selalu.id - Kepala Sekolah Elyon Christian Scholl (ECS) Surabaya, David Hendra mengklarifikasi terkait peristiwa pencubitan siswa WNA di lingkungan sekolahnya.
David membenarkan, kejadian penganiayaan terhadap siswanya tersebut terjadi pada minggu lalu merupakan salah satu tenaga pendidik di Elyon Christian School.
Baca juga: Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon
"Sebuah kejadian yang diluar dugaan terjadi pada minggu lalu, salah satu tenaga pendidik di Elyon Christian School, niatnya melakukan pendisiplinan siswa sebagai salah satu tugas utama guru untuk pembentukan karakter. Namun oknum pengajar tersebut melakukan tindakan pendisiplinan yang melanggar kebijakan dan peraturan sekolah dalam pendisiplinan murid yang bersifat kasih," tulis David dalam klarifikasinya.
Menurut David, memang tugas guru adalah mendidik dan mendisiplinkan siswa agar memiliki karakter yang baik serta berkemampuan menyerap pelajaran.
"Tenaga pendidik adalah sosok yang dapat membentuk jiwa dan watak peserta didik. Tenaga pendidik bertugas mempersiapkan generasi berikutnya yang dapat diharapkan membangun dirinya dan berkontribusi dalam membangun bangsa dan Negara," imbuhnya.
Dalam klarifikasinya, David menyebut bahwa oknum guru tersebut, niatnya melakukan pendisiplinan siswa sebagai salah satu tugas utama guru untuk pembentukan karakter. Namun, justru melakukan tindakan pendisiplinan yang melanggar kebijakan dan peraturan sekolah.
Baca juga: Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang
David mengaku telah melakukan investigasi mendalam terkait peristiwa ini dan akan memberikan tindakan tegas jika terbukti.
"Atas kejadian ini, kami telah melakukan investigasi lebih lanjut, dan menemukan adanya pelanggaran serius terhadap kebijakan dan peraturan di Elyon Christian School, maka Tenaga pendidik tersebut, ditindak tegas sesuai peraturan dan kebijakan yang berlaku di sekolah kami"jelasnya.
Lebih lanjut David menjelaskan, pihaknya
telah melakukan mediasi antara orang tua dan tenaga pendidik tersebut dan telah diselesaikan secara kekeluargaan.
Baca juga: Jelang HUT ke-18, Gerindra Surabaya Gelar Cek Kesehatan Gratis pada Lansia
"Tenaga pendidik yang bersangkutan telah bertemu dengan orang tua untuk meminta maaf secara langsung atas tindakan yang telah dilakukan saat mendisiplinkan siswa, dan orang tua murid tersebut akhirnya telah memahami dan kemudian memaafkan kesalahan tenaga pendidik tersebut," jelasnya.
"Kami sungguh menyayangkan kejadian ini, karena mungkin niat nya baik, hanya saja caranya yang salah sehingga kejadian seperti ini terjadi. Kami pun dari pihak sekolah tidak mentoleransi tindakan kekerasan di lingkungan sekolah," tutupnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi