Selasa, 27 Okt 2026 14:37 WIB

Alvi Maulana, Terdakwa Mutilasi Pacar di Kos Surabaya Dituntut Penjara Seumur Hidup

Alvi Maulana, terdakwa mutilasi terhadap pacarnya sendiri usai sidang tuntutan di PN Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).
Alvi Maulana, terdakwa mutilasi terhadap pacarnya sendiri usai sidang tuntutan di PN Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).

selalu.id - Alvi Maulana, terdakwa pembunuhan dan mutilasi terhadap pacarnya, Tiara Angelina Saraswati dituntut penjara seumur hidup oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Mojokerto, Senin (6/4/2026).

Terdakwa asal Kelurahan Aek Paing, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, itu dinilai terbukti melakukan pembunuhan disertai mutilasi dan melanggar Pasal 459 Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP Baru) mengatur tentang pembunuhan berencana, menggantikan Pasal 340 KUHP lama.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Temukan Masalah, Pembangunan Kos 6 Lantai di Benowo Disetop

"Alvi Maulana bin Samsudin bersalah secara sadar menyakinkan sebagaimana tidak pidana dalam Pasal 459 KUHP," kata JPU Ari Budiarti.

Sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Jenny Tulak ini pun memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk berunding dengan tim kuasa hukum untuk proses selanjutnya.

"Majelis Hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk mengajukan pledoi pada hari Senin minggu depan, tanggal 13 April 2026," ungkapnya.

Menanggapi tuntutan tersebut, tim kuasa hukum terdakwa, Edi Haryanto menyatakan akan mengajukan pembelaan (pledoi) pada sidang berikutnya.

Pihaknya menghormati tuntutan yang disampaikan JPU, namun menilai terdapat sejumlah fakta persidangan yang perlu dipertimbangkan Majelis Hakim.

"Kami akan mengajukan pembelaan minggu depan. Salah satu poin utama dalam pembelaan adalah tidak adanya unsur perencanaan dalam peristiwa tersebut," katanya.

Baca Juga: Polisi Ungkap Suami yang Bunuh Istri Siri dan Anaknya di Madiun Miliki IQ di Atas Rata-rata

Edi merujuk pada keterangan saksi ahli forensik psikiatri yang dihadirkan oleh pihak JPU, disebutkan bahwa peristiwa tersebut bukan pembunuhan berencana.

Selain itu, pihak kuasa hukum juga menyoroti dugaan tindakan tidak prosedural yang dialami terdakwa saat proses penanganan awal oleh aparat penegak hukum.

"Kami meyakini terdakwa lebih tepat dikenakan Pasal 458 KUHP tentang Tindak Pidana Pembunuhan. Klien kami juga mengalami tindakan kekerasan saat dibawa dari Surabaya ke Mojokerto. Kami menilai ada tindakan kesewenang-wenangan. Terdakwa ditembak di kedua kakinya padahal tidak melakukan perlawanan atau melarikan diri. Ini menjadi catatan penting bagi kami," tegasnya.

Meski demikian, Edi memastikan pihaknya tetap menghormati proses hukum yang berjalan. Ia juga menyatakan akan menerima apapun putusan Majelis Hakim, sembari membuka kemungkinan menempuh upaya hukum lanjutan jika diperlukan.

Baca Juga: Dibekuk Persebaya 3-1, Pelatih Madura United Soroti Keputusan Wasit

"Kami percaya Majelis Hakim akan mempertimbangkan seluruh fakta persidangan. Apapun putusannya nanti akan kami hormati, namun jika diperlukan, kami juga menyiapkan langkah hukum berikutnya. Upaya kasasi ataupun upaya hukum lainnya," jelasnya.

Sidang akan kembali dilanjutkan, Senin (13/4/2026) pekan depan dengan agenda pembacaan pembelaan dari pihak terdakwa.

Sebelumnya, aksi pembunuhan disertai mutilasi terhadap kekasihnya Tiara Angelina Saraswati terjadi di rumah kos Lidah Wetan, Kelurahan Lakarsantri, Kota Surabaya.

Pelaku kemudian memotong-motong (mutilasi) tubuh korban menjadi ratusan bagian lalu membuangnya ke jurang turunan Sendi, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Suami Pembunuh Istri Siri dan Anak di Madiun Terancam Hukuman Mati

Pembunuhan bermula saat pelaku menerima telepon dari istri sahnya yang meminta dijemput di stasiun.

Motif Dibalik Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun: Jenazah Dimutilasi, Dibakar dan Digiling

Anak korban yang berusia 4 tahun juga dihabisi dengan cara yang sama di dalam kendaraan pelaku.

Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, 25 Tahun Penantian Inggris Tuntas

Kane mengalahkan nama-nama besar seperti Kylian Mbappe dan Lamine Yamal.

Top 5 Berita: Aksi Sadis Suami Siri hingga Dua Truk Kecelakaan di Mojokerto

Pembaca tertarik berita peristiwa hingga olahraga.

Ternyata, Begini Kronologi Isu Kredit Fiktif Rp690 Juta di BRI Nganjuk

Menanggapi kabar yang beredar soal isu kredit fiktif, Ahmad meluruskan bahwa tidak pernah ada transaksi atau pencairan kredit baru setelah debitur PA meninggal.

Pengedar Sabu di Bogen Surabaya Sudah Tertangkap, Ini Namanya

Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Dodi Pratama menegaskan akan terus melakukan pendalaman untuk mengungkap jaringan di atasnya.