Senin, 02 Feb 2026 06:00 WIB

APBD 2026 Rp12,7 Disahkan, Wali Kota Eri Incar Pendapatan Aset Ganti Kekurangan Rp730 Miliar

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 10 Nov 2025 14:21 WIB

selalu.id – Pemerintah Kota (Pemkot) dan DPRD Surabaya resmi mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 sebesar Rp12,7 triliun dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Surabaya, Senin (10/11/2025).

 

Baca Juga: Wali Kota Eri Datangi Rumah Ibu Ojol Viral, Ajak Ubah Nasib Lewat Padat Karya

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan bahwa APBD 2026 difokuskan pada percepatan pembangunan dan penataan anggaran yang lebih tepat sasaran. Ia memastikan seluruh proses lelang proyek bisa dimulai lebih awal agar realisasi pembangunan tidak menumpuk di akhir tahun.

 

“Kita akan segera melaksanakan pembangunan untuk tahun 2027. Karena kita sudah bisa melakukan persiapan lelang dan lain-lain. Jadi nanti Januari sudah bisa langsung jalan,” kata Eri seusai rapat paripurna.

 

Eri juga berterima kasih kepada DPRD Surabaya yang telah menginisiasi program rumah hunian layak. Menurutnya, kolaborasi antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci agar bantuan sosial dan program kerakyatan berjalan efisien dan tepat sasaran.

 

“Kalau satu keluarga dapat dua beasiswa, itu harus kita sepakati. Kalau lebih dari dua, ya memang tidak bisa. Kalau semua disentuh, anggaran nggak akan cukup. Maka saya matur nuwun pada DPRD,” ujarnya.

 

Eri menambahkan, Pemkot akan memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah pengurangan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) sekitar Rp730 miliar.

 

“Kita akan banyak melakukan optimalisasi aset, jangan sampai mangkrak atau cuma disewa. Dari reklame juga nanti kita pakai model neon digital di jalan-jalan utama. Yang bayar listrik bukan kita, tapi kita dapat pendapatan,” jelasnya.

Baca Juga: Kasus Pungli Rp8 Juta di Wira-Wiri Bongkar Celah Pengawasan Lemah Dishub Surabaya

 

Langkah tersebut, kata Eri, menjadi inovasi untuk menutup kekurangan TKD sekaligus memperluas sumber pendapatan daerah tanpa membebani warga.

 

“Dengan pemotongan TKD, kita harus berinovasi untuk menggantikannya. Insyaallah bisa,” tegasnya.

 

Sementara itu, Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono mengapresiasi jalannya paripurna yang berlangsung lancar dan penuh kolaborasi. Ia menyebut sinergi antara DPRD dan Pemkot menjadi kekuatan utama dalam penyusunan APBD terbesar dalam sejarah Kota Surabaya.

 

Baca Juga: Wali Kota Eri Cahyadi Tegaskan Siap Rekomendasikan Pembubaran Ormas Pelaku Premanisme

“Semua hal yang dibahas di paripurna berjalan dengan baik. Termasuk usulan-usulan dari Bu Lupia yang ditanggapi langsung oleh Pak Wali Kota,” ujar Adi.

 

Ia menegaskan DPRD akan terus melakukan pengawasan agar setiap program yang tertuang dalam APBD 2026 benar-benar terserap dan memberi dampak nyata bagi warga.

 

“Tahapan pembahasan sudah sesuai timeline. Ada penambahan anggaran untuk sektor prioritas seperti rutilahu, infrastruktur, PJU, dan sarana air bersih. Semua itu diharapkan menjadi narasi positif bagi pembangunan Surabaya,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.