Kekurangan Guru, Dispendik Surabaya Fokus Tambah Tenaga Pengajar 2026
- Penulis : Ade Resty
- | Senin, 20 Okt 2025 14:12 WIB
selalu.id – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya mengakui masih terdapat kekurangan tenaga pendidik di sejumlah sekolah negeri, terutama guru kelas, guru agama, dan guru pendamping khusus (GPK). Persoalan ini telah diusulkan ke pemerintah pusat dan akan menjadi prioritas utama dalam rekrutmen guru tahun 2026.
Baca Juga: Peringati HGN, 2000 Guru di Surabaya Gelar Doa Lintas Agama
“Kalau soal kekurangan guru, kami sudah usulkan. Harapan kami nanti bisa jadi prioritas, karena guru itu ujung tombak pendidikan. Yang paling dibutuhkan saat ini guru kelas, guru agama, dan GPK,” ujar Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh, Senin (20/10/2025).
Yusuf menjelaskan, selain sekolah negeri, pihaknya juga memperhatikan kondisi sekolah swasta yang turut terdampak ketimpangan jumlah tenaga pengajar. Pemerintah kota disebut berkomitmen menjaga keseimbangan perkembangan antara sekolah negeri dan swasta.
“Kalau sekolah swasta, tetap kami perhatikan. Bantuannya akan disesuaikan agar perkembangan antara sekolah negeri dan swasta bisa seimbang,” jelasnya.
Menurut Yusuf, keberadaan sekolah swasta menjadi bagian penting dalam ekosistem pendidikan Surabaya. Karena itu, penambahan sekolah negeri akan dipertimbangkan agar tidak mengganggu keberlanjutan sekolah swasta.
“Kalau nambah sekolah negeri terus, kasihan sekolah swasta juga. Jadi ini nanti jadi pertimbangan khusus, seperti saran teman-teman Komisi D DPRD. Harus imbang,” imbuhnya.
Ia menambahkan, anggaran fungsi pendidikan tahun 2026 dipastikan mengalami kenaikan untuk memperkuat berbagai program intervensi, termasuk peningkatan kualitas guru dan sarana pendidikan.
Baca Juga: Dispendik Surabaya Cek Kantin SMPN 37 Usai Temuan Harga Jajanan Naik
“Anggarannya tetap naik, meski tidak signifikan. Tapi program intervensinya tetap sama seperti tahun kemarin,” katanya.
Untuk menutup kekurangan tenaga pendidik dalam jangka pendek, Dispendik Surabaya menjalankan program “Surabaya Mengajar”, hasil kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi seperti Unesa, Uinsa, Unusa, dan universitas Muhammadiyah.
“Program Surabaya Mengajar ini sangat membantu. Kami kerja sama dengan universitas, termasuk teman-teman Muhammadiyah, untuk mengisi kekosongan guru di lapangan,” jelasnya.
Baca Juga: Soal Bullying di Sekolah, Program Curhat Sebaya Bakal jadi Solusi Dispendik Surabaya
Program tersebut menugaskan mahasiswa semester akhir dan peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) ke sekolah-sekolah untuk membantu proses belajar mengajar selama satu semester.
Yusuf berharap, kombinasi antara rekrutmen baru dan kolaborasi dengan perguruan tinggi dapat menjaga mutu pendidikan di Surabaya tetap merata.
“Yang terpenting, kualitas pendidikan di Surabaya tetap merata. Kami ingin semua sekolah, baik negeri maupun swasta, bisa berkembang bersama,” pungkasnya.
Editor : AdingURL : https://selalu.id/news-11161-kekurangan-guru-dispendik-surabaya-fokus-tambah-tenaga-pengajar-2026
