Minggu, 18 Okt 2026 20:53 WIB

Guguran Awan Panas Gunung Semeru Capai 14 Kilometer, Warga Panik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 19 Nov 2025 20:00 WIB
Guguran awan panas Gunung Semeru
Guguran awan panas Gunung Semeru

selalu.id - Suasana mencekam terjadi di kawasan Jembatan Gladak Perak, Kabupaten Lumajang, Rabu (19/11). Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan detik-detik awan panas guguran (APG) Gunung Semeru menerjang area jembatan, disertai kepulan abu pekat yang menutup pandangan.

Dalam video berdurasi 26detik yang diunggah akun @antotbl, terlihat struktur merah jembatan Gladak Perak terselimuti abu vulkanik tebal.

Baca Juga: Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI, Kader GMD Jatim Bersih-bersih Pantai dan Bagikan Sembako di Probolinggo

Warga yang merekam kejadian terdengar panik saat gumpalan awan panas bergulung cepat ke arah permukiman dan jalan raya.

“Gladak Perak gelap lur, abu membumbung tinggi lur, gelap sekali. Semoga selalu aman kendali terus lur,” ujar suara yang merekam video tersebut.

Sementara itu, informasi yang dihimpun selalu.id, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa luncuran awan panas dari Semeru telah mencapai 14 kilometer, jauh melebihi jarak awal 8,5 kilometer yang tercatat saat aktivitas meningkat sore hari.

“Awan panas Gunung Semeru sudah mencapai 14 kilometer melewati Jembatan Gladak Perak,” tulis ketera

Kondisi tersebut membuat material vulkanik menerjang area sekitar jembatan, yang selama ini menjadi jalur penghubung utama antara Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang.

Baca Juga: Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi 4 Orang, Ini Daftar Namanya

BPBD Jawa Timur menegaskan bahwa sejak pukul 16.00 WIB, jembatan telah dikosongkan dari warga maupun pengendara yang melintas.

“Saat ini, akses di Jembatan Gladak Perak ditutup,” ujar Satriyo Nurseno, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim.

Penutupan dilakukan karena potensi bahaya APG yang bisa sewaktu-waktu kembali menerjang. Petugas di lokasi juga mengimbau warga menjauhi bantaran sungai dan lembah aliran lahar yang menjadi jalur utama awan panas.

Baca Juga: Kronologi dan Identitas 3 Petugas Tewas saat Kebakaran Bromo

Sekedar diketahui, Jembatan Gladak Perak bukan pertama kalinya terdampak aktivitas Semeru. Dalam beberapa tahun terakhir, jembatan ini berkali-kali mengalami kerusakan hingga harus dibangun ulang akibat terjangan material vulkanik.

Letusan Rabu sore ini kembali menunjukkan betapa rentannya kawasan tersebut, terutama saat status Semeru dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pasca terjadinya awan panas guguran pukul 14.13 WIB.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa, namun situasi masih sangat dinamis dan pemantauan terus dilakukan.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

DPRD pun mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar memberi kemudahan akses serta kepastian izin pemanfaatan fasum untuk kegiatan kebudayaan warga.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.

PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

Armuji menantang seluruh kader PDIP di Dapilb5 Surabaya untuk menyapu bersih kemenangan di wilayah sasaran konsolidasi partai pada Pemilu 2029.

Polres Pasuruan Gerebek Narkoba di Prigen, Bekuk 4 Orang dan Sita Sabu-Ekstasi

Tim saat ini masih terus mendalami peran masing-masing individu serta mengejar potensi keterlibatan jaringan atau pelaku lain di balik kasus ini.

Bawa Kukis Black ke PRJ Surabaya 2026, Kokola Tawarkan Promo Serba Rp10 Ribu hingga Emas

Fian berharap PRJ Surabaya terus berlangsung dan semakin berkembang. Area festival bisa diperluas dan melibatkan para UMKM.