selalu.id - Calon Gubernur (Cagub) Jawa Timur nomor urut tiga, Tri Rismaharini menyebut kunci pembangunan setiap daerah di Jatim tidak harus sama.
Meski, Risma pernah sukses membangun Kota Surabaya, dia menyebut pembangunan daerah di Jatim mempunyai karakteristik masing-masing.
“Tidak mesti apple to apple. Karena setiap daerah punya karakterisitik dan kebutuhan beda-beda,” kata Risma, di Bober Cafe, Surabaya, Rabu (24/9/2024).
Mantan Menteri Sosial 2021-2024 itu pun mengungkapkan bahwa sejumlah daerah mempunyai kebutuhan masing-masing. Misal, ada beberapa daerah yang akses aktivitasnya dan pembangunannya masih rendah.
“Akses aktivitasnya susah, maksudnya di daerah, sehingga pertumbuhan pembangunan mereka agak lebih rendah dibandingkan lain. Daerah kapur, seperti di Madura,” kata Risma, di Bober Cafe, Surabaya, Selasa (23/9/2024) malam.
Ia menyebut, akses untuk beberapa wilayah di Jawa Timur masih sulit. Aksesbilitas menjadi fokus utama.
“Kemudian infrastuktur juga, air, itu kalau Surabaya saya kejar saat saya masuk belum 50 persen. Tapi saya kejar sampai 99 persen,” terangnya.
Menurutnya, air adalah kebutuhan yang mendasar, dan masih banyak daerah yang mendapatkan air bersih.
“Saat jadi mensos, saya bangun air bersih di Pemekasan dan Pasuruan. Kemudian juga di Sumunep, Bangkalan, Jadi masih banyak yang membutuhkan air bersih. Itu juga salah datu pertimbangan pembangunan,” jelasnya.
Karena itu, Risma menyebut pembangunan kota tidak harus sama namun harus mempunyai konsep untuk membangun daerahnya masing-masing.
“Tidak mesti sama, tapi bahwa konsepnya seperti manusia, dia bukan objek, dia subjek yang harus diperhatikan. Maka pembangunan daerah juga termasuk kebutuhan pangan, pendidikan, dan kesehatan,” pungkasnya.
Baca juga: Surabaya Susun Perda Baru, Tiap Kawasan Baru Wajib Punya Kolam Tampung Air
Editor : Ading