APBD 2026 Rp12,7 Disahkan, Wali Kota Eri Incar Pendapatan Aset Ganti Kekurangan Rp730 Miliar
- Penulis : Ade Resty
- | Senin, 10 Nov 2025 14:21 WIB
selalu.id – Pemerintah Kota (Pemkot) dan DPRD Surabaya resmi mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 sebesar Rp12,7 triliun dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Surabaya, Senin (10/11/2025).
Baca Juga: Wali Kota Eri Datangi Rumah Ibu Ojol Viral, Ajak Ubah Nasib Lewat Padat Karya
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan bahwa APBD 2026 difokuskan pada percepatan pembangunan dan penataan anggaran yang lebih tepat sasaran. Ia memastikan seluruh proses lelang proyek bisa dimulai lebih awal agar realisasi pembangunan tidak menumpuk di akhir tahun.
“Kita akan segera melaksanakan pembangunan untuk tahun 2027. Karena kita sudah bisa melakukan persiapan lelang dan lain-lain. Jadi nanti Januari sudah bisa langsung jalan,” kata Eri seusai rapat paripurna.
Eri juga berterima kasih kepada DPRD Surabaya yang telah menginisiasi program rumah hunian layak. Menurutnya, kolaborasi antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci agar bantuan sosial dan program kerakyatan berjalan efisien dan tepat sasaran.
“Kalau satu keluarga dapat dua beasiswa, itu harus kita sepakati. Kalau lebih dari dua, ya memang tidak bisa. Kalau semua disentuh, anggaran nggak akan cukup. Maka saya matur nuwun pada DPRD,” ujarnya.
Eri menambahkan, Pemkot akan memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah pengurangan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) sekitar Rp730 miliar.
“Kita akan banyak melakukan optimalisasi aset, jangan sampai mangkrak atau cuma disewa. Dari reklame juga nanti kita pakai model neon digital di jalan-jalan utama. Yang bayar listrik bukan kita, tapi kita dapat pendapatan,” jelasnya.
Baca Juga: Kasus Pungli Rp8 Juta di Wira-Wiri Bongkar Celah Pengawasan Lemah Dishub Surabaya
Langkah tersebut, kata Eri, menjadi inovasi untuk menutup kekurangan TKD sekaligus memperluas sumber pendapatan daerah tanpa membebani warga.
“Dengan pemotongan TKD, kita harus berinovasi untuk menggantikannya. Insyaallah bisa,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono mengapresiasi jalannya paripurna yang berlangsung lancar dan penuh kolaborasi. Ia menyebut sinergi antara DPRD dan Pemkot menjadi kekuatan utama dalam penyusunan APBD terbesar dalam sejarah Kota Surabaya.
Baca Juga: Wali Kota Eri Cahyadi Tegaskan Siap Rekomendasikan Pembubaran Ormas Pelaku Premanisme
“Semua hal yang dibahas di paripurna berjalan dengan baik. Termasuk usulan-usulan dari Bu Lupia yang ditanggapi langsung oleh Pak Wali Kota,” ujar Adi.
Ia menegaskan DPRD akan terus melakukan pengawasan agar setiap program yang tertuang dalam APBD 2026 benar-benar terserap dan memberi dampak nyata bagi warga.
“Tahapan pembahasan sudah sesuai timeline. Ada penambahan anggaran untuk sektor prioritas seperti rutilahu, infrastruktur, PJU, dan sarana air bersih. Semua itu diharapkan menjadi narasi positif bagi pembangunan Surabaya,” pungkasnya.
Editor : Ading
