Muhammadiyah Surabaya: Fenomena Gengster Harus Disikapi Serius

Reporter : Ade Resty
Sekretaris Muhammadiyah Kota Surabaya, M Arif An

selalu.id - Maraknya Gengster di Surabaya sangat meresahkan masyarakat sekitar, hingga membuat kota tidak nyaman di malam hari.

Pasalnya, para gengster tersebut telah melakukan pengerusakan warung hingga kendaraan warga sekitar. Bahkan, mereka melakukan konvoi di jalanan dan menguploadnya di media sosial.

Baca juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Menanggapi hal itu, Sekretaris Muhammadiyah Surabaya, M Arif An mengatakan, seharusnya upaya persuasif dalam menangani gangster sangat diperlukan. Sebab, hal tersebut ada kesenjangan baik sisi ekonomi atau pendidikan.

"Peran RT dan RW harus dimaksimalkan dalam upaya pembinaan sejak dini di kampung-kampung. Lebih mendekat ke anak muda dengan tidak memandang dari mana anak muda itu berasal dan juga pendidikan,"kata M Arif, Minggu (4/12/2022).

Baca juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Menurutnya, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Wisata (Disbudporapar) Surabaya, harusnya menangkap persoalan ini dengan pendekatan program kepemudaan dan keolahragaan yang menyentuh kepada mereka yang jelas masih muda.

"Kegiatan inovatif agar mereka terlibat dan tidak birokrasi yang terkadang administrasinya membuat mereka tidak bisa terlibat dalam program yang diadakan. Harus ada inovatif dan kolaboratif,"ujarnya.

Baca juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Sehingga, yang harus menjadi katalisator dan dinamisator yakni Ormas Kepemudaan dalam hal ini KNPI, Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Karang Taruna, Pemuda Pancasila dan lain-lain. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru