Jumat, 04 Sep 2026 14:44 WIB

Pemkot Surabaya Bikin Lomba Penanganan Bayi Stunting Berhadiah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 05 Mar 2022 17:20 WIB
Pemberian hadiah pemenang lomba suara emas
Pemberian hadiah pemenang lomba suara emas

selalu.id - Pemkot Surabaya umumkan pemenang Gebyar Lomba Bersama Wujudkan ‘Surabaya Emas’ (Eliminasi Masalah Stunting) di halaman Taman Surya, Sabtu (5/3/2022).

Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, dengan adanya lomba Surabaya Emas ini angka stunting mengalami penurunan dan dinyatakan lulus stunting.

Baca Juga: Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Meskipun telah dinyatakan lulus stunting, 308 balita yang ikut dalam lomba ini tetap dipantau gizinya oleh Pemkot Surabaya.

"Perjuangan kita belum selesai, saya inginnya bisa zero stunting, zero angka kematian ibu dan anak, serta zero gizi buruk. Sehingga yang sudah lulus stunting batasnya itu minimal, ayo kuatno (dikuatkan lagi)," kata Eri.

Eri mengungkapkan, dalam mengatasi masalah stunting bukan hanya tugas Pemkot Surabaya dan TP PKK saja, akan tetapi juga peran dari Kader Surabaya Hebat serta seluruh stakeholder. Dengan kebersamaan tersebut, ia berharap angka stunting di Kota Surabaya bisa ditekan lagi.

"Kita didukung betul oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jatim, sehingga semua stakeholder nanti akan menjadi satu bagian agar bisa zero stunting," ungkap Eri Cahyadi.

Angka stunting di Kota Surabaya, lanjut Eri, menurun drastis, dari 5.727 kemudian menjadi 1.785 dan hari ini menjadi 1.626.

Penurunan pesat angka stunting ini tidak membuat orang nomor satu di lingkup Pemkot Surabaya itu puas begitu saja, dalam tiga bulan mendatang dia menarget bisa zero stunting.

"Saya ingin tiga bulan kedepan dipantau terus. Jadi kan ‘Surabaya Emas ini sebagai tools (alat penggerak), agar para kader nantinya melanjutkan gerakan ini secara berkelanjutan bergandengan tangan dengan Pemkot Surabaya," paparnya.

Eri berpesan tugas pemerintah jangan sampai mempermalukan wong cilik, karena pemerintah hadir adalah untuk memberikan yang terbaik untuk warga Surabaya.

Oleh karena itu, dia ingin nantinya para kader melanjutkan Surabaya Emas sebagai motivasi mengatasi stunting ke depannya.

"InsyaAllah nanti kalau sudah ada SK Kader Surabaya Hebat itu muncul, saya inginnya per RW. Jadi nanti per RW itu akan dapat penghargaan, jika angka stuntingnya paling sedikit,"ujarnya.

Lebih lanjut Eri menyampaikan,tidak hanya stunting, tapi juga tidak ada gizi buruk, orang miskin yang tidak masuk ke dalam MBR, saya harap tidak ada lagi itu.

Sementara itu, Ketua TP PKK Surabaya Rini Indriyani mengatakan, lomba yang digelar pada 26 Januari 2022 ini diikuti oleh balita berisiko stunting dari 154 kelurahan se-Kota Pahlawan.

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Tujuan digelarnya lomba ini adalah untuk meningkatkan komunikasi, kepedulian sosial, kesatuan dan kemanusian serta menerapkan hidup sehat dan bergizi sejak usia dini.

Menurut Rini, lomba Surabaya Emas ini merupakan bentuk komitmen TP PKK bersama Pemkot Surabaya untuk terus menurunkan angka Stunting di Kota Surabaya.

Tentu saja komitmen ini terus dibangun bersama oleh seluruh elemen masyarakat melalui berbagai bentuk kolaborasi.

"Kami harap kegiatan pencegahan dan eliminasi stunting di Kota Surabaya tidak terbatas di acara ini saja, akan tetapi nantinya bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari secara berkelanjutan," kata Rini.

Dalam lomba ini, ada tiga pemenang diantaranya adalah balita Alif Akhtar Putra Pramono dari Kelurahan Tambakrejo sebagai juara satu, juara dua disabet oleh balita Samora Mashel Karenza dari Kelurahan Peneleh dan juara tiganya dimenangkan oleh balita Almira Ramadhani dari Kelurahan Bulak Banteng.

Sutji Murti Ningsih dan Dionah Olivia selaku TP PKK pendamping dari Kelurahan Tambakrejo mengatakan, kunci keberhasilan timnya mencegah balita berisiko stunting di wilayahnya adalah ketelatenan.

Bukan hanya soal ketelatenan, keberhasilan TP PKK serta para kader mencegah balita Alif dari risiko stunting kali ini juga berkat kemauan dari orang tuanya.

Baca Juga: Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

"Awalnya kan orang tuanya nggak ikut lomba, karena adik Alif ini berisiko stunting, kami berikan arahan dan masukan supaya adik Alif ini tidak sampai mengalami stunting. Jadi kami berikan beberapa tips menu agar pertumbuhannya baik," kata Dionah.

Menurut Dionah, pendekatan dengan orang tua dan anak Alif tidak mudah dan butuh waktu panjang. Setiap ada kendala, para kader sigap mencarikan solusi agar balita Alif mau makan sesuai gizi yang dianjurkan.

"Kalau kesusahan cari menu, kita bantu carikan, kita arahkan. Eksperimen berbagai menu sudah kita lakukan, agar adik Alif tidak bosan dengan makanannya. Contoh kita bentuk seperti gambar hewan, kemudian kita ganti makanannya, misal bosan nasi, kita ganti dengan menu lain seperti kentang rebus dan sebagaianya," jelas Dionah.

Atas keberhasilan ini, ia berharap ke depannya tidak ada lagi stunting atau anak berisiko stunting di wilayah Kelurahan Tambakrejo. Oleh karena itu, ia bersama para kader lainnya siap melakukan pendampingan apabila ada anak yang membutuhkan pendampingan masalah stunting.

"Kadang kan orang tua itu malas ya, jadi kalau tidak dilakukan pendampingan dan penyuluhan, ibu balita bakal memberi makanan yang ala kadarnya. Oleh karena itu harus sabar dan telaten," pungkasnya.

Diketahui, lomba ini ada beberapa kategori kelompok, diantaranya 6 kelompok peraih Juara 1 hingga Juara Harapan 3, setiap kelompok terdiri dari balita bersama orang tua dan Tim Pendamping Keluarga (TPK). Selain itu, juga ditentukan pula 20 pemenang kategori Juara Favorit yang terdiri dari keluarga dan TPK. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.

Lepas Puluhan Tukik ke Laut, PMI Surabaya Ikut Dukung Pelestarian Penyu di Banyuwangi

Ketua Harian PMI Surabaya, Taufik Rohman, turut melepas langsung puluhan tukik tersebut ke laut.