selalu.id - Ade Resty, Jurnalis selalu.id jadi korban gas air mata saat meliput massa Bonek menggeruduk kantor Persebaya yang berlokasi di Surabaya Town Square (Sutos), Kamis (15/9/2022).
Jurnalis perempuan ini menceritakan awal dirinya terkena gas air mata yang dilontarkan polisi dengan maksud untuk membubarkan massa Bonek.
Baca juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus
"Awalnya saya datang ke lokasi dan langsung memarkirkan motor di tempat parkir yang berseberangan dengan mal Sutos. Setelah motor terparkir, saya bergegas menuju ke kerumunan untuk mengambil gambar," ujarnya.
Ade tidak menyadari dirinya saat itu berbaur dengan massa Bonek yang hendak dibubarkan oleh polisi.
"Saya tidak tahu, tiba-tiba ada semacam letupan dan mengenai leher dan terasa panas. Tak lama berselang mata rasanya perih dan tidak bisa melihat," jelasnya.
Di tengah kondisi bingung lantaran tak bisa membuka mata, Ade hanya berdiri dan mendengar massa berlarian.
Baca juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?
"Beruntung ada satu rekan jurnalis yang menggandeng saya dan membawa ke tepian," tambahnya.
Kondisi chaos ini membuat jurnalis muda ini kebingungan, beruntung rekan sesama jurnalis berhasil membawa Ade menjauh dari kerumunan.
"Setelah jauh dari kerumunan, kemudian saya minta air untuk membasuh mata yang terasa sangat perih tersebut dan Alhamdulillah keadaan berangsur membaik," bebernya.
Baca juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi
Peristiwa ini bagi Ade adalah sesuatu yang baru, dirinya mengaku mengambil pelajaran saat melakukan tugas jurnalistik terutama di kondisi-kondisi rawan konflik.
"Pelajaran berharga sekaligus pengalaman buat saya," tutupnya. (SL1)
Editor : Redaksi