Pemajuan Kebudayaan Jatim Perlu Inovasi dan Aktif Kolaborasi

Reporter : Ade Resty
Diskusi Publik Pemajuan Kebudayaan di Jawa Timur

selalu.id - Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI menggagas kegiatan Diskusi Publik Pemajuan Kebudayaan di Jawa Timur, di Balai Pemuda Surabaya, pada Kamis (12/9/2024).

Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid menyampaikan bahwa Diskusi tentang pemajuan kebudayaan merupakan hal yang sangat strategis karena pemajuan kebudayaan merupakan amanah dari konstitusi.

”Dalam pelaksanaan Pemajuan Kebudayaan kita perlu berinovasi, agar tetap relevan bagi generasi sekarang dan yang akan datang, perlu pelibatan masyarakat, dimana peran pemerintah sekarang seharusnya menjadi fasilitator, lalu kreativitas dan dilakukan secara berkolaborasi,” ujar Hilmar Farid. 

Selain itu, Hilmar Farid juga menyampaikan tentang perubahan iklim yang saat ini sudah terjadi. Menurutnya ke budayaan harus ikut berkontribusi untuk melestarikan lingkungan.

“Karena kita semua tahu bahwa kebudayaan kita terbentuk salah satunya karena interaksi manusia dengan alam lingkungannya. Jika alam atau lingkungan dalam kondisi baik maka manusia dan kebudayaan dapat tumbuh baik dan diharapkan nantinya kebudayaan dapat maju untuk berkontribusi agar lingkungan atau alam tetap baik,” bebernya. 

Diskusi ini diisi dengan pemaparan dari Kukuh Yudha Karnanta, Sri Endah Kinasih, dan Andi Malewa serta pentas Eksresi Jaranan dari Sanggar Kudha Manggala dari Tulungagung dan Ludruk Remaja dari PPST SMP Negeri 4 Malang. 

Sementara Endah Budi Heryani, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI, ia menegaskan perlunya kolaborasi dan sinergitas dalam pemajuan kebudayaan dengan frame pemikiran semua pihak untuk saling berkomunikasi, berpartisipasi dan pelibatan aktif.

"Semua pihak harus terhubung dan terkoordinasi, serta pemajuan kebudayaan dilakukan dengan semangat gotong royong atau kerja bersama." urainya.

Endah juga memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah bergerak dan berupaya untuk pemajuan kebudayaan khususnya di Jawa Timur. 

Diskusi ini diharapkan menjadi momentum penting dalam menggerakkan kesadaran masyarakat dan pemerintah daerah akan pentingnya memajukan kebudayaan Jawa Timur. 

"Dengan berpedoman pada Pembukaan UUD 1945 dan Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan, kebudayaan tidak hanya dilihat sebagai masa lalu, tetapi juga sebagai sumber daya yang potensial untuk membangun masa depan,” tutup Endah.

Baca juga: Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Editor : Ading

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru