Dinkes Sebut Penyakit Campak di Surabaya Didominasi Wilayah Utara

Reporter : Ade Resty
Imunisasi campak di Surabaya

selalu.id - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina menyebut kasus campak di Surabaya didominasi wilayah Utara. Saat ini, tecatat sebanyak 46 kasus yang sudah sembuh per Desember 2022.

Nanik menjelaskan, kasus campak tersebut sebagian besar mempunyai riwayat dari perjalanan perbatasan Kota Surabaya.

Baca juga: Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

"Limpahan dari tetangga pulau, karena Madura saat ini ditetapkan KLB (Kejadian Luar Biasa). Januari 2023 sekarang belum ada konfirmasi kasus," kata Nanik, Kamis (26/1/2023).

Campak tersebut, Nanik menjelaskan, disebabkan oleh penyakit akut dan menular virus RNA dari genus Morbillivirus dari keluarga Paramyxoviridae. Ia menyebut Virus tersebut mudah mati karena panas dan cahaya. Dinkes Surabaya melakukan upaya pencegahan penularan penyakit campak dengan memberikan tambahan imunisasi pada anak. Hal ini sudah melalui rekomendasi pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI).

Nanik menjelaskan, Pemkot Surabaya akan melakukan secara rutin dengan sweeping (door to door) bagi yang belum diimunisasi, untuk menjamin pemerataan cakupan di masing-masing wilayah Surabaya.

Dinkes Surabaya juga telah melakukan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) pada Agustus-Oktober 2022 lalu dengan memberikan imunisasi Measles Rubella (MR) dan melengkapi status imunisasi yang belum lengkap kepada sasaran anak usia 9-59 bulan.

Baca juga: Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

"Kegiatan BIAN secara serentak dilakukan untuk meningkatkan herd immunity terhadap penyakit Campak," kata Nanik.

Lebih lanjut Nanik menjelaskan, untuk meningkatkan kewaspadaan apabila menemukan suspek Campak yang ditandai dengan gejala demam dan ruam, akan dilakukan pengambilan sampel serum, penyelidikan Epidemiologi, pencatatan dan pelaporan secara individual.

"Hal ini dilakukan secara agresif sejak akhir tahun 2022, mengingat adanya risiko penularan melalui wilayah perbatasan Surabaya yang terindikasi ada peningkatan kasus sejak TW 3-4 tahun 2022 di wilayah tersebut," ujarnya.

Baca juga: Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Nanik meminta masyarakat untuk mengenali ciri-ciri atau gejala penyakit Campak yang harus diwaspadai oleh para orang tua, diantaranya, panas badan biasanya > 38 derajat celcius selama 3 hari atau lebih, disertai salah satu atau lebih gejala batuk, pilek, mata merah atau mata berair.

"Bercak kemerahan/rash/ruam yang dimulai dari belakang telinga berbentuk makulopapular selama 3 hari atau lebih, beberapa hari kemudian (4-7 hari) akan menyebar ke seluruh tubuh," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru