Sabtu, 13 Jun 2026 18:42 WIB

Jamin Kehalalan Air Daur Ulang, SIER Ajukan Proses Sertifikasi Halal ke BPJPH

selalu.id - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) tengah mengupayakan sertifikasi halal, untuk air hasil pengolahan limbah cair melalui program Zero Liquid Discharge (ZLD). Langkah ini diambil untuk memberikan kepastian bagi tenant, khususnya industri makanan dan minuman, bahwa air yang digunakan dalam proses produksi aman, bersih, dan sesuai syariat.

 

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Direktur Operasi sekaligus Plt Direktur Pemasaran dan Pengembangan PT SIER, Lussi Erniawati, menjelaskan bahwa SIER sejak lama menerapkan konsep zero to landfill dan zero liquid discharge (ZLD), sebagai komitmen kawasan industri yang selalu mengedepankan keberlanjutan.

 

Dalam program ZLD, air limbah dari kawasan industri tidak dibuang, tetapi diolah hingga layak digunakan kembali. “Air hasil olahan ini kami distribusikan ke tenant. Karena banyak tenant SIER bergerak di bidang food and beverage (F&B), maka kami ingin memastikan melalui sertifikasi halal agar tidak menimbulkan keraguan,” ungkap Lussi.

 

Lussi berharap audit halal terhadap air daur ulang ini berjalan lancar dan hasil rekomendasi dari auditor dapat segera ditindaklanjuti. “Harapan kami, sertifikasi halal ini bisa segera diperoleh sehingga semakin meningkatkan kepercayaan tenant dan mendukung keberlanjutan industri di kawasan SIER,” tandasnya.

 

Audit halal terhadap proses produksi air daur ulang ini, dilakukan oleh Lembaga Pemeriksa Halal dan Kajian Halalan Thayyiban (LPH-KHT) PP Muhammadiyah. Proses audit ini dilakukan selama dua hari mulai 17-18 September 2025.

 

Baca Juga: SIER dan Holding BUMN Danareksa Salurkan 3.000 Paket Daging Kurban

Ketua Auditor LPH-KHT PP Muhammadiyah, Muhammad Nadratuzzaman Hosen, menegaskan bahwa lembaganya berperan sebagai auditor, bukan penerbit sertifikat. Yang akan menerbitkan sertifikat halal itu adalah adalah BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal) yang dibentuk pemerintah. 

 

“Tugas kami adalah mengaudit dan memastikan semua data lengkap, lalu melaporkannya kepada Komisi Fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia). Nantinya ulama yang akan memutuskan status halal atau tidak, dan dari situ BPJPH mengeluarkan sertifikat halalnya,” jelasnya.

 

Menurut Nadratuzzaman, air merupakan isu penting karena sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air. Dahulu masyarakat tidak mempersoalkan soal air karena mengandalkan air sumur yang dianggap bersih. Namun kini, kualitas air tanah sering terancam pencemaran, terutama jika letak sumur berdekatan dengan septictank.

Baca Juga: Artistik dan Futuristik, Kupu-kupu Robotik SIER Karya Mahasiswa ITS Memukau Surabaya Vaganza 2026

 

“Kalau air daur ulang, masyarakat cenderung ragu karena dianggap tidak bersih. Maka sertifikasi halal ini hadir untuk menghilangkan keraguan. Dalam Islam, jika ada keraguan disebut subhat, dan subhat harus ditinggalkan. Dengan sertifikasi halal, statusnya jadi jelas,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, proses audit ini membutuhkan kelengkapan data yang menyeluruh. Jika data belum lengkap, Komisi Fatwa MUI bisa mengembalikan berkas untuk dilengkapi. “Kami hanya menyajikan laporan dan informasi seakurat mungkin. Keputusan halal atau haram tetap berada di tangan ulama melalui Komisi Fatwa MUI,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Porkab Karate Sidoarjo Dibuka, Ratusan Atlet Disiapkan untuk Porprov 

Pembukaan Porkab Sidoarjo 2026 Cabang Olahraga Karate di GOR Delta Sidoarjo. (Foto: Ariyanto/selalu.id) 

Di Bulan Bung Karno, Armuji Tantang Kader Gen Z PDIP Surabaya jadi Anggota Dewan

Armuji, menegaskan bahwa Gen-Z memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan partai maupun bangsa.

Pertama Kali Pasca Islah, Subandi-Mimik Pamer Kekompakan di Depan Publik Sidoarjo

Sebelumnya, kedua belah pihak bahkan sempat saling melayangkan laporan ke pihak kepolisian atas pertikaian itu.

Semarak Piala Dunia 2026, Warga Desa Medali di Mojokerto Pasang 48 Bendera Kontestan

Sebanyak 48 bendera yang berlaga di piala dunia itu didapatkan dari anggaran yang diperoleh dari iuran secara sukarela.

Sekretariat DPRD Jatim Kembangkan Tanaman Hidroponik, Sri Wahyuni Mengapresiasi

Di area depan ruangan Fraksi PDI-P, terlihat deretan tanaman hidroponik yang ditanam menggunakan media pipa paralon tersusun rapi.

Peringati Harganas ke-33, KB Permanen di Jember Sasar 234 Perempuan dan 25 Laki-laki

Target akseptor MOW di Jember berkisar 250 peserta dan kini hampir seluruhnya telah terpenuhi.