Minggu, 01 Nov 2026 13:11 WIB

DPRD Meminta Pemkot Tidak Melanjutkan Kebijakan Kader Surabaya Hebat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 02 Mar 2022 11:43 WIB
Pengkaji Surabaya Hebat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Ratna Dwi Wulandari
Pengkaji Surabaya Hebat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Ratna Dwi Wulandari

selalu.id - Komisi D Kota Surabaya menggelar hearing terhadap jajaran pemkot melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya untuk menindaklanjuti kebijakan Kader Surabaya Hebat yang meresahkan kader-kader wilayah.

Wakil Ketua DPRD Surabaya, Reni Astuti, mengatakan, hearing tadi secara umum menanyakan tentang peraturan atau kebijakan yang menimbulkan keresahan. Sehingga pihaknya meminta Kader Surabaya Hebat tidak dilanjutkan.

Baca Juga: Melihat dari Dekat Pasar Induk Surabaya: Fasilitas Lengkap, Bebas Biaya Sewa Lapak

"Kebijakan tersebut masih banyak yang rancu dan belum jelas. Kalau memang ada peraturan yang akan dijalankan agar tersosialisasi dengan baik dan berpijak pada di samping kajian empiris, juga dengan melihat langsung kondisi faktual dan beban tugas kader. Jadi tidak terburu-buru dan tak bikin resah,"jelas Reni, usai Hearing, Selasa (1/3/2021).

Reni juga menjelaskan untuk insentif kader Surabaya sendiri dari Januari hingga Februari, semuanya tidak hanya kader yang masuk SK yang dibayarkan Rp 400 ribu.

"Itu dipotong PPh mungkin sekitar Rp 376 ribu, janjinya 15 kecamatan Minggu ini," ujarnya.

Selain itu, Reni mengatakan diakhir hearing dari saran komisi D bagaimana sikap Kepala Dinkes belum bisa mengambil keputusan harus berbagai OPD Pemkot

"Saya minta asisten kesra untuk tindaklanjuti ini agar Wali Kota Surabaya bisa tinjau ulang untuk dapat kebijakan yg lebih baik,"jelasnya.

Pemkot sendiri masih belum jelas Kader Surabaya Hebat akan dimulai kapan. Bahkan kebijakan tersebut masih dalam proses kajian.

Baca Juga: Pelaku yang Loncat ke Sungai Usai Bacok Pemobil di Surabaya Belum Ditemukan

"Terus kader tidak masuk ke Surabaya Hebat kemana? Insentifnya juga belum ada. Katanya uang transport, nominalnya Rp 400 ribu tapi juga kenapa ga disosialisasikan. Kesannya yang tak masuk di Surabaya Hebat itu selesai,"ujarnya.

Lebih lanjut Reni menyampaikan bahwa nama-nama Kader Surabaya Hebat itu dipilih koordinatornya masing-masing. Sehingga mereka (koordinator) secara tidak langsung merasa bersalah harus menghapus nama kader.

"Ada surat tanda tangan sebagai Kader Surabaya Hebat. Kalo mau refocusing jangan kader kesehatan harusnya ke ATK gitu,"jelasnya.

"Kalau ada kader Surabaya Hebat dan kader kesehatan ini jangan sampai ada perbedaan perlakuan. Masuk di SK mana? Intinya Pemkot Surabaya perlu menyampaikan, ini berawal dari kebijakan yang ndak ujuk-ujuk. Jangan reaktif atas keresahan, datangi dewan, mengeluhkan," imbuhnya.

Baca Juga: Cekcok Berujung Pembacokan di Surabaya, 1 Pelaku Belum Ditemukan usai Lompat Sungai

Sementara itu,Pengkaji Surabaya Hebat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Ratna Dwi Wulandari, menyampaikan bahwa kajiannya adalah merasionalisasi tugas kader yang terlalu banyak.

"Jadi perannya banyak dan sendiri-sendiri. Ini yang kami kaji bagaimana supaya nantinya tugas ini terstruktur, sehingga kami mengkaji mungkin tidak sih kalau ditata jadi lebih efisien tugasnya, tidak harus berkali-kali turun ke masyarakat," jelas Ratna.

Ratna juga menjelaskan, kajian ini bisa menata beban kader yang tadinya harus turun ke masyarakat berkali-kali. Sehingga bisa diatur frekuensinya sekali turun menangani masalah. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jika Surat Penyetaraan Tidak Sah, Masih Lengkapkah Syarat Pencalonan Gibran?

Pada titik ini perlu dibuat batas yang tegas. Tidak sahnya Surat Keterangan tersebut tidak otomatis berarti Gibran berhenti sebagai Wakil Presiden.

Harga Emas Antam Hari Ini: Jual dan Beli Turun Bunda, Ini Rinciannya 

Pergerakan harga emas Antam Logam Mulia umumnya dipengaruhi oleh harga emas global serta nilai tukar rupiah.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Waspada Orang Kedua, Tapi Keberuntungan dan Uang Masih Oke

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Sah! Hairul Syapril Sholeh Nahkoda Baru IKAPMII Jember 2026–2031

Kepengurusan baru ini diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas alumni sekaligus meningkatkan peran IKAPMII dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah

Bantu Pemulihan Pasokan Air Bersih, SIER Salurkan Dua Tandon Air bagi Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

selalu.id - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui program Tanggung Jawab

Bupati Jember Gus Fawait Turun Gunung Sosialisasikan Layanan Bunga Desaku

Gus Fawait menegaskan bahwa pengurusan administrasi kependudukan, khususnya Kartu Tanda Penduduk (KTP), tidak dipungut biaya.