selalu.id - Produk Korea Selatan sering banyak disukai maupun diminati oleh masyarakat terutama para pecinta K-Popers. Salah satunya produk makanan ataupun kuliner asal negeri ginseng tersebut.
Bahkan, Indonesia merupakan negara ketiga setelah Vietnam dan Thailand dalam market ekspor sektor makanan dan minuman dari Korea Selatan.
Chief Representative Korea Agro Trade Center Jakarta Lee Seung Hoon menyebut produk asal negaranya tersebu market di Indonesia terus bertambah. Sebab, itu pihaknya menggelar perhelatan exhibition di Indonesia.
Sebab itu, Lee Sueng Hoon melihat selain Jakarta, kota lain seperti di Surabaya menjadi pilihan untuk memasifkan produk makanan dan minuman halal asal Korea Selatan.
"Kami melihat Surabaya memiliki market yang positif selain Jakarta," ujar Lee dalam konferensi pers yang digelar di Pakuwon Trade Center Surabaya, Jumat (7/6/2024).
Menurutnya, Surabaya merupakan kota pertama yang mengadakan penggelaran event K-Food Korean seperti ini. Karena di Jakatta sudah lumayan banyak, makanya pihaknya mencoba untuk di kota-kota lain.
“Sedangkan pemikiran mereka bagaimana kalau kita pergi ke luar Jakarta kota kedua atau ketiga. Karena diliht kota lain itu masih belum banyak di Jakarta. Makanya diadakan event disini,” jelasnya.
Event ini, lanjut Lee, akan digelar hingga Minggu, 9 Juni 2024. Pastinya, K-Food Korean mengenalkan berbagai produk makanan dan minuman korea selatan. Selain itu, pengunjung bisa mencoba pakaian khas korea atau Hanbok dan membuat Kimchi
“Jadi tujuannya selain mengenalkan makan korea bisa juga orang yang datang kesini untuk bisa dekat dengan kultur korea. Disini di testing eat kita bisa cicip makanan korea. Untuk bisa memperkenalkan kekoreaan di Indonesia,” terangnya.
Lebih lanjut Lee menjelaskan Pemerintah Indonesia berencana memimpin pasar sertifikasi halal ke arah yang lebih terstandardisasi dengan menggandeng negara lain.
Hal untuk mengembangkan pasar sertifikasi halal Indonesia ke tingkat yang lebih internasional. Dengan menerima standar sertifikasi Halal internasional.
Selain itu pihaknya juga berencana untuk memperkuat kerja sama internasional melalui Mutual Recognition Arrangement (MRA).
Dia menyampaikan, sertifikasi silang halal adalah lembaga sertifikasi halal Indonesia mengakui sertifikat yang diterbitkan oleh lembaga sertifikasi halal di negara lain.
"Karena standar atau prosedur sertifikasi halal mungkin berbeda di setiap negara, sertifikasi silang ditentukan setelah peninjauan dan konsultasi yang cermat," bebernya.
Lee juga sempat menyinggung soal Badan Sertifikasi Halal Korea (KHA) yakni organisasi yang bertanggung jawab atas sertifikasi halal bergaya Islam di Korea, memeriksa pembuatan dan pemrosesan produk makanan Islam untuk memastikan bahwa produk tersebut aman bagi konsumen muslim.
Sejak didirikan pada 2006, KHA terus melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan untuk pengembangan makanan halal, termasuk menjadi
anggota organisasi kerja sama Islam dan Institut Teknologi dan Keamanan Makanan dan produk Islam pada 2012.
"Dan berpartisipasi dalam standarisasi makanan halal melalui kerja sama dengan Organisasi Internasional untuk Standarisasi (ISO) pada tahun 2020," terang Lee.
Salah salah seorang pengunjung asal Surabaya, Ardini mengaku dirinya tak jarang merasa khawatir saat mencicipi atau mengonsumsi makanan asal Korea Selatan.
Bagi penggemar kimchi dan beragam olahan mie itu, label pada makanan dan minuman halal asal Korea Selatan sangat membantu dirinya.
"Jadi kalau ada pameran begini, kami sebagai user atau penikmat makanannya nggak khawatir lagi," ucapnya.
Baca juga: Gus Hans Sindir Bapaslon Tak Mundur Pengurusan MUI Jatim, Khofifah-Emil?
Editor : Ading