Selasa, 21 Jul 2026 23:38 WIB

Dukung Industri dan Investasi, Pipa Transmisi Cisem 2 Mulai Dialiri Gas

Pengaliran gas perdana pada proyek pipa transmisi gas bumi Cirebon–Semarang (Cisem) Tahap 2 di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). (Dok. PGN).
Pengaliran gas perdana pada proyek pipa transmisi gas bumi Cirebon–Semarang (Cisem) Tahap 2 di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). (Dok. PGN).

selalu.id - Pemerintah secara resmi melakukan gas in atau pengaliran gas perdana pada proyek pipa transmisi gas bumi Cirebon–Semarang (Cisem) Tahap 2 di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).

Langkah ini menandai siap beroperasinya ruas transmisi yang menjadi bagian penting dalam sistem energi nasional.

Baca Juga: Dukung Industri Ramah Lingkungan, PGN Semarang Suplai Gas Bumi ke Pabrik Produsen Sepeda

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung menyampaikan bahwa sebelum diresmikan, seluruh ruas Cisem 2 telah melalui proses uji teknis.

Hasil pengujian menunjukkan tidak ditemukan kebocoran sehingga infrastruktur dinyatakan aman dan siap mengalirkan gas ke konsumen industri.

“Seluruh aspek keteknikan sudah selesai. Hasil uji menunjukkan tidak ada kebocoran. Dengan demikian, pipa siap berfungsi dan menyalurkan gas untuk kebutuhan industri,” kata Tanjung dalam keterangannya, Kamis (19/3/2026).

Proyek Cisem 2 memiliki panjang sekitar 242–245 kilometer, sehingga secara keseluruhan dengan Cisem 1 mencapai kurang lebih 305 kilometer.

Meski lebih panjang dibandingkan Cisem 1, penyelesaiannya hanya berselisih dua bulan dari tahap pertama.

Hal ini dimungkinkan karena strategi pembangunan dilakukan dengan pembagian beberapa ruas sehingga dapat dikerjakan secara paralel.

Cisem 1 sepanjang sekitar 60 kilometer sebelumnya diselesaikan dalam waktu 17 bulan, sementara Cisem 2 rampung dalam 19 bulan.

Pembangunan pipa transmisi ini merupakan bagian dari program strategis pemerintah melalui Kementerian ESDM dalam rangka memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Infrastruktur ini juga mengintegrasikan berbagai sumber gas dari wilayah Timur Indonesia, Natuna, hingga kawasan Andaman ke dalam sistem transmisi gas nasional.

PT PGN (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan estafet pemanfaatan gas bumi yang mengalir di Pipa Cisem, dengan mengintegrasikan pipa transmisi tersebut ke jaringan distribusi gas bumi ke pelanggan.

Dalam pengoperasiannya, PGN didukung oleh anak usahanya, PT Pertamina Gas (Pertagas), yang bertindak sebagai operator infrastruktur transmisi tersebut.

“Utilisasi Pipa Cisem diharapkan dapat mencapai manfaat yang optimal untuk memastikan sumber gas bumi domestik dapat dinikmati secara langsung oleh industri dalam negeri. Beroperasinya Pipa Cisem yang dioperasikan oleh Pertagas ini nantinya berpotensi besar untuk menjangkau kawasan industri, sektor komersial, retail, usaha kecil menengah serta memperluas akses jaringan gas (jargas) untuk rumah tangga,” jelas Direktur Utama PGN, Arief Kurnia Risdianto.

Baca Juga: PGN Sabet Penghargaan Indonesia Excellence Good Corporate Governance Awards 2026

Menurut Wamen ESDM, integrasi tersebut akan mempermudah pengembangan kawasan industri, kawasan pertumbuhan ekonomi, serta kawasan komersial yang membutuhkan pasokan energi stabil dan berkelanjutan.

Ketersediaan energi yang memadai dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong percepatan investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain mendukung industri, proyek ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi luas.

Keberadaan infrastruktur gas dinilai dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kegiatan ekspor, memperkuat devisa negara, serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan penerimaan daerah melalui multiplier effect yang signifikan.

Arief menambahkan bahwa konektivitas ini akan memberikan fleksibilitas dalam menjaga keseimbangan pasokan (supply) dan penyaluran (demand).

PGN berkomitmen memberikan layanan yang andal demi mewujudkan kemandirian energi dan mendukung roda ekonomi negeri.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah juga diminta untuk mempercepat layanan perizinan yang menjadi kewenangan daerah, seperti persetujuan bangunan dan persetujuan lingkungan.

Baca Juga: Wisata Semarang Cocok Dikunjungi Bareng Anak pada Libur Sekolah

Karena KITB telah berstatus Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), sejumlah perizinan dari pemerintah pusat telah memperoleh kemudahan, sehingga diharapkan proses investasi dapat berjalan lebih cepat dan efisien.

Wamen ESDM menegaskan bahwa infrastruktur gas merupakan fondasi penting energi nasional yang harus dijaga dan dioptimalkan secara berkelanjutan.

Keandalan pasokan energi, menurutnya, menjadi kunci dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan mendekati 8 persen.

“Dengan kawasan pertumbuhan seperti di Batang ini, kita optimistis target pertumbuhan ekonomi dapat dicapai melalui peningkatan investasi dan aktivitas industri,” papar Tanjung.

Dengan beroperasinya Cisem 2, pasokan gas untuk kawasan industri di Jawa bagian Barat dan sekitarnya diharapkan semakin stabil.

Infrastruktur ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sistem energi nasional sekaligus mendorong hilirisasi dan peningkatan nilai tambah di dalam negeri.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.