Selasa, 21 Jul 2026 17:44 WIB

Kekurangan Guru, Dispendik Surabaya Fokus Tambah Tenaga Pengajar 2026

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 20 Okt 2025 14:12 WIB

selalu.id – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya mengakui masih terdapat kekurangan tenaga pendidik di sejumlah sekolah negeri, terutama guru kelas, guru agama, dan guru pendamping khusus (GPK). Persoalan ini telah diusulkan ke pemerintah pusat dan akan menjadi prioritas utama dalam rekrutmen guru tahun 2026.

 

Baca Juga: Dispendik Terjunkan Tim Supervisi Awasi MPLS di Surabaya

“Kalau soal kekurangan guru, kami sudah usulkan. Harapan kami nanti bisa jadi prioritas, karena guru itu ujung tombak pendidikan. Yang paling dibutuhkan saat ini guru kelas, guru agama, dan GPK,” ujar Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh, Senin (20/10/2025).

 

Yusuf menjelaskan, selain sekolah negeri, pihaknya juga memperhatikan kondisi sekolah swasta yang turut terdampak ketimpangan jumlah tenaga pengajar. Pemerintah kota disebut berkomitmen menjaga keseimbangan perkembangan antara sekolah negeri dan swasta.

 

“Kalau sekolah swasta, tetap kami perhatikan. Bantuannya akan disesuaikan agar perkembangan antara sekolah negeri dan swasta bisa seimbang,” jelasnya.

 

Menurut Yusuf, keberadaan sekolah swasta menjadi bagian penting dalam ekosistem pendidikan Surabaya. Karena itu, penambahan sekolah negeri akan dipertimbangkan agar tidak mengganggu keberlanjutan sekolah swasta.

 

“Kalau nambah sekolah negeri terus, kasihan sekolah swasta juga. Jadi ini nanti jadi pertimbangan khusus, seperti saran teman-teman Komisi D DPRD. Harus imbang,” imbuhnya.

 

Ia menambahkan, anggaran fungsi pendidikan tahun 2026 dipastikan mengalami kenaikan untuk memperkuat berbagai program intervensi, termasuk peningkatan kualitas guru dan sarana pendidikan.

Baca Juga: Gagal Masuk Sekolah Negeri? Pemkot Surabaya Siapkan Jalur Swasta Berkualitas

 

“Anggarannya tetap naik, meski tidak signifikan. Tapi program intervensinya tetap sama seperti tahun kemarin,” katanya.

 

Untuk menutup kekurangan tenaga pendidik dalam jangka pendek, Dispendik Surabaya menjalankan program “Surabaya Mengajar”, hasil kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi seperti Unesa, Uinsa, Unusa, dan universitas Muhammadiyah.

 

“Program Surabaya Mengajar ini sangat membantu. Kami kerja sama dengan universitas, termasuk teman-teman Muhammadiyah, untuk mengisi kekosongan guru di lapangan,” jelasnya.

Baca Juga: Dispendik Surabaya Siapkan Sekolah Swasta Bagi Calon Siswa yang Tak Lolos Negeri

 

Program tersebut menugaskan mahasiswa semester akhir dan peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) ke sekolah-sekolah untuk membantu proses belajar mengajar selama satu semester.

 

Yusuf berharap, kombinasi antara rekrutmen baru dan kolaborasi dengan perguruan tinggi dapat menjaga mutu pendidikan di Surabaya tetap merata.

 

“Yang terpenting, kualitas pendidikan di Surabaya tetap merata. Kami ingin semua sekolah, baik negeri maupun swasta, bisa berkembang bersama,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya

Fenny mengatakan lomba ini sejalan dengan upaya mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.