selalu.id - Marak penipuan dengan modus kecelakaan anak yang terjadi di Surabaya terhadap orang tua atau wali murid. Diketahui, penipuan tersebut terjadi di SMP Negeri 36 Surabaya.
Salah satu orang tua murid berisinial NH mengaku mendapatkan penipuan modus telepon yang mengaku dari sekolah. Kemudian, di dalam pembicaraan telepon penipu itu mengatakan anaknya kecelakaan dari tangga sekolah, hingga tak sadarkan diri dan dibawa ke rumah sakit. Alhasil, NH tertipu dan telah kehilangan uang Rp 84 Juta karena mentransfer kepada si penipu.
Baca juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United
Menanggapi hal itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengimbau warganya untuk mewaspadai segala bentuk modus penipuan baik melalui telepon atau WhatsApp.
Eri mengatakan, bahwa kejahatan penipuan dengan modus telepon keluarga kecelakaan itu sudah lama. Untuk itu, ia meminta warga agar mengkroscek terlebih dahulu apabila menerima telepon yang mengabarkan ada keluarga kecelakaan.
"Misal kecelakaan, nanti biasanya ada yang telepon malam-malam. Kalau ada yang telepon cek dulu, ditanyakan rumah sakit mana," kata Wali Kota Eri Cahyadi, Rabu (8/2/2023).
Menurutnya, modus telepon ada keluarga kecelakaan telah berulang kali dilakukan oleh pelaku kejahatan. Sebab itu, ia meminta kepada warga untuk lebih berhati-hati berhati-hati ketika menerima telepon dari orang tak dikenal.
Baca juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang
"Kejadian ini sudah terjadi berulang kali. Kalau sudah berulang kali terjadi dengan modus yang sama, maka kalau kita kena, berarti kita yang kurang hati-hati," ujarnya.
Tak hanya telepon modus keluarga kecelakaan yang seringkali digunakan pelaku kejahatan, Eri menerangkan, modus penipuan yang mengaku pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga kerap dilakukan oleh pelaku kejahatan.
"Nanti juga sama, ketika ada pergantian Sekretaris Daerah (Sekda) atau wali kota pasti ada telepon (penipuan) seperti itu. Herannya kok masih ada yang tertipu. Makanya saya berharap warga Surabaya mohon berhati-hati," terangnya.
Baca juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel
Eri pun kembali mengimbau warga apabila mendapatkan telepon serupa agar dapat mengecek terlebih dahulu kebenaran informasi tersebut.
Mulai dari di mana rumah sakit yang dikabarkan mengalami kecelakaan, hingga nomor telepon tenaga kesehatan atau dokter yang menangani.
"Kalau mereka tidak bilang rumah sakit mana, terus nomor ponsel dokternya masih tidak jelas, artinya kan tidak benar. Biasanya juga telepon itu pagi hari, bikin kita kaget. Makanya modus-modus seperti ini supaya lebih hati-hati, lebih dikuatkan lagi imannya biar tidak gampang dibohongi," pungkasnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi