Kamis, 04 Jun 2026 23:21 WIB

Guguran Awan Panas Gunung Semeru Capai 14 Kilometer, Warga Panik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 19 Nov 2025 20:00 WIB
Guguran awan panas Gunung Semeru
Guguran awan panas Gunung Semeru

selalu.id - Suasana mencekam terjadi di kawasan Jembatan Gladak Perak, Kabupaten Lumajang, Rabu (19/11). Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan detik-detik awan panas guguran (APG) Gunung Semeru menerjang area jembatan, disertai kepulan abu pekat yang menutup pandangan.

Dalam video berdurasi 26detik yang diunggah akun @antotbl, terlihat struktur merah jembatan Gladak Perak terselimuti abu vulkanik tebal.

Baca Juga: Perawat RS Waluyo Jati Probolinggo yang Ngaku Dibegal Itu Ternyata Hoaks, Alasannya Bikin Emosi

Warga yang merekam kejadian terdengar panik saat gumpalan awan panas bergulung cepat ke arah permukiman dan jalan raya.

“Gladak Perak gelap lur, abu membumbung tinggi lur, gelap sekali. Semoga selalu aman kendali terus lur,” ujar suara yang merekam video tersebut.

Sementara itu, informasi yang dihimpun selalu.id, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa luncuran awan panas dari Semeru telah mencapai 14 kilometer, jauh melebihi jarak awal 8,5 kilometer yang tercatat saat aktivitas meningkat sore hari.

“Awan panas Gunung Semeru sudah mencapai 14 kilometer melewati Jembatan Gladak Perak,” tulis ketera

Kondisi tersebut membuat material vulkanik menerjang area sekitar jembatan, yang selama ini menjadi jalur penghubung utama antara Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang.

Baca Juga: Pria di Probolinggo jadi Korban Begal, Satu Motor Matik Raib 

BPBD Jawa Timur menegaskan bahwa sejak pukul 16.00 WIB, jembatan telah dikosongkan dari warga maupun pengendara yang melintas.

“Saat ini, akses di Jembatan Gladak Perak ditutup,” ujar Satriyo Nurseno, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim.

Penutupan dilakukan karena potensi bahaya APG yang bisa sewaktu-waktu kembali menerjang. Petugas di lokasi juga mengimbau warga menjauhi bantaran sungai dan lembah aliran lahar yang menjadi jalur utama awan panas.

Baca Juga: Yadnya Kasada Suku Tengger Semeru Lahirkan Tiga Dukun Pandita Baru

Sekedar diketahui, Jembatan Gladak Perak bukan pertama kalinya terdampak aktivitas Semeru. Dalam beberapa tahun terakhir, jembatan ini berkali-kali mengalami kerusakan hingga harus dibangun ulang akibat terjangan material vulkanik.

Letusan Rabu sore ini kembali menunjukkan betapa rentannya kawasan tersebut, terutama saat status Semeru dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pasca terjadinya awan panas guguran pukul 14.13 WIB.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa, namun situasi masih sangat dinamis dan pemantauan terus dilakukan.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.