Surabaya Siap Sambut Taksi Listrik, Wali Kota Eri Sebut Dua Syarat untuk Investor
- Penulis : Ade Resty
- | Minggu, 20 Jul 2025 13:27 WIB
Selalu.id – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi membuka peluang bagi investor yang ingin mengembangkan transportasi ramah lingkungan di Kota Pahlawan.
Eri menyatakan mendukung penuh rencana pengoperasian taksi listrik di Surabaya, selama investor memenuhi dua syarat utama yang jadi ketentuan mutlak.
Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United
“Jadi kalau ada transportasi massal yang mau investasi di Surabaya, saya pasti akan mendukung,” kata Eri Cahyadi, Kamis (17/7/2025).
Namun dukungan itu tak diberikan secara cuma-cuma. Eri menegaskan bahwa perusahaan harus memiliki lahan parkir atau pull khusus yang memadai untuk armada mereka. Di sisi lain, seluruh tenaga kerja yang terlibat wajib ber-KTP Surabaya.
“Satu, dia harus punya tempat untuk parkirnya atau pull. Yang kedua, yang bekerja harus KTP Surabaya. Kalau dua ini tidak bisa dipenuhi, maka tidak akan pernah saya keluarkan izinnya,” tegasnya.
Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang
Soal jumlah armada yang diizinkan beroperasi, Wali Kota Eri menyebut hal itu akan disesuaikan dengan kapasitas pull milik perusahaan. Semakin luas fasilitas parkirnya, semakin banyak pula kendaraan yang boleh beroperasi.
“Tergantung dia bisa menyiapkan pull untuk berapa. Kalau cukup untuk 100, ya 100. Kalau cuma 25, ya 25. Dan yang bekerja harus warga Surabaya,” lanjutnya.
Eri menegaskan bahwa syarat-syarat tersebut telah disampaikan kepada investor, sebagai bentuk komitmen pemkot untuk melibatkan warga lokal dalam program investasi yang masuk. “Itu syarat-syarat yang saya minta,” ujarnya.
Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel
Kebijakan ini, menurutnya, tak lepas dari upaya serius Pemkot Surabaya menekan angka kemiskinan dan pengangguran. Dengan mendorong keterlibatan tenaga kerja lokal, Eri berharap dampak investasi bisa langsung dirasakan masyarakat.
“Karena kami tidak bisa menyelesaikan kemiskinan, menyelesaikan pengangguran tanpa ada investasi yang masuk di Surabaya,” pungkasnya.
Editor : Yasin