Rabu, 23 Sep 2026 22:52 WIB

Kekurangan Guru, Dispendik Surabaya Fokus Tambah Tenaga Pengajar 2026

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 20 Okt 2025 14:12 WIB

selalu.id – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya mengakui masih terdapat kekurangan tenaga pendidik di sejumlah sekolah negeri, terutama guru kelas, guru agama, dan guru pendamping khusus (GPK). Persoalan ini telah diusulkan ke pemerintah pusat dan akan menjadi prioritas utama dalam rekrutmen guru tahun 2026.

 

Baca Juga: Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

“Kalau soal kekurangan guru, kami sudah usulkan. Harapan kami nanti bisa jadi prioritas, karena guru itu ujung tombak pendidikan. Yang paling dibutuhkan saat ini guru kelas, guru agama, dan GPK,” ujar Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh, Senin (20/10/2025).

 

Yusuf menjelaskan, selain sekolah negeri, pihaknya juga memperhatikan kondisi sekolah swasta yang turut terdampak ketimpangan jumlah tenaga pengajar. Pemerintah kota disebut berkomitmen menjaga keseimbangan perkembangan antara sekolah negeri dan swasta.

 

“Kalau sekolah swasta, tetap kami perhatikan. Bantuannya akan disesuaikan agar perkembangan antara sekolah negeri dan swasta bisa seimbang,” jelasnya.

 

Menurut Yusuf, keberadaan sekolah swasta menjadi bagian penting dalam ekosistem pendidikan Surabaya. Karena itu, penambahan sekolah negeri akan dipertimbangkan agar tidak mengganggu keberlanjutan sekolah swasta.

 

“Kalau nambah sekolah negeri terus, kasihan sekolah swasta juga. Jadi ini nanti jadi pertimbangan khusus, seperti saran teman-teman Komisi D DPRD. Harus imbang,” imbuhnya.

 

Ia menambahkan, anggaran fungsi pendidikan tahun 2026 dipastikan mengalami kenaikan untuk memperkuat berbagai program intervensi, termasuk peningkatan kualitas guru dan sarana pendidikan.

Baca Juga: Dispendik Terjunkan Tim Supervisi Awasi MPLS di Surabaya

 

“Anggarannya tetap naik, meski tidak signifikan. Tapi program intervensinya tetap sama seperti tahun kemarin,” katanya.

 

Untuk menutup kekurangan tenaga pendidik dalam jangka pendek, Dispendik Surabaya menjalankan program “Surabaya Mengajar”, hasil kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi seperti Unesa, Uinsa, Unusa, dan universitas Muhammadiyah.

 

“Program Surabaya Mengajar ini sangat membantu. Kami kerja sama dengan universitas, termasuk teman-teman Muhammadiyah, untuk mengisi kekosongan guru di lapangan,” jelasnya.

Baca Juga: Gagal Masuk Sekolah Negeri? Pemkot Surabaya Siapkan Jalur Swasta Berkualitas

 

Program tersebut menugaskan mahasiswa semester akhir dan peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) ke sekolah-sekolah untuk membantu proses belajar mengajar selama satu semester.

 

Yusuf berharap, kombinasi antara rekrutmen baru dan kolaborasi dengan perguruan tinggi dapat menjaga mutu pendidikan di Surabaya tetap merata.

 

“Yang terpenting, kualitas pendidikan di Surabaya tetap merata. Kami ingin semua sekolah, baik negeri maupun swasta, bisa berkembang bersama,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Soiree Rooftop Bar Gelar Soiree Gigs Vol 2 Akhir Pekan Ini, Ada Silampukau hingga DJ Gatra

Agenda musik akhir pekan ini bakal berlangsung pada Sabtu, 26 September 2026, mulai pukul 18.00 WIB.

Ternyata, Soal Ini Kantor BPN Kota Mojokerto Digeledah KPK

Pantauan di lokasi, terdapat empat mobil Avanza berwarna hitam terparkir di halaman Kantor ATR/BPN Kota Mojokerto. Diduga mobil itu dikendarai oleh tim KPK.

Oknum ASN Jember Dilaporkan ke Itjen Kemenag Buntut Nikah Siri, Modusnya Bikin Ngelus Dada

Oknum ASN itu berinisial AFA, yang bertugas di salah satu Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember.

Pungli Rekrutmen Pemkot Surabaya: Jangan Cuma Tangkap Kroco, Seret Penikmat Aliran Dananya!

Jika dalam proses pemeriksaan ditemukan aliran uang atau keterlibatan pihak lain, termasuk pejabat di atasnya, kasus tersebut harus ditelusuri sesuai ketentuan.

Kekeringan di Jatim Makin Parah, Fraksi PKS Sentil Pemprov: Jangan Cuma Sibuk Bagi-bagi Air!

Saat ini, krisis kekeringan di Jawa Timur kian meluas, dengan 24 kabupaten/kota telah menetapkan status siaga maupun tanggap darurat. 

Ketika Sedekah Bumi dan Pengajian Satukan Warga Sidoarjo

Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan bahwa Sedekah Bumi merupakan bentuk rasa syukur sekaligus momentum untuk memperkuat silaturahmi antarwarga.