara importir minyak. Menurut Wahyu, kedekatan suatu negara dengan OPEC akan mempengaruhi harga minyak di sana.
"Karena OPEC yang akan menentukan harga minyak. Jadi negara-negara importir bisa berdiplomasi energi. Meskipun tidak seutuhnya, namun OPEC tetap punya andil untuk memberi solusi atau alternatif bagi negara-negara terdampak," kata Wahyu. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi