selalu.id - Pemkot luncurkan Aplikasi Sayang Warga atau Sistem Layanan Pendampingan dan Perlindungan Warga, tujuannya untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada di Surabaya.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, aplikasi itu merupakan sistem pendataan masalah warga yang ada di lapangan. Dari pendataan itu, Eri berharap dapat memberikan intervensi yang lebih cepat dan tepat sasaran.
Baca juga: 626 Petugas Haji Surabaya Siap Layani 42 Ribu Jemaah di Jatim
"Dengan Sayang Warga (Aplikasi) ini maka secara otomatis yang memberikan data kepada kami (pemkot) adalah warga Surabaya," kata Eri, usai peluncuran aplikasi itu di Taman Jangkar, Kecamatan Jambangan Surabaya, Kamis (27/1/2022).
Selain itu, Eri menyampaikan, dirinya juga melibatkan kader dan masyarakat dalam pendataan, sehingga akan lebih mamastikan kondisi warga Surabaya di lapangan.
Lalu, intervensi yang diberikan pemkot melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, diharapkan lebih cepat dan tepat sasaran.
"Aplikasi ini bertujuan untuk mendata warga. Mulai ada berapa KK, yang sakit siapa, yang butuh bantuan berapa, gizi buruknya itu berapa, termasuk pendapatannya per keluarga berapa. Nah, intervensi OPD itu nanti berdasarkan data ini," ujar Eri.
Eri pun berharap kepada seluruh kader dan pendamping agar menyampaikan data apa adanya, sesuai kondisi warga di lapangan.
"Jadi sampaikan data itu apa adanya. Kondisinya warga Kota Surabaya seperti apa, maka sasaran pemerintah akan tepat ," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani menjelaskan, mekanisme pendataan Sayang Warga ada
sekitar 28.848 kader yang didampingi petugas pendamping wilayah dengan empat cakupan kegiatan. Yakni, pendampingan bayi stunting, ibu hamil, ibu melahirkan dan nifas serta survei rumah sehat.
"Sehingga kepada para kader yang saya hormati dan saya cintai, saya harap penggunaan aplikasi ini bukanlah menjadi sebuah beban baru. Akan tetapi menjadi semangat baru untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat," kata Rini.
Baca juga: Curi Uang di Pesawat, Dua WNA Asal China Diamankan di Bandara Juanda Surabaya
Anisa salah satu kader Kesehatan di Kelurahan Karah, Kecamatan Jambangan, Kota Surabaya, mengatakan pihaknya melakukan sosialisasi sebelumnya di Puskesnas Kebonsari.
"Jadi aplikasi itu sudah diterangkan kepada para kader. Dan untuk programnya sendiri, juga sudah kita sudah coba," kata Anisah.
Menurut Anisah, aplikasi Sayang Warga tersebut lebih memudahkan kader melakukan pendataan ke masyarakat.
Apalagi, data informasi yang disampaikan melalui aplikasi ini secara langsung terkoneksi ke Pemkot Surabaya.
"Harapannya dari aplikasi ini, warga Surabaya bisa lebih banyak yang terbantu. Dan, dari pihak RT/RW juga lebih cepat mengetahui status warganya sendiri," pungkasnya.
Sebagai informasi, aplikasi Sayang Warga dapat diakses melalui laman website https://sayangwarga.surabaya.go.id/sayangwarga. Setiap kader yang telah ditunjuk oleh kelurahan, memiliki akun sebagai dasar login untuk mengisi form pendataan pada aplikasi tersebut.
Adapun intervensi yang menjadi prioritas sasaran program ini adalah warga dengan permasalahan sosial dan kesehatan yang ditemukan.
Di antaranya, calon pengantin wanita dengan permasalahan gizi, ibu hamil dengan risiko tinggi, ibu bersalin dengan risiko tinggi, ibu nifas dengan risiko tinggi, bayi dengan risiko tinggi, hingga balita stunting. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi