Kamis, 03 Sep 2026 12:02 WIB

TPS Dorong Penguatan Kesiapan dan Keandalan Operasional Terminal Lewat BCMW Drill

Pelaksanaan drill dengan melibatkan seluruh fungsi terkait secara terintegrasi, meliputi operasional lapangan, teknologi informasi, serta unit koordinasi internal. (Dok. PT TPS for selalu.id).
Pelaksanaan drill dengan melibatkan seluruh fungsi terkait secara terintegrasi, meliputi operasional lapangan, teknologi informasi, serta unit koordinasi internal. (Dok. PT TPS for selalu.id).

selalu.id - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) melaksanakan Business Continuity Management System (BCMS) Drill di Terminal Petikemas Surabaya, Kamis (2/4/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memastikan kesiapan, keandalan, serta keberlangsungan operasional terminal dalam menghadapi potensi gangguan, khususnya yang berkaitan dengan Sistem Operasi Terminal (SOT).

Baca Juga: Sekolah Merdeka Tanpa Narkoba, Langkah Pelindo dan BNNP Jatim Mewujudkan Generasi Muda Bersinar

Pelaksanaan drill BCMS dilakukan melalui simulasi gangguan Sistem Operasi Terminal pada layanan receiving dan discharge.

Melalui simulasi tersebut, TPS menguji efektivitas tata kelola penanganan kondisi disruptif, mulai dari proses penilaian dampak, mekanisme pengambilan keputusan manajerial, aktivasi Business Continuity Plan (BCP), hingga penerapan prosedur operasional manual sesuai standar yang berlaku.

Dalam pelaksanaannya, drill ini melibatkan seluruh fungsi terkait secara terintegrasi, meliputi operasional lapangan, teknologi informasi, serta unit koordinasi internal.

Layanan penerimaan dan pembongkaran petikemas disimulasikan tetap berjalan dengan mengacu pada prosedur operasional manual, pemanfaatan data cadangan, pengaturan area penumpukan alternatif, serta pencatatan transaksi secara manual yang selanjutnya dipulihkan kembali ke dalam sistem setelah kondisi dinyatakan normal.

Senior Vice President (SVP) Operasi Terminal TPS, Didik Kurniawan menyampaikan bahwa pelaksanaan drill BCMS merupakan bagian dari penguatan manajemen risiko dan penerapan prinsip keberlanjutan bisnis di lingkungan TPS.

Baca Juga: Pelindo Terminal Petikemas Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Warga Pesisir Surabaya

“Pelaksanaan drill BCMS ini bertujuan untuk memastikan seluruh insan TPS memiliki pemahaman yang selaras terhadap peran dan tanggung jawabnya dalam menghadapi potensi gangguan operasional. Dengan kesiapan tersebut, operasional terminal diharapkan dapat tetap berjalan secara aman, tertib dan terkendali, meskipun dihadapkan pada kondisi tidak normal,” terang Didik dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).

Didik menjelaskan bahwa implementasi BCMS tidak hanya berfokus pada aspek pemulihan sistem, namun juga pada kesinambungan proses bisnis serta efektivitas koordinasi lintas fungsi dan pemangku kepentingan.

Dalam skenario drill ini, TPS turut mensimulasikan mekanisme koordinasi dengan pihak eksternal, antara lain Otoritas Pelabuhan, Bea dan Cukai, serta pengguna jasa dan perusahaan pelayaran.

Baca Juga: Langkah Cepat Pelindo Grup Salurkan Bantuan pada Korban Gempa NTT

“Kesiapan prosedur operasional manual, proses pemulihan data, serta koordinasi yang solid menjadi faktor kunci dalam memitigasi dampak gangguan. Melalui kegiatan ini, TPS juga melakukan evaluasi dan penyempurnaan berkelanjutan terhadap sistem dan prosedur yang dimiliki,” jelasnya.

Setelah seluruh rangkaian simulasi selesai dilaksanakan, TPS melakukan evaluasi menyeluruh guna memastikan pencapaian Recovery Time Objective (RTO), serta kesesuaian implementasi BCMS dengan kebijakan dan standar keberlanjutan bisnis perusahaan.

Melalui pelaksanaan drill BCMS secara berkala, TPS menegaskan komitmennya dalam menjaga keandalan operasional terminal serta mendukung kelancaran arus logistik nasional secara berkelanjutan, sejalan dengan transformasi dan standar layanan yang diterapkan di lingkungan Pelindo Group.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.