Wali Kota Eri Usulkan Kenaikan UMK Surabaya, Segini Besarannya

Reporter : Ade Resty
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya mengajukan kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Surabaya sebesar Rp 350 ribu untuk 2023. Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.

Eri mengatakan, sesuai Upah Minimum Provinisi (UMP) Jawa Timur dalam perhitungan Pemkot Surabaya soal kenaikan UMK tersebut menjadi 7,8 persen.

Baca juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Angka tersebut akan diajukan sesuai UMP Jatim tahun 2023 yang sebesar Rp 2.040.244,30.

"Jadi memang kita ditetapkan bu gubernur 7,8 persen yang kita usulkan sama persis di permen (peraturan menteri) itu pakai 0,1 naiknya segituan jadinya total Rp 350 ribu ,"kata Eri, saat ditemui selalu.id, Jumat (2/12/2022).

Baca juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

UMK tersebut memang diajukan sebelum pengumuman paling lambat tanggal 7 Desember 2022. Nantinya, UMK seluruh wilayah Jatim termasuk Surabaya akan berlaku mulai 1 Januari 2023.

"Itu nanti ditetapkan lagi kan nanti ditentukan sama pemerintah pusat. Kita Pemda usul ke Provinsi. Provinsi usul ke pusat nanti ditentukan,"jelasnya.

Baca juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Usulan UMK itu, Eri menambahkan, Pemkot juga diberi usulan Dewan Pengupah yang mana nanti ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.

"Juga tidak terlalu tinggi, karena terikat dengan permen, ada Peraturan pemerintah (PP) , tenaga kerja yang ada perhitungannya, kita menggunakan itu,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru