Kamis, 03 Sep 2026 11:30 WIB

Komitmen TPS dalam Menjaga Pelestarian Ekosistem Mangrove di Pesisir

Pelestarian ekosistem mangrove di lingkungan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang dilakukan oleh PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS). (Dok. Terminal Petikemas Surabaya).
Pelestarian ekosistem mangrove di lingkungan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang dilakukan oleh PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS). (Dok. Terminal Petikemas Surabaya).

selalu.id - Pelestarian ekosistem mangrove di lingkungan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang dilakukan oleh PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) telah berlangsung secara konsisten sejak tahun 2010.

Upaya jangka panjang ini menjadi bagian dari komitmen TPS dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas kepelabuhanan dan keberlanjutan lingkungan pesisir.

Baca Juga: Sekolah Merdeka Tanpa Narkoba, Langkah Pelindo dan BNNP Jatim Mewujudkan Generasi Muda Bersinar

Selama lebih dari satu dekade, TPS secara berkelanjutan melaksanakan program pelestarian dan rehabilitasi mangrove di sekitar wilayah operasional terminal.

Program ini tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga mencakup pemeliharaan, pengayaan vegetasi serta perlindungan kawasan agar ekosistem mangrove dapat tumbuh secara alami dan berkelanjutan.

Pelestarian mangrove yang dilakukan secara konsisten terbukti mampu mempertahankan bahkan memperkuat ekosistem mangrove di TPS.

Kawasan pesisir menjadi lebih stabil dan berfungsi optimal sebagai pelindung alami dari abrasi sekaligus menjaga kualitas lingkungan perairan di sekitar terminal.

Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi menyampaikan bahwa komitmen pelestarian ini merupakan bagian dari strategi keberlanjutan jangka panjang perusahaan.

“Mangrove merupakan aset ekologis yang sangat penting bagi keberlanjutan pelabuhan. Pelestarian yang telah dijalankan sejak 2010 tidak hanya menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, tetapi juga memberikan manfaat nyata dalam mendukung operasional pelabuhan yang lebih ramah lingkungan,” jelasnya, Jumat (10/4/2026).

Erika mengatakan bahwa ekosistem mangrove di TPS saat ini berkembang sebagai habitat yang kaya dan berfungsi penting bagi beragam flora dan fauna pesisir.

Selain menyediakan habitat alami, mangrove juga berperan strategis dalam merespon isu perubahan iklim melalui kemampuan sekuestrasi karbon yang tinggi.

Baca Juga: Pelindo Terminal Petikemas Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Warga Pesisir Surabaya

Kemampuan mangrove dalam menyerap dan menyimpan karbon menjadikannya sebagai carbon sink alami yang membantu mengurangi dampak emisi karbon dari aktivitas industri dan logistik.

Kontribusi ini menjadi bagian penting dari upaya dekarbonisasi yang dilakukan TPS secara berkelanjutan.

“Pelestarian mangrove di TPS adalah salah satu bentuk solusi berbasis alam yang kami kembangkan untuk merespons tantangan perubahan iklim. Sekuestrasi karbon oleh mangrove membantu mengurangi jejak karbon aktivitas pelabuhan dan memperkuat agenda dekarbonisasi perusahaan,” papar Erika.

Upaya dekarbonisasi TPS juga diperkuat melalui pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) dalam operasional terminal.

TPS telah menggunakan energi listrik sebagai power supply untuk peralatan bongkar muat utama seperti Container Crane (CC) dan Rubber Tyred Gantry (RTG), sehingga mengurangi konsumsi energi berbasis fosil.

Baca Juga: Langkah Cepat Pelindo Grup Salurkan Bantuan pada Korban Gempa NTT

Selain itu, TPS juga mulai memanfaatkan listrik dari panel surya sebagai bagian dari transisi menuju energi yang lebih bersih dan efisien.

“Integrasi antara pelestarian mangrove dan penggunaan energi bersih merupakan langkah nyata TPS dalam menurunkan emisi karbon. Kami percaya bahwa keberlanjutan lingkungan dan kinerja operasional dapat berjalan beriringan,” kata dia.

TPS memandang pelestarian mangrove sebagai investasi lingkungan jangka panjang yang memberikan manfaat ekologis, sosial, dan operasional.

Perusahaan berkomitmen untuk terus menjaga dan memperkuat ekosistem pesisir, sekaligus mengembangkan inisiatif dekarbonisasi dan transisi energi sebagai bagian dari visi Smart and Green Port.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.