Kamis, 22 Okt 2026 22:30 WIB

Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Pusat Perpustakaan Bakau Dunia

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 21 Agu 2025 18:47 WIB
HUT ke-2 KRM di kawasan Gunung Anyar
HUT ke-2 KRM di kawasan Gunung Anyar

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyiapkan Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya sebagai pusat pengetahuan global atau perpustakaan bakau dunia. Langkah ini memperluas jejaring KRM dengan komunitas kebun raya internasional melalui keanggotaannya di Botanical Gardens Conservation International (BGCI).

 

Baca Juga: Genapi Rehabilitasi Kawasan Pesisir, TPS Serahkan Tiga Ribu Bibit Mangrove ke DLH Surabaya

Inisiatif tersebut dinilai strategis untuk memperkuat posisi KRM sebagai pusat konservasi mangrove sekaligus laboratorium alam untuk riset dan edukasi global. Keanggotaan KRM Surabaya di BGCI juga membuka peluang berbagi pengetahuan, memperluas jejaring riset lintas negara, serta memperkuat diplomasi Indonesia dalam konservasi tumbuhan, khususnya ekosistem mangrove.

 

Meski baru berusia dua tahun, KRM Surabaya telah bergabung dengan World Mangrove Center (WMC) dan BGCI. Apresiasi atas pencapaian itu disampaikan Wakil Kepala BRIN, Amarulla Octavian, dalam peringatan HUT ke-2 KRM di kawasan Gunung Anyar, Sabtu (26/7/2025).

 

“Dengan adanya sinergi dan kolaborasi berbagai pihak dalam membangun dan mengembangkan kawasan ini, kini kawasan ini telah berubah menjadi lanskap konservasi yang asri, dilengkapi dengan infrastruktur serta fasilitas publik yang edukatif dan menarik serta inklusif,” kata Amarulla.

 

Ia menekankan nilai ekologis mangrove mulai dari perlindungan pantai dari abrasi, penyediaan habitat biota pesisir, hingga fungsi penyerap karbon. “Di dunia ini sangat sedikit kebun raya yang berfokus pada konservasi jenis-jenis tumbuhan mangrove. Dari jumlah yang sangat sedikit tersebut KRM Surabaya adalah salah satunya,” ujarnya.

 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan terima kasih atas pendampingan BRIN. Ia menyebut dukungan tersebut menjadi motivasi pemkot menjaga dan mengembangkan KRM agar menjadi perpustakaan mangrove dunia sekaligus pusat pengurangan karbon.

 

Baca Juga: Jadi Rumah Puluhan Satwa Liar, Kebun Raya Mangrove Surabaya Cocok untuk Liburan

“Mendapatkan keanggotaan secara internasional menjadi penyemangat kami agar KRM menjadi perpustakaan mangrove dunia dan pusat pengurangan karbon,” kata Eri.

 

Eri menambahkan, pengembangan KRM ke depan juga akan menyentuh ketahanan pangan melalui riset silvofishery bersama BRIN, yakni sistem budidaya perikanan terpadu di kawasan mangrove. “Kolaborasi antara mangrove dan perikanan serta tambak sekitar diharapkan akan menjaga kelestarian alam. Ketika alam dijaga, Surabaya akan menjadi kota yang bersih dan tenang,” jelasnya.

 

Direktur Rehabilitasi Mangrove Kementerian Kehutanan RI, Ristianto Pribadi, berharap KRM Surabaya dapat menjadi pusat pengetahuan bakau dunia. “Kebun Raya Mangrove Surabaya ini harapannya akan menjadi perpustakaan mangrove dunia. Karena Kebun Raya Mangrove ini sekarang sudah memiliki 74 spesies mangrove, dan itu sangat sulit,” katanya.

 

Baca Juga: Menjembatani Pertumbuhan Industri dan Kelestarian Pesisir

Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, R. Hendrian, menilai Pemkot Surabaya berhasil mengoptimalkan kawasan mangrove secara cepat. “Luas lahan terbangun dan termanfaatkan saat ini sudah cukup luas. Ini merupakan salah satu prestasi yang layak diapresiasi,” ujarnya.

 

Kepala DKPP Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, menyebut pada saat diresmikan tahun 2023, KRM memiliki 56 jenis mangrove, kini meningkat menjadi 74 jenis. “Kami terus berupaya menambah berbagai jenis mangrove sebagai koleksi di Kebun Raya Mangrove Surabaya,” ungkapnya.

 

Ia menambahkan kerja sama lintas stakeholder diharapkan memperkuat peran KRM dalam fungsi konservasi, riset, pendidikan, pariwisata, jasa lingkungan, hingga pengembangan sumber pangan alternatif. “Mudah-mudahan upaya kita bersama BRIN dan stakeholder lain untuk membangun kebun raya ini menjadi salah satu sumber pangan bisa segera dioptimalkan,” pungkas Antiek. (ADV)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pabrik Daur Ulang Ban Bekas Dekat SPBU di Mojokerto Terbakar

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki pihak kepolisian. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir cukup besar.

Polda Jatim Amankan 11 Orang Diduga Pembuat Onar saat Demo di Grahadi Surabaya

Dalam penangkapan itu, polisi turut menyita barang bukti cairan tiner, minuman keras jenis arak, senjata keling (knuckle), hingga beberapa telepon seluler.

7.000 Hektare Hutan dan Lahan di Indonesia Masih Terbakar, Ini Daftar Wilayahnya

Selain karhutla, BNPB mencatat 2.188 bencana alam melanda Indonesia hingga Oktober 2026. Dari kekeringan, gempa, erupsi gunung, hingga cuaca ekstrem.

Banyak Santri Terganjal Aturan Usia 16 Tahun, DPRD Surabaya Desak Revisi Juknis Beasiswa

Muhammad Saifuddin mengungkapkan, dari target awal 3.000 santri penerima beasiswa pada 2026, baru sekitar 700 santri yang terealisasi.

Kanwil Kemenag Jatim Luncurkan Aplikasi El-Santri pada Hari Santri 2026, Ini Kegunaannya

Syaikhul Hadi menekankan pentingnya sikap adaptif dan inovatif agar ilmu yang dimiliki mampu menjawab tantangan zaman. 

Soal Isu Kredit Fiktif Rp690 Juta, BRI Nganjuk Tegaskan Sesuai Prosedur

BRI Nganjuk juga telah memanggil pihak keluarga terkait untuk duduk bersama. Ruang mediasi dibuka guna mencari jalan keluar terbaik sesuai regulasi.