Kamis, 23 Jul 2026 05:11 WIB

Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Pusat Perpustakaan Bakau Dunia

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 21 Agu 2025 18:47 WIB
HUT ke-2 KRM di kawasan Gunung Anyar
HUT ke-2 KRM di kawasan Gunung Anyar

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyiapkan Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya sebagai pusat pengetahuan global atau perpustakaan bakau dunia. Langkah ini memperluas jejaring KRM dengan komunitas kebun raya internasional melalui keanggotaannya di Botanical Gardens Conservation International (BGCI).

 

Baca Juga: Jadi Rumah Puluhan Satwa Liar, Kebun Raya Mangrove Surabaya Cocok untuk Liburan

Inisiatif tersebut dinilai strategis untuk memperkuat posisi KRM sebagai pusat konservasi mangrove sekaligus laboratorium alam untuk riset dan edukasi global. Keanggotaan KRM Surabaya di BGCI juga membuka peluang berbagi pengetahuan, memperluas jejaring riset lintas negara, serta memperkuat diplomasi Indonesia dalam konservasi tumbuhan, khususnya ekosistem mangrove.

 

Meski baru berusia dua tahun, KRM Surabaya telah bergabung dengan World Mangrove Center (WMC) dan BGCI. Apresiasi atas pencapaian itu disampaikan Wakil Kepala BRIN, Amarulla Octavian, dalam peringatan HUT ke-2 KRM di kawasan Gunung Anyar, Sabtu (26/7/2025).

 

“Dengan adanya sinergi dan kolaborasi berbagai pihak dalam membangun dan mengembangkan kawasan ini, kini kawasan ini telah berubah menjadi lanskap konservasi yang asri, dilengkapi dengan infrastruktur serta fasilitas publik yang edukatif dan menarik serta inklusif,” kata Amarulla.

 

Ia menekankan nilai ekologis mangrove mulai dari perlindungan pantai dari abrasi, penyediaan habitat biota pesisir, hingga fungsi penyerap karbon. “Di dunia ini sangat sedikit kebun raya yang berfokus pada konservasi jenis-jenis tumbuhan mangrove. Dari jumlah yang sangat sedikit tersebut KRM Surabaya adalah salah satunya,” ujarnya.

 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan terima kasih atas pendampingan BRIN. Ia menyebut dukungan tersebut menjadi motivasi pemkot menjaga dan mengembangkan KRM agar menjadi perpustakaan mangrove dunia sekaligus pusat pengurangan karbon.

 

Baca Juga: Menjembatani Pertumbuhan Industri dan Kelestarian Pesisir

“Mendapatkan keanggotaan secara internasional menjadi penyemangat kami agar KRM menjadi perpustakaan mangrove dunia dan pusat pengurangan karbon,” kata Eri.

 

Eri menambahkan, pengembangan KRM ke depan juga akan menyentuh ketahanan pangan melalui riset silvofishery bersama BRIN, yakni sistem budidaya perikanan terpadu di kawasan mangrove. “Kolaborasi antara mangrove dan perikanan serta tambak sekitar diharapkan akan menjaga kelestarian alam. Ketika alam dijaga, Surabaya akan menjadi kota yang bersih dan tenang,” jelasnya.

 

Direktur Rehabilitasi Mangrove Kementerian Kehutanan RI, Ristianto Pribadi, berharap KRM Surabaya dapat menjadi pusat pengetahuan bakau dunia. “Kebun Raya Mangrove Surabaya ini harapannya akan menjadi perpustakaan mangrove dunia. Karena Kebun Raya Mangrove ini sekarang sudah memiliki 74 spesies mangrove, dan itu sangat sulit,” katanya.

 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Catat 86 Ribu Pengunjung Kebun Raya Mangrove Sepanjang 2025

Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, R. Hendrian, menilai Pemkot Surabaya berhasil mengoptimalkan kawasan mangrove secara cepat. “Luas lahan terbangun dan termanfaatkan saat ini sudah cukup luas. Ini merupakan salah satu prestasi yang layak diapresiasi,” ujarnya.

 

Kepala DKPP Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, menyebut pada saat diresmikan tahun 2023, KRM memiliki 56 jenis mangrove, kini meningkat menjadi 74 jenis. “Kami terus berupaya menambah berbagai jenis mangrove sebagai koleksi di Kebun Raya Mangrove Surabaya,” ungkapnya.

 

Ia menambahkan kerja sama lintas stakeholder diharapkan memperkuat peran KRM dalam fungsi konservasi, riset, pendidikan, pariwisata, jasa lingkungan, hingga pengembangan sumber pangan alternatif. “Mudah-mudahan upaya kita bersama BRIN dan stakeholder lain untuk membangun kebun raya ini menjadi salah satu sumber pangan bisa segera dioptimalkan,” pungkas Antiek. (ADV)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Langkah Nyata Pemkab Jember dalam Hadirkan Layanan Gratis dan Sejahterakan Guru Ngaji

Pemkab Jember berharap informasi mengenai layanan administrasi, kesehatan, pendidikan, hingga program kesejahteraan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari penelusuran kepatuhan pelaporan PBJT sektor makanan dan minuman untuk masa pajak 1 tahun. 

75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Program ini bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi anak yatim piatu, anak terlantar, hingga anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.