Cerita Tetangga Khofifah yang Mengaku Beda Pilihan di Pilpres 2024

Reporter : Dony Maulana
Slamet tetangga Khofifah yang mengaku berbeda pilihan Capres

selalu.id - Tetangga mantan Gubernur Jawa Timur sekaligus Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Khofifah Indar Parawansa mengaku berbeda pilihan dengan Khofifah pada Pilpres 2024 ini.

Aan (43), warga Jemur Wonosari mengaku berbeda pilihan dengan pasangan Capres yang telah dikampanyekan oleh Khofifah yakni pasangan nomor 2 Prabowo-Gibran. Secara terbuka, Aan mengaku menjatuhkan pilihannya pada pasangan nomor 3 Ganjar-Mahfud.

Baca juga: Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

"Orangnya bagus dan juga memiliki track record yang bersih juga. Cocok untuk jadi pemimpin Indonesia," jelasnya kepada selalu.id, Rabu (14/2/2024).

Meski di kawasan tersebut diinformasikan sangat kuat mendukung pasangan Capres nomor 2, namun Aan beserta keluarganya tak bergeming dan tetap mengaku menjatuhkan pilihan pada pasangan Ganjar-Mahfud. Bahkan Aan berharap TPS 31 tempatnya juga tempat Khofifah memilih dimenangkan oleh pasangan Ganjar-Mahfud.

"Harapan saya mudah-mudahan di TPS 31 ini, yang menang adalah paslon 03, walaupun desas-desus yang rame adalah paslon 02," jelasnya.

Baca juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Senada dengan Aan, Slamet (72) warga Jemur Wonosari yang menggunakan hak pilihnya di TPS 26, dimana TPS tersebut berada di gang sebelah TPS 31, juga mengaku menjatuhkan pilihannya pada pasangan Ganjar-Mahfud.

"Kalau keluarga saya semua, mulai dari anak sampe cucu memilih paslon 03 Ganjar-Mahfud. Kami memilih mereka sebab mereka sangat merakyat," ungkap Pak Slamet saat ditemui selalu.id di Warung sebelah lokasi TPS 31.

Baca juga: Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Berbeda dengan Aan dan Slamet, Miftahul Huda (51), warga Jemur Wonosari lainnya mengaku memilih pasangan yang dikampanyekan oleh Khofifah. Miftah mengaku pilihannya tersebut didasari pemberian bantuan berupa sembako serta kegiatan sosial.

"Ibu kalau disini sering mengadakan kegiatan pengajian dan juga sering kali bagi-bagi sembako kepada warga sekitar rumahnya. Terlebih beliau dari kelompok Muslimat NU," pungkas Huda.

Editor : Arif Ardianto

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru