Pasar Induk Surabaya Sidotopo Vs Puspa Agro, Wakil Ketua DPRD: Harusnya Pemprov Malu

Reporter : Ade Resty
Salah satu tenan di Pasar Induk Surabaya Sidotopo

selalu.id - Keberadaan Pasar Induk Surabaya Sidotopo (PISS) yang disebut mendapat sokongan penuh dari Pemkot Surabaya diperbandingkan dengan kondisi Pasar Induk Puspa Agro yang dijagokan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Wakil Ketua DPRD Surabaya AH Thony menyebut bahwa keberadaan pasar induk di kabupaten/kota termasuk PISS mempengaruhi penjualan di pasar induk milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut.

Baca juga: Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

"Seharusnya Pemprov Jatim mengambil langkah di tengah persaingan pasar induk ini," ujarnya kepada selalu.id.

Thony menilai seharusnya Pemerintah Provinsi Jawa Timur membuat terobosan baru dengan tujuan meramaikan pasar induk miliknya ditengah persaingan pasar induk dengan kota/kabupaten. Bahkan Thony mengkritisi Pemprov Jatim seharusnya malu dengan kesuksesan pasar induk kota/kabupaten.

Baca juga: Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

"Kalau swasta mampu melaksanakan dengan sukses,tapi Provinsi tidak mampu ya malu dong. Jadi pemprov harus berkaca untuk membangun pasar induk,"imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, berdirinya Pasar Induk Surabaya Sidotopo menuai pro kontra di masyarakat serta pedagang pasar lain. Pemerintah Kota Surabaya dituding menyokong penuh keberadaan PISS tersebut tanpa memperdulikan kelangsungan hidup pasar-pasar yang lain.

Baca juga: Jelang HUT ke-18, Gerindra Surabaya Gelar Cek Kesehatan Gratis pada Lansia 

"Gak usah menyuapi atau sampai menfasilitasi, operasi ini (distribusi barang pasar) tidak boleh masuk ke tempat lain (pasar-pasar lain) itu keterlaluan,"tegasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru