Kamis, 22 Okt 2026 13:59 WIB

Tuntut Gaji, Ratusan Pekerja PT Pakerin Demo hingga Blokir Pintu Masuk Pabrik di Mojokerto

Ratusan pekerja PT Pakerin yang demo hingga blokir pintu masuk pabrik. (Foto: Supri/selalu.id).
Ratusan pekerja PT Pakerin yang demo hingga blokir pintu masuk pabrik. (Foto: Supri/selalu.id).

selalu.id - Sebanyak 400 pekerja PT Pabrik Kertas Indonesia (Pakerin) menggelar demo hingga menutup atau memblokir pintu masuk ke pabrik.

Ratusan pekerja ini menuntut haknya atau gaji yang belum diterima dari perusahaan. Mereka sudah sekitar satu tahun tidak bekerja lantaran adanya konflik internal pemilik.

Baca Juga: Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Pekerja yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) PT Pakerin ini menuntut tiga hak yang harusnya diberikan oleh perusahaan.

Akibatnya, kendaraan yang hendak masuk ke lokasi pabrik tidak bisa masuk dan mengakibatkan arus lalu lintas sedikit tersendat lantaran aksi para karyawan ini berada tepat di bibir jalan raya.

Ketua KSPSI PT Pakerin, Heru Nugroho menyebut ada sekitar 400 karyawan menggelar aksi demo lantaran hak-hak mereka belum diberikan.

"Pertama adalah terkait dengan tuntutan upah dari November sampai dengan Desember 2025 itu yang pertama. Kemudian tuntutan kedua adalah terkait pembayaran iuran BPJS Kesehatan. Kemudian yang ketiga adalah terkait dengan iuran BPJS Ketenagakerjaan yang sampai saat ini belum dibayar untuk semua karyawan," terang Heru, Senin (6/4/2026).

Baca Juga: 21 Anggota Geng Motor Pengeroyok Pengunjung Angkringan di Mojokerto Diringkus

Ia menambahkan, sebelumnya perwakilan KSPSI sudah melakukan pertemuan dengan pihak perusahaan yang dihadiri langsung oleh direktur keuangan.

"Sampai saat ini belum dibayar untuk semua karyawan. Jadi kalau terkait upah itu untuk karyawan yang tidak masuk kerja atau dalam proses PHK itu hanya dibayar satu bulan. Padahal dari pekerja lainnya juga ada yang tidak dibayar tiga bulan," jelasnya.

"Nah kemarin, di tanggal 26 Maret kita sudah melakukan pertemuan bipartit dengan pihak perusahaan yang dihadiri oleh langsung oleh Direktur Keuangan Perusahaan, saat itu dijanjikan bahwasannya kekurangan upah untuk bulan November dan Desember itu akan dibayarkan sebelum hari raya. Bahkan kalau bisa cepat verifikasinya bisa hari senin dan selasa ternyata juga itu tidak direalisasi oleh pihak perusahaan," tambah Heru.

Baca Juga: Doa Kebangsaan di Mojokerto, Ning Ita dan Kapolres Kompak Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran

Menurutnya, para karyawan yang posisinya sudah setahun bekerja ini lantaran konflik internal dari pemilik pabrik sehingga menuntut tiga hal dari perusahaan.

"Saat ini beroperasi sebenarnya adalah kemikal. Kemikal itu soda, jadi kalau terkait dengan kertas ini tidak beroperasi sudah lebih dari satu tahun. Ini masih ada kaitannya dengan keluarga di internal pemilik sehingga mengakibatkan terjadinya hal-hal seperti ini," kata Heru.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Peringatan Hari Santri, DPW PKB Jatim: Jihad Masa Kini adalah Melawan Karhutla

DPW PKB Jatim secara simbolis menyerahkan 5.000 bibit pohon kepada peserta apel sebagai wujud nyata komitmen menjaga kelestarian lingkungan.

Ruang Data Centre Lama Untag Terbakar, Satu PMK Diterjunkan

Alarm langsung berbunyi setelah muncul kepulan asap.

Carok di Sidoarjo, Pria Misterius Tewas dan Pedagang Es Degan Terluka

Polisi masih mendalami aksi pertengkaran berdarah yang mengakibatkan korban jiwa ini.

Perampokan Toko Emas di Jember, Pelaku Bawa Tas Isi Mata Uang Asing dan Valas Raib

Pelaku juga membacok pemilik toko emas murni Aliong dan ibunya.

67 Bangunan Liar di Frontage Road Sidoarjo Diratakan

selalu.id - Pemkab Sidoarjo menurunkan sekitar 600 personel gabungan untuk membongkar 67 bangunan liar di sepanjang frontage road di Kecamatan Waru, Gedangan,

Top 5 Berita: Klaim Utang Mendiang Suami hingga Hasil Liga Champions

Pembaca tertarik berita utang piutang hingga ekonomi.