Menaker Ida Fauziah Upayakan Tekan Angka Pengangguran dengan Aplikasi Siap Kerja

Reporter : Ade Resty
Menteri Tenaga Kerja, Ida Fauziyah saat menghadiri acara Talent Talks di Ciputra Word Surabaya

selalu.id - Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) mencatat angka pengangguran tertinggi pada lulusan Perguruan Tinggi dan SMK atau biasa disebut fresh graduate sebesar 12,5 persen.

Mentri Tenaga Kerja (Menaker), Ida Fauziyah mengatakan, tingginya angka pengangguran fresh graduate tersebut karena tidak adanya Link and Match secara umum.

Baca juga: 200 Lowongan Dibuka, Bursa Kerja Disabilitas Surabaya Ramai Peminat

Namun, justru angka pekerja lebih didominasi yang lulusan SMP. Hal itu dikarenakan, Ida menyebut, mereka yang lulusan SMP tidak pilih-pilih jenis pekerjaan.

"Tapi kalau yang lulusan perguruan tinggi dan SMK itu mereka mesti milih-milih, kerena itu angka pengangguran kita tertinggi,"kata Ida, usai mengisi acara Talent Talks di Ciputra Word, Surabaya, Minggu (7/8/2022).

Ida menjelaskan, untuk mengurangi penangguran lulusan Perguruan Tinggi dan SMK, pihaknya akan bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Kemnaker.

"Kita terus lakukan Link and Match apa yang terjadi, kebutuhan itu dipenuhi melalui pendidikan vokasi maupun non vokasi,"jelasnya.

Kemnaker juga memperkenalkan program salah satunya Aplikasi Siap Kerja terhadap masyarakat. Aplikasi ini, lanjut Ida, untuk memberikan informasi layanan Keternagakerjaan ke seluruh perusahaan dan stakholder serta para pencari kerja.

Baca juga: PDOI Sambut Baik Imbauan Menaker Soal THR Ojol

"Dengan aplikasi Siap kerja ini bertemu antara pencari kerja dengan penyedia lowongan itu sendiri,"

"Sehingga kita sosialisasikan para pelaku usaha kecil, mahasiswa, anak-anak muda yang pekerja di swasta. Kita ingin mendengar suaranya, apakah program kami sudah menjawab kebutuhan mereka,"lanjutnya.

Lebih lanjut Ida juga menjelaskan, untuk layanan tenaga kerja Disabilitas di Jawa Timur, Kemnaker akan mendorong unit layanan tersebut yang dimiliki oleh Kabupaten dan Kota di Jawa Timur.

"Berdasarkan peraturan pemerintah, undang undang sudah ada (UU 8 tahun 2016). Sekarang kita dorong adalah awareness nya dari Pemerintah Kota dan Daerah dan kita juga dorong Wernees dari pelaku usaha,"terangnya.

Baca juga: Dua Menteri Ikut Nobar Debat Cawapres, DPW PKB Jatim: Optimis Anies-Cak Imin Menang

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnakertrans) Surabaya, Achmad Zaini mengatakan untuk jumlah yang telah mendaftar di aplikasi Siap Kerja saat ini di Surabaya sebanyak 245 untuk perusahaan dan 846 lowongan aktif.

Zaini pun mengungkapkan akan terus bersinergis dengan pihak yang terkait di Surabaya. Pihaknya mengembangkan Aplikasi Siap Kerja tersebut.

"Akan saya data untuk perkembangan dimana perusahaan non surabaya. Tapi saya dahulukan kewajiban saya untuk warga Surabaya ya,"terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru