Pedagang Pasar Turi Mau Buka Stan Kembali pada Akhir Mei, Wali Kota Eri Beri Imbalan Gratis Operasional 15 Tahun

Reporter : Ade Resty
Wali Kota Eri Cahyadi

Selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya terus mengupayakan optimalisasi operasional Pasar Turi, salah satunya dengan mengajak para pedagang untuk membuka kembali stan mereka.

Namun, hingga kini masih banyak pedagang yang belum membuka stan-stannya di Pasar Turi Baru. Padahal Pemkot Surabaya manargetkan seluruh stan dibuka hingga April 2023 lalu.

Berbagai upaya pemerintah kota memberi penawaran kepada pedagang dilakukan, salah satunya pemberian beberapa diskon stan. Namun, nampaknya tawaran itu tidak banyak membantu.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pun mengatakan pihaknya memperpanjang target dan meminta para pedagang agar dapat membuka seluruh stan Pasar Turi Baru pada 31 Mei 2023.

"Pasar Turi ini harus kembali seperti dulu, maka satu-satunya jalan adalah semua stan yang ada di sini harus dibuka," kata Eri, Sabtu (6/5/2023).

Eri menjelaskan, Pembukaan seluruh stan Pasar Turi Baru bukan tanpa alasan. Sebab, dalam rapat koordinasi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan sebelumnya telah disepakati kontrak antara Pemkot Surabaya dengan pengelola Pasar Turi Baru, yakni PT Gala Bumi Perkasa, terhitung mulai tahun 2010 hingga 2035.

"Tetapi sejak tahun 2010 itu saudara-saudara (pedagang) saya belum dapat berjualan sampai hari ini. Oleh karenanya mari kita buka kembali, sampai tanggal 31 Mei 2023 ini," jelasnya.

Dia pun menjelaskan, karena setelah tahun 2035, pedangan yang membuka stan akan diberikan perpanjangan gratis sewa stan selama 15 tahun ke depan. Perpanjangan gratis itu diberikan Pemkot Surabaya setelah ikatan hukum dengan PT Gala Bumi Perkasa berakhir pada tahun 2035.

"Berarti itu akan dikelola Pemkot Surabaya dan ketika dikelola Pemkot, di situ ada pembayaran. Dan disitulah mereka (15 tahun) tidak akan kena biaya lagi, karena (pedagang) belum merasakan dampaknya dari pembangunan ini karena ada selisih, sengketa dan macam-macam, karena itulah pemerintah harus hadir di sana," paparnya.

Terlebih, jika stan tidak dibuka hingga akhir Mei, dirinya mengaku tidak bisa mempertanggung jawabkan keputusan yang diambil saat rapat koordinasi bersama KPK dan Kejaksaan.

"Kalau (stan dibuka) lebih tanggal 31 Mei 2023 kita tidak bisa menolong lagi, padahal kalau mau buka akan diberikan perpanjangan 15 tahun tidak membayar. Karena kemarin arahan dari KPK dan Kejaksaan seperti itu," paparnya.

Salah satu pemilik stan yang menjual menjual peralatan rumah tangga mengaku Pasar Turi Baru hingga kini masih tetap sepi.

“Sepi di sini, masuk sini tahun kemarin Maret 2022. Event kemarin gak menolong. Karena yang masuk (barang-barang) pabrik, sedangkan kita toko tradisional. Ya kita kalah,” kata Eka.

Eka mengaku dagangannya hanya terbantu dari pembeli langganan. Perolehan omzetnya belum bisa kembali normal, seringkali tidak mendapat penghasilan sama sekali.

“Kalau di sini pernah nol omzet, bolak-balik nol. Paling banyak lima juta rupiah sehari tapi jarang, kalau dulu di Tempat Penampungan Sementara (TPS) sering, bahkan lebih dari 10 juta per hari,” terangnya. (Ade/Adg)

Baca juga: Kronologi Anjlokan KA Aksa Cargo di Pasarturi, Tiga Gerbong Tergelincir

Editor : Ading

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru