selalu.id - Ketua DPD Golkar Surabaya Arif Fathoni menanggapi kabar yang beredar tentang Bayu Airlangga yang merupakan menantu mantan Gubernur Jatim periode 2009-2019 Soekarwo alias Pakde Karwo diusung maju dalam kontestasi bakal calon wali kota (bacawalkot) Pilwali Surabaya.
Arif Fathoni menegaskan bahwa nama yang diusulkan dari DPD Golkar Surabaya hanya ada dua yakni Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan namanya sendiri.
“Karena kebetulan nama yang kami usulkan ke DPP itu hanya nama Pak Eri Cahyadi dan saya sendiri. Kalau saya kan pemain figuran saja, pemain bintang utamanya Pak Eri Cahyadi,” tegas Toni sapaan akrabnya.
Meskipun misalnya ada nama lain dari Golkar untuk diusulkan maju Pilwali. Toni menyebut dirinya tidak masalah perihal itu, sebab keputusan hanya ada dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar.
Namun ia menilai Eri Cahyadi serius maju bersama Golkar di Pilkada serentak 2024. Terlebih lagi, orang nomor satu di Surabaya itu beberapa kali mengunjungi kantor DPD Golkar Surabaya.
“Pak Eri Cahyadi siang hari ini datang lagi ke Golkar, ini adalah wujud keseriusan beliau ingin berjuang bersama-sama dengan partai Golkar, tidak hanya di hilir, tetapi dari proses hulu,” katanya.
Terkait pandangannya tentang keseriusan Bayu turut andil dalam kontestasi Pilwali, Arif menolak banyak berkomentar.
“Oh saya tidak tahu, tanya Pak Bayu saja,” terangnya.
Sisi lain, Toni menambahkan, DPD Golkar merekomdasikan Eri Cahyadi berpasangan dengan dirinya dan tidak pernah menyodorkan nama wakil untuk Eri Cahyadi.
“Karena komitmen kami dengan wali kota, maka komitmen lahir batin kita itu dengan pak Eri Cahyadi, bukan dengan wakilnya,” tuturnya.
“Jadi saya sendiri ndak ada masalah, Golkar ndak ada masalah (kalau) pak Eri gandeng dengan siapapun, karena komitmen kami untuk melayani warga surabaya 5 tahun mendatang adalah golkar dengan pak Eri Cahyadi,” tambahnya.
Baca juga: Anak Pejabat Dapat UKT Rp15 Juta, Program Beasiswa Pemuda Tangguh Kota Surabaya Disorot
Editor : Ading