selalu.id - PDI Perjuangan sudah menyebut tiga nama kader untuk disiapkan maju ke kontestasi Pilkada serentak di Jawa Timur. Salah satunya ialah Menteri Sosial Tri Rismaharini
Risma digadang-gadang bisa menjadi penantang kuat calon petahana yakni Khofifah Indar Parawansa di Pilgub 2024.
Menanggapi itu, Pengamat Politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdusallam mengatakan bahwa sosok Risma memang dirasa paling kompetitif untuk melawan Khofifah.
“Risma cukup kuat di wilayah urban dan mataraman dimana wilayah ini jumlah pemilihnya juga cukup besar,” kata Surokim, dihubungi selalu.id, Selasa (11/6/2024).
Meski begitu, Surokim menjelaskan, tentunya ada kekurangan dan kelebihan dari mantan Wali Kota Surabaya periode 2010-2021 itu untuk menjadi penantang Khofifah.
Misal, kelebihannya Risma saat ini merupakan tokoh nasional dan pernah sukses menjadi Wali Kota Surabaya dua periode serta mempunyai prestasi yang mentereng.
“Kelemahannya, saya pikir emosinya yang meledak-meledak tetapi juga tetap kadang itu cocok untuk masyarakat juga terbuka dan lugas. Maka jika itu diolah dengan baik, kepemimpinan empatiknya bisa menjadi kekuatan yang unik,” terangnya.
Sementara Pengamat Politik Univesitas Airlangga (UNAIR) Hari Fitrianto menyebut elektabilitas Risma dalam sejumlah rilis survei Pilkada Jatim menunjukkan di angka 15 persen.
“Saya kira cukup kuat menjadi penantang incumbent Khofifah Indar Parawansa. Tapi Risma saat ini memerlukan rel-rel politik yang mengidentifikasikan dia menjadi calon Gubernur Jatim,” tuturnya.
“Silent poin kuat Risma lainnya adalah citra, baik sebagai wali kota Surabaya maupun sebagai Menteri Sosial,” pungkasnya.
Baca juga: Hadiri Pelatihan TMP PDIP Surabaya, Risma Tekankan Perjuangan Kaum Muda
Editor : Ading