Peningkatan Kasus, Sebanyak 16 ribu Anak di Surabaya Terkena Pneumonia

Reporter : Ade Resty
Balai Kota Surabaya

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya mencatat kasus Pneumonia atau radang paru-paru pada anak bertambah 856 kasus salam kurun satu bulan. Total sebanyak 16.108 kasus anak yang terkena penyakit itu.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina mengatakan, dari 16.108 kasus itu diantaranya terjadi pada usia 0-5 tahun sebanyak 10.161 Kasus, dan 5.947 kasus pada usia diatas 5 tahun. Data tersebut terhitung selama periode Januari-Oktober 2022.

Baca juga: 626 Petugas Haji Surabaya Siap Layani 42 Ribu Jemaah di Jatim

"Tambahan bulan Oktober total 856," kata Nanik, Minggu (13/11/2022).

Nanik menyampaikan, pihaknya telah berupaya melakukan pencegahan pneumonia pada balita. Salah satunya, menjauhkan balita dari penderita batuk. Sebab, bisa berpotensi menularkan penyakit lewat droplet.

Tak hanya itu, Dinkes Surabaya juga melakukan melakukan imunisasi lengkap. Lalu menggencarkan kampanye ASI pada bayi atau anak berusia 0-2 tahun.

"Jauhkan balita dari asap, debu, serta bahan-bahan yang mengganggu pernapasan. Bersihkan lingkungan tempat tinggal balita serta usahakan ruang memiliki udara bersih dan ventilasi cukup," jelasnya.

Baca juga: Curi Uang di Pesawat, Dua WNA Asal China Diamankan di Bandara Juanda Surabaya

Sementara itu Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi meminta kepada Dinkes untuk mendeteksi anak terkait penyakit tersebut dan kasus segera harus turun.

Eri mengkhawatirkan apabila kasusnya sedikit yang muncul dipermukaan atau tercatat, namun kemudian seperti fenomena gunung es. Artinya di bawahnya masih banyak yang terkena namun tidak terdeteksi.

"Makanya turun sebanyak-banyaknya (dinkes untuk mendeteksi). Sama seperti Covid-19 dulu kasusnya tinggi, karena turun semua dihabisi sampai ketemu, semakin banyak semakin bagus. Karena kalau semakin banyak kita pengobatannya gampang," ujarnya.

Baca juga: TPK Banjarmasin Gencarkan Safety Awareness di Bulan K3 2026, Pertegas Komitmen High Performance Zero Accident

Dengan begitu, semakin banyak anak yang ditemukan, maka semakin dini diketahui dan segera diobati dan sembuh.

Eri meminta Dinkes semakin masif mensosialisasikan dan turun ke lapangan untuk pendeteksian.

"Makanya saya minta turun semakin masif dari Dinkes kepada semua wilayah di Kota Surabaya untuk dua penyakit ini dan semakin masif melakukan sosialisasi. Kembali lagi, saya berharap betul untuk peran serta orang tua untuk menjaga putra putrinya. Sehingga penyakit apa pun bisa kita hindarkan dari putra putri kita," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru