Selasa, 21 Jul 2026 04:43 WIB

Pemkot Surabaya Mulai Razia Pendatang Baru Pasca Lebaran, Segera Lapor RT Jika Tak Mau Diamankan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 01 Apr 2026 17:58 WIB
Operasi yustisi yang digelar di kawasan Peneleh Surabaya. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).
Operasi yustisi yang digelar di kawasan Peneleh Surabaya. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai memperketat pengawasan arus urbanisasi pasca-Lebaran 2026 melalui operasi yustisi kependudukan.

Dalam razia awal di kawasan Peneleh, petugas mendapati lima warga pendatang yang belum melapor sesuai aturan.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Operasi tersebut digelar oleh Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Genteng pada Senin (30/3/2026) malam, dengan menyasar sejumlah rumah kos di Kelurahan Peneleh.

Sedikitnya tiga titik indekos diperiksa untuk memastikan legalitas penghuni yang kembali usai mudik.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan operasi yustisi digelar selama sepekan hingga 5 April 2026 dengan melibatkan kelurahan, kecamatan, hingga Satpol PP.

“Pendatang wajib melapor dan memiliki tujuan jelas. Jika tidak, akan kami tindak sesuai aturan,” tegasnya, Rabu (1/4/2026).

Eddy menjelaskan, pengawasan difokuskan pada empat kategori pendatang, yakni pekerja formal, pekerja informal, tamu keluarga, serta warga tanpa identitas.

Baca Juga: Tenyata Ini Penyebab Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel

Bagi pendatang yang tidak memiliki dokumen kependudukan, petugas akan membawa ke Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) untuk dipulangkan ke daerah asal.

Eddy menyebut mayoritas pendatang datang ke Surabaya untuk mencari pekerjaan, namun belum memiliki kepastian kerja maupun tempat tinggal.

Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan persoalan sosial jika tidak dikendalikan sejak awal.

Data Pemkot menunjukkan tren penurunan jumlah pendatang dalam dua tahun terakhir. Pada 2024 tercatat 6.250 orang, sementara pada 2025 menurun menjadi 5.655 orang.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Meski demikian, Pemkot Surabaya menegaskan tidak menutup pintu bagi pendatang selama memenuhi syarat administrasi dan memiliki keterampilan yang memadai.

“Silakan datang ke Surabaya, tapi harus siap dengan skill dan tujuan yang jelas. Jangan sampai justru menjadi beban,” jelas Eddy.

Melalui operasi yustisi ini, Pemkot Surabaya berharap arus urbanisasi tetap terkendali sekaligus menjaga ketertiban administrasi kependudukan di tingkat wilayah.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.