Senin, 20 Jul 2026 08:29 WIB

Komitmen TPS dalam Menjaga Pelestarian Ekosistem Mangrove di Pesisir

Pelestarian ekosistem mangrove di lingkungan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang dilakukan oleh PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS). (Dok. Terminal Petikemas Surabaya).
Pelestarian ekosistem mangrove di lingkungan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang dilakukan oleh PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS). (Dok. Terminal Petikemas Surabaya).

selalu.id - Pelestarian ekosistem mangrove di lingkungan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang dilakukan oleh PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) telah berlangsung secara konsisten sejak tahun 2010.

Upaya jangka panjang ini menjadi bagian dari komitmen TPS dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas kepelabuhanan dan keberlanjutan lingkungan pesisir.

Baca Juga: Dukung Aktivitas Ekonomi Masyarakat, TPK Perawang Serahkan Bantuan Tenda Lipat untuk UMKM

Selama lebih dari satu dekade, TPS secara berkelanjutan melaksanakan program pelestarian dan rehabilitasi mangrove di sekitar wilayah operasional terminal.

Program ini tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga mencakup pemeliharaan, pengayaan vegetasi serta perlindungan kawasan agar ekosistem mangrove dapat tumbuh secara alami dan berkelanjutan.

Pelestarian mangrove yang dilakukan secara konsisten terbukti mampu mempertahankan bahkan memperkuat ekosistem mangrove di TPS.

Kawasan pesisir menjadi lebih stabil dan berfungsi optimal sebagai pelindung alami dari abrasi sekaligus menjaga kualitas lingkungan perairan di sekitar terminal.

Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi menyampaikan bahwa komitmen pelestarian ini merupakan bagian dari strategi keberlanjutan jangka panjang perusahaan.

“Mangrove merupakan aset ekologis yang sangat penting bagi keberlanjutan pelabuhan. Pelestarian yang telah dijalankan sejak 2010 tidak hanya menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, tetapi juga memberikan manfaat nyata dalam mendukung operasional pelabuhan yang lebih ramah lingkungan,” jelasnya, Jumat (10/4/2026).

Erika mengatakan bahwa ekosistem mangrove di TPS saat ini berkembang sebagai habitat yang kaya dan berfungsi penting bagi beragam flora dan fauna pesisir.

Selain menyediakan habitat alami, mangrove juga berperan strategis dalam merespon isu perubahan iklim melalui kemampuan sekuestrasi karbon yang tinggi.

Baca Juga: Pelindo Terminal Petikemas Raih Dua Penghargaan dalam Ajang Green and Smart Port 2026

Kemampuan mangrove dalam menyerap dan menyimpan karbon menjadikannya sebagai carbon sink alami yang membantu mengurangi dampak emisi karbon dari aktivitas industri dan logistik.

Kontribusi ini menjadi bagian penting dari upaya dekarbonisasi yang dilakukan TPS secara berkelanjutan.

“Pelestarian mangrove di TPS adalah salah satu bentuk solusi berbasis alam yang kami kembangkan untuk merespons tantangan perubahan iklim. Sekuestrasi karbon oleh mangrove membantu mengurangi jejak karbon aktivitas pelabuhan dan memperkuat agenda dekarbonisasi perusahaan,” papar Erika.

Upaya dekarbonisasi TPS juga diperkuat melalui pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) dalam operasional terminal.

TPS telah menggunakan energi listrik sebagai power supply untuk peralatan bongkar muat utama seperti Container Crane (CC) dan Rubber Tyred Gantry (RTG), sehingga mengurangi konsumsi energi berbasis fosil.

Baca Juga: Perkuat Budaya K3, Pelindo Terminal Petikemas Gelar Ngobras  

Selain itu, TPS juga mulai memanfaatkan listrik dari panel surya sebagai bagian dari transisi menuju energi yang lebih bersih dan efisien.

“Integrasi antara pelestarian mangrove dan penggunaan energi bersih merupakan langkah nyata TPS dalam menurunkan emisi karbon. Kami percaya bahwa keberlanjutan lingkungan dan kinerja operasional dapat berjalan beriringan,” kata dia.

TPS memandang pelestarian mangrove sebagai investasi lingkungan jangka panjang yang memberikan manfaat ekologis, sosial, dan operasional.

Perusahaan berkomitmen untuk terus menjaga dan memperkuat ekosistem pesisir, sekaligus mengembangkan inisiatif dekarbonisasi dan transisi energi sebagai bagian dari visi Smart and Green Port.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.