Kamis, 22 Okt 2026 12:06 WIB

Pemkot Surabaya Mulai Razia Pendatang Baru Pasca Lebaran, Segera Lapor RT Jika Tak Mau Diamankan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 01 Apr 2026 17:58 WIB
Operasi yustisi yang digelar di kawasan Peneleh Surabaya. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).
Operasi yustisi yang digelar di kawasan Peneleh Surabaya. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai memperketat pengawasan arus urbanisasi pasca-Lebaran 2026 melalui operasi yustisi kependudukan.

Dalam razia awal di kawasan Peneleh, petugas mendapati lima warga pendatang yang belum melapor sesuai aturan.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Operasi tersebut digelar oleh Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Genteng pada Senin (30/3/2026) malam, dengan menyasar sejumlah rumah kos di Kelurahan Peneleh.

Sedikitnya tiga titik indekos diperiksa untuk memastikan legalitas penghuni yang kembali usai mudik.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan operasi yustisi digelar selama sepekan hingga 5 April 2026 dengan melibatkan kelurahan, kecamatan, hingga Satpol PP.

“Pendatang wajib melapor dan memiliki tujuan jelas. Jika tidak, akan kami tindak sesuai aturan,” tegasnya, Rabu (1/4/2026).

Eddy menjelaskan, pengawasan difokuskan pada empat kategori pendatang, yakni pekerja formal, pekerja informal, tamu keluarga, serta warga tanpa identitas.

Baca Juga: Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

Bagi pendatang yang tidak memiliki dokumen kependudukan, petugas akan membawa ke Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) untuk dipulangkan ke daerah asal.

Eddy menyebut mayoritas pendatang datang ke Surabaya untuk mencari pekerjaan, namun belum memiliki kepastian kerja maupun tempat tinggal.

Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan persoalan sosial jika tidak dikendalikan sejak awal.

Data Pemkot menunjukkan tren penurunan jumlah pendatang dalam dua tahun terakhir. Pada 2024 tercatat 6.250 orang, sementara pada 2025 menurun menjadi 5.655 orang.

Baca Juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

Meski demikian, Pemkot Surabaya menegaskan tidak menutup pintu bagi pendatang selama memenuhi syarat administrasi dan memiliki keterampilan yang memadai.

“Silakan datang ke Surabaya, tapi harus siap dengan skill dan tujuan yang jelas. Jangan sampai justru menjadi beban,” jelas Eddy.

Melalui operasi yustisi ini, Pemkot Surabaya berharap arus urbanisasi tetap terkendali sekaligus menjaga ketertiban administrasi kependudukan di tingkat wilayah.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Perampokan Toko Emas di Jember, Pelaku Bawa Tas Isi mata Uang Asing dan Valas Raib

Pelaku juga membacok pemilik toko emas murni Aliong dan ibunya.

67 Bangunan Liar di Frontage Road Sidoarjo Diratakan

selalu.id - Pemkab Sidoarjo menurunkan sekitar 600 personel gabungan untuk membongkar 67 bangunan liar di sepanjang frontage road di Kecamatan Waru, Gedangan,

Top 5 Berita: Klaim Utang Mendiang Suami hingga Hasil Liga Champions

Pembaca tertarik berita utang piutang hingga ekonomi.

Hasil Liga Champions: Como Bantai Manchester United 4-1, Setan Merah Tak Berkutik

Nico Paz jadi bintang lapangan. Gelandang muda Argentina itu mencetak 2 gol dan 1 assist.

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.