Pemkot-DPRD Kompak Dukung Workshop Wartawan Bahas Peningkatan PAD Surabaya
- Penulis : Ade Resty
- | Senin, 25 Agu 2025 09:23 WIB
selalu.id – Workshop wartawan Surabaya yang membahas potensi aset Pemerintah Kota (Pemkot) untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Balai Diklat Pemkot Surabaya, Prigen, mendapat apresiasi dari berbagai pihak.
Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin
Tidak hanya jajaran pemkot, pimpinan dan anggota DPRD Surabaya juga menilai forum ini strategis.
Acara yang diikuti 75 wartawan tersebut menghadirkan seluruh anggota Komisi A DPRD Surabaya serta Imam Syafi’i, anggota Komisi D sekaligus mantan jurnalis senior.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Surabaya, M Fikser, mengaku sudah sering mengikuti forum diskusi bersama wartawan. Namun, ia menyebut acara kali ini berbeda karena topik yang diangkat relevan dan kualitasnya lebih terarah.
“Selama saya di pemerintah kota dan Diskominfo saya sering mengikuti talkshow yang diadakan temen-temen media. Tapi tidak pernah membuat acara sebagus ini, acara malam ini luar biasa,” ujar Fikser.
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, juga memberi apresiasi. Menurutnya, workshop ini penting karena mampu mempertemukan pemkot, DPRD, dan media dalam satu ruang untuk membahas solusi peningkatan PAD.
“Acara ini sangat bermanfaat karena mengangkat isu yang memang dibutuhkan pemerintah kota untuk memperkuat PAD. Kolaborasi seperti ini perlu terus dilanjutkan agar hasilnya nyata bagi masyarakat,” kata politisi Gerindra yang akrab disapa Cak Yebe itu.
Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa
Imam Syafi’i menilai workshop tersebut bukan sekadar forum diskusi, melainkan ruang bagi wartawan untuk menunjukkan kontribusi nyata terhadap pembangunan kota.
“Sebagai mantan wartawan, saya bangga melihat acara seperti ini. Wartawan tidak hanya meliput, tapi juga memberi ide dan gagasan untuk membangun Surabaya,” ujarnya.
Ia menegaskan, isu pengelolaan aset krusial karena bisa menjadi kunci peningkatan PAD tanpa membebani warga. “Kalau bisa dikelola dengan benar, Surabaya akan punya sumber pendapatan yang kuat tanpa harus menaikkan pajak,” tegasnya.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Putus 2 Kontraktor Proyek Pompa Air Karena Wanprestasi
Workshop ini juga menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya Pdt Rio Pattiselano, Kepala BPKAD Wiwiek Widayati, Kepala BKPSDM Ira Tursilowati, serta Wakil Dekan Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Dr. Syofyan Hadi.
Mereka menyampaikan perspektif berbeda, mulai dari tata kelola aset, penguatan SDM pemerintah, hingga aspek hukum pengelolaan aset daerah. Diskusi berlangsung interaktif dan memberi gambaran komprehensif tentang arah optimalisasi aset pemkot.
“Kami senang acara ini bisa berjalan sukses dengan dukungan semua pihak. Kehadiran wartawan, pemkot, DPRD, hingga akademisi membuktikan bahwa optimalisasi aset memang menjadi kepentingan bersama,” pungkas Ketua Pelaksana, M Nafan Hadi.
Editor : Ading
