Rabu, 11 Feb 2026 01:37 WIB

Kuatkan Ekosistem Usaha di Surabaya, DPMPTSP Jatim Gelar "KLIK"

selalu.id - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Timur menggelar Klinik Investasi Keliling (KLIK) “Kebijakan Insentif Daerah di Masa Sulit: Kolaborasi Pemerintah dan DPRD untuk Mendorong Usaha Berkelanjutan” untuk menguatkan ekosistem kemudahan berusaha di Surabaya, pada Sabtu (29/11) lalu.

 

Baca Juga: 45 Ribu Peserta PBI JKN Surabaya Dinonaktifkan, Berikut Penjelasan Dinkes

Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber utama, yakni Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jawa Timur Lilik Hendarwati yang memaparkan peran regulasi dan pengawasan legislatif dalam memperkuat kebijakan insentif daerah. Kemudian, Ketua Bidang Investasi HIPMI Kota Surabaya Moch. Ali Irsyad memaparkan perspektif pelaku usaha berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance).

 

Kepala DPMPTSP Jawa Timur Dr. Ir. Dyah Wahyu Ermawati, M.A. menyampaikan jika Surabaya telah mengoptimalkan digitalisasi layanan, termasuk penerapan OSS, SSW Alfa, dan integrasi Peta RDTR yang memungkinkan investor melakukan pengecekan zonasi secara mandiri.

 

"Penyederhanaan regulasi dan percepatan perizinan dilakukan melalui penempatan petugas teknis perangkat daerah di DPMPTSP sejak 2024 untuk mempercepat proses pengambilan keputusan," katanya.

 

Ia menuturkan bahwa inovasi seperti Klinik Investasi, layanan drive thru, serta kanal konsultasi digital memperkuat pelayanan kepada pelaku usaha dari pra-perizinan hingga pelaporan LKPM, sehingga ekosistem layanan tersebut mendukung peningkatan realisasi investasi Surabaya, terutama dari sektor Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Seleksi Ketat Penerima Bantuan Rutilahu 2026, Berikut yang Jadi Prioritas

Dyah menambahkan, jika integrasi peta zonasi melalui RDTR juga membuat investor dapat mengecek pemanfaatan ruang secara mandiri dan real time, yang dapat memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha sejak perencanaan investasi dilakukan.

 

Bahkan, lanjutnya, Pemerintah Kota Surabaya juga melakukan deregulasi pada sejumlah Perda dan Perwali yang dinilai menjadi hambatan investasi. "Penyederhanaan alur dan persyaratan dituangkan melalui standar layanan yang berlaku untuk seluruh jenis perizinan dan non-perizinan," ucapnya.

 

Selain itu, inovasi seperti Klinik Investasi, layanan drive thru, hingga layanan aduan berbasis digital menjadi fasilitas tambahan untuk mempercepat pelayanan. Ia menuturkan bahwa pelaku usaha dapat memperoleh pendampingan sejak pra-perizinan hingga asistensi pelaporan kegiatan penanaman modal.

Baca Juga: 5.012 Anak Surabaya Lolos Administrasi Beasiswa Penghafal Kitab Suci, Berikut Jadwal Tes dan Lokasinya

 

Tak hanya itu, kata dia, Pemerintah Kota Surabaya turut memberikan intervensi kemudahan bagi pelaku usaha mikro melalui fasilitasi sertifikasi halal dan pendaftaran paten atau merek. Dyah menilai kebijakan ini diperlukan untuk memperluas partisipasi UMKM dalam ekosistem investasi kota.

 

“Surabaya membangun iklim investasi yang modern dan berkelanjutan melalui kepastian regulasi, digitalisasi layanan, dan percepatan perizinan,” tandasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kabar Berpulangnya Adi Sutarwijono buat Gelombang Pentakziyah Padati Rumah Dinas

Hingga berita ini diturunkan, gelombang pentakziyah dari berbagai lapisan masyarakat masih terus berdatangan.

Kepergian Adi Sutarwijono Bikin Kader Terpukul, PDIP Surabaya: Terasa Seperti Mimpi!

Para kader mengaku terpukul dan tak menyangka sosok yang selama ini menjadi pengayom partai itu pergi begitu cepat.

Adi Sutarwijono Tutup Usia, DPRD Surabaya Kehilangan Figur Bersahaja dan Pengayom

Cak Awi dikenang sebagai sosok pemimpin yang tenang, bersahaja, serta mampu merangkul berbagai kalangan, baik di parlemen maupun di internal partai.

Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono Berpulang

Cak Awi, sapaan akrab-Dominikus Adi Sutarwijono, mengembuskan napas terakhir pada pukul 20.36 WIB di MRCCC Siloam Hospitals Jakarta.

Satpol PP Jember Segel Billboard Tak Berizin, Jalan Jawa Jadi Sorotan Utama

"Tindakan ini dilakukan demi menjaga ketertiban umum dan kelestarian lingkungan," tegas Kasatpol PP Jember, Bambang Rudiyanto.

Mengenal Sepatu Aveka, Pemenang Shopee Jagoan UMKM asal Mojokerto

Usaha milik Muhammad Nurfuat ini mulai dirintis sejak tahun 2018. Pria asal Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan ini merupakan guru ponpes kawasan Nganjuk.