Incar Warga NU, PKB Optimis Raup 60 Persen Suara untuk Anies-Muhaimin di Jawa Timur

Reporter : Ade Resty
Bendahara Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jatim, Fauzan Fuadi.

selalu.id - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) optimis pasangan Capres dan Cawapres Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau 'AMIN' mampu merebut hati masyarakat pada Pilpres 2024.

Bendahara Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jatim, Fauzan Fuadi mengatakan, rasa percaya diri itu didasari faktor terlaksananya deklarasi pasangan 'AMIN'yang dilaksanakan lebih awal ketimbang bakal calon lainnya.

Baca juga: Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

"Pasangan ini kami deklarasikan lebih awal menjadi pasangan yang konkret dan jelas siapa bakal calon presiden dan bakal calon wakil presidennya," kata Fuazan, Minggu (10/9/2023).

Fauzan menegaskan bahwa pihaknya sangat optimis kemenangan AMIN dengan didasari faktor Jawa Timur yang merupakan basis pemilih warga Nahdlatul Ulama (NU) atau Nahdliyin. Sehingga, PKB Jatim siap menggencarkan sosialisasi mengenalkan pasangan Pilpres 2024 dari Cawapres ketum mereka.

"Jawa Timur itu kandangnya NU, kami akan bertemu dengan pemilih-pemilih Nadhliyin yang akan kita ajak dan beri sosialisasi dan pemahaman," tegasnya.

PKB Jatim pun juga menyatakan bahwa sumbangan suara dari kategori pemilih di luar Nahdliyin juga tetap diincar.

Baca juga: Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir, hingga Fee Istri Siri

"Semuanya kami rangkul," ujarnya.

Fauzan menargetkan pasangan Anies-Muhaimin meraih sekitar 60 persen suara di Jawa Timur.

"60 persen itu diperoleh dari mana? Tentu saja karena kami punya ceruk dan kami berikan prioritas memastikan pemilih-pemilih yang tadinya masih ragu-ragu menjadi mantap, kemudian yang mantap menjadi semakin yakin," ujar Fauzan.

Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Lebih lanjut Fauzan juga mengingatkan seluruh kader PKB maupun simpatisan 'AMIN' agar tidak terprovokasi pada setiap kabar bohong yang beredar.

"Jangan ada yang menyebarkan hoaks, maka dari itu pentingnya edukasi politik untuk masyarakat," pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru